Saturday, October 20, 2012

ISLAM DI SWEDEN

Warga Sweden Berlumba-Lumba Masuk Islam



“Dalam ujian carilah peluang” itulah ungkapan yang sering didengarkan banyak orang di waktu menghadapi ujian, dugaan dan krisis. Terutama berkait dengan agama kita, Islam dan berkait dengan gerakan fanatisme kelompok, gerakan penghinaan dan pendustaan terhadap kemuliaan Rasulullah saw. dan cubaan-cubaan untuk menghalang sinar cahaya Islam di Eropah.


Itulah yang terjadi di Sweden, ketika tersebarnya gambar-gambar yang menghina Rasulullah saw. justeru pada waktu yang sama, beribu-ribu penduduk Sweden memeluk agama Allah.


Keadaan demikian teruangkap ketika delegasi Pemuda Sweden menghadiri Muktamar Wartawan di Lembaga Pendidikan Sweden di daerah Iskandariah, Mesir pada hari Sabtu, 16/11/08.


Mereka mengemukakan data, 15 000 penduduk asli sweden memeluk Islam, dan umur mereka antara 20 sampai 40 tahun, setelah kejadian penghinaan terhadap Rasulullah saw. subhanallah!


Delegasi yanng terdiri dari 12 orang -muslim dan muslimah- itu sedang menggarap 4 projek dakwah untuk melayani kepentingan umat muslim di Sweden.


Projek pertama, pendidikan pemuda muslim, bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat Sweden.


Projek kedua, pendidikan Bahasa Arab bagi para imam, kerana generasi baru muslim Sweden tidak boleh berbahasa Arab.


Projek ketiga, peduli terhadap problematika lingkungann dan pelestariannya.


Projek keempat, dialog antara agama.


Projek-projek ini bertujuan untuk merubah pandangan masyarakat Sweden terhadap Islam, di mana mereka sebelumnya mengaggap Islam sebagai sumber masalah, merubahnya menjadi pengakuan bahwa Islam sebahagian dari agama-agama yang ada di tengah-tengah mereka. Penilian keliru masyarakat Sweden lantaran pemahaman mereka yang tidak benar tentang Islam.


Islam terhitung menjadi agama kedua di Sweden. Populasi muslim lebih dari setengah juta orang dari jumlah penduduk Sweden 8.5 juta orang.


Islam terbilang baru berkembang di Sweden, namun jumlah orang yang memeluk agama Islam terus bertambah banyak, terutama kerana komuniti muslim di sana tidak mendapatkan kekangan dalam menjalankan syiar dan simbol-simbol peribadatan Islam. Juga berdirinya masjid-masjid di seluruh penjuru kota di bawah undang-undang resmi yang diakui oleh parlimen Sweden, iaitu undang-undang kebebasan bergama, hak-hak pemeluk agama dalam menjalankan keyakinannya tanpa harus ada kekhawatiran sedikitpun meskipun bagi kelompok minoriti.


Di Ibu Kota Sweden ada 45 institusi Islam dan Islamic Centre, dan kota-kota besar terhitung ada 15 institusi Islam dan Islamic Centre. Begitu juga paling tidak ada 4 masjid utama di setiap kota besar.


Di Sweden digalakkan terjemah kandungan Al Qur’an, pembangunan masjid-masjid baru. Islam tersebar lebih banyak di kalangan perempuan, terutama lingkungan kampus dan golongan akademik. Penyebabnya adalah adanya ambivalensi di kalangan perempuan Eropah, di sisi lain perempuan muslimah Swedia mendapatkan kehormatan dan penerimaan yang utuh dari agama Islam dan komuniti muslim, yang tidak ada dalam agama-agama lain.


Muslimah Sweden mendirikan institusi khusus bagi para muslimah pada tahun 1984, pada saat Islam baru pertama kali berkembang di Sweden. Di organisasi ini aktivis muslimah melaksanakan kegiatan dakwah dan sosial di seluruh kota, berupa seminar, ceramah, kajian agama, muktamar Islam, bazar, stand amal, penyediaan perawat bagi anak-anak, pelatihan pendidikan anak, dan juga menyelesaikan masalah berkaitan Islam.


Disebutkan dalam sejarah, bahwa Islam masuk di Sweden pada tahun 50-an pada abad 20 M, dibawa oleh sedikit orang yang bisa dihutung dengan jari, kebanyakan mereka dari Asia Tengah, yang lari dari Komunisme, dan sebagian lain dari Palestin yang diusir oleh Israel dari negaranya.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...