Sunday, March 10, 2013

10 Penjaga Gol Terbaik Dunia sepanjang zaman


1.Dida (Brazil)


Selepas Claudio Taffarel, Dida menjadi penjaga gol baru Brazil yang dipertaruhkan dalam dunia bolasepak. Hal itu terbukti ketika dirinya menjadi penjaga gol pertama dari pasukan Samba yang tersenarai dalam calon pemenang Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.
Biarpun Dida telah memenangi Piala Dunia bersama Brazil, dan berbagai gelaran domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenali akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah ketika dia pura-pura jatuh dan terluka ketika disentuh oleh seorang penyokong Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.

2. Dino Zoff (Itali)


Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangi Piala Dunia. Selain itu, dia juga menjadi penjaga gol kedua yang menjadi kapten pasukan yang juara, dan juga terpilih menjadi penjaga gol terbaik.
Padahal di awal kariernya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus kerana dianggap kurang tinggi. Pada undian pendapat untuk mencari penjaga gol terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Bola sepak (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (England).


3. Edwin van der Sar (Belanda)


Saat van der Sar mengahalang tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menghantui pemain Chelsea ketika penentuan penalti. Hal itu kerana di pertandingan Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.
Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak bermain dengan pasukan Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya bersara setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai penjaga gol yang menjuarai Liga Champions bersama dua kelab yang berbeza, iaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.


4. Gianluigi Buffon (Itali)


Nilai perpindahan yang menjadikannya penjaga gol termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (gambar) menjaga gawang di padang. Selain itu, sederet gelaran individu yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.
Ketika di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak dibolosi satu gol pun selama 453 minit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon memenangi anugerah Lev Yashin Award sebagai penjaga gol terbaik sepanjang pertandinga tersebut.


5.Gordon Banks (England)


Banks menjadi pilihan pertama pengurus England Sir Alf Ramsey ketika Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia bolasepak lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Mexico.
Ketika England bertanding menentang Brazil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang England sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya kerana dia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.
Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebahagian ibu jarinya hingga bola itu melewati gol.
Dia tahu ia dapat menyentuh bola, namun berfikir bolanya masih melewati garis gol. Ia baru sedar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadium dan diselamatkan oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan bahawa penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.


6. Iker Casillas (Sepanyol)


Ia baru berusia 28 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi penjaga gol kedua yang bermain paling banyak bagi pasukan kebangsaan Sepanyol setelah Andoni Zubizarreta. Ketika Sepanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi penjaga gol pertama yang menjadi kapten pasukan juara pertandingan Eropah.
Walaupun dia baru bermain di pasukan senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah kendaliannya. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi penjaga gol paling muda yang tampil di final Liga Champions ketika Real Madrid mengalahkan Valencia 3-0.


7. Lev Yashin (Soviet Union)


Pemain legenda ini merupakan penjaga gol yang berada di senarai paling atas dalam undian pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan sukannya dan juga postur tubuhnya yang membuatkan gentar para pemain penyerang lawan. Ia mendapat julukan Labah-Labah Hitam kerana selalu mengenakan pakaian hitam dan juga kerana kehebatannya menepis sepakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki lapan tangan. Penggunan namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi penjaga gol terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan bola sepak dunia terhadap prestasinya


8. Peter Schmeichel (Denmark)


Tinggi besar, rambut perang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu muncul di fikiran bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan pasukan kebangsaan Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
Tindakan refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerang langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi pasukan yang mendominasi Liga Primier Inggeris di era 90an.


9.Peter cech ( Ceko )


Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primier selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari sentuhan hebat Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah sentuhan The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes.
Ketika Cech harus berehat selama tiga bulan akibat pertembungan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelaran Liga Primier. Insiden tersebut membuatkan Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.
Cech menjadi penjaga gol terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat kesalahan mudah di Euro 2008 ketika menentang Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama Republik Cech dan juga Stamford Bridge.


10. Rinat Dasayev (Soviet Union)


Jika tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, boleh jadi pasukan Soviet Union yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya pertandingan di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.
Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai penjaga terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi pasukan kebangsaan Soviet hingga bersara di tahun 1990.
Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium ketika final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke padang. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moscow.

credit kaskus.us

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...