Bendera Kesultanan Kubu
1772 Kesultanan Kubu ditubuhkan.
4 Jun 1823 - 1949 Dutch
protectorate.
pemerintah(gelaran Tuan)
1)1772 - 1795
Saiyid `Aydarus Al `Aydarus
(b. 17.. - d. 1795)
2)1795 - 7 Jun 1829
Saiyid Muhammad bin `Aydarus Al
`Aydarus
(b. 17.. - d. 1829)
3) 7 Jun 1829 - 2 Feb 1841 Saiyid
Abdul Rahman bin Muhammad
Al `Aydarus
(d. 1841)
4) 2 Feb 1841 - 19 Sep 1864 Saiyid Ismail
bin Abdul Rahman
Al `Aydarus
(d. 1864)
5)19 Sep 1864 - 4 Nov 1900 Saiyid Hasan
bin Abdul Rahman
Al `Aydarus
(d. 1900)
6) 4 Nov 1900 - Apr 1911
Syarif Abbas Al `Aydarus
(b. 1853 - d. 19..)
7)26 Sep 1911 - 11 Apr 1921 Syarif Zainul
Idris ibni al-Marhum
Syarif Ismail
(b. 1851 - d. 19..)
8)16 Jun 1921 - 23 Nov 1943 Syarif Salih
bin Syarif Idris
Al `Aydarus (regent to Sep 1921)
(b. 1881 - d. 1944)
9)1943 - 1958
Syarif Hasan bin Zain
Kerajaan Kubu adalah sebuah
Kerajaan yang diperintah oleh Seorang Yang Di Pertuan Besar yang pernah
Berdiri dalam wilayah yang sekarang terletak di wilayah
Kabupaten Kubu Raya ,
Kalimantan Barat .
Sejarah
Sejarah Kerajaan Kubu memiliki kaitan yang Erat dengan Sejarah Kesultanan Pontianak. Sejarahnya berkait rapat berhutang budi kepada sekelompok kecil pedagang dan Saudagar
Arab yang Singgah dari SANAA atas kemunculan serta tegaknya kedua Kerajaan
tersebut pada awalnya. iaitu ketika 45 Pelayar Arab yang berasal dari daerah
Hadramaut
di Selatan Jazirah Arab, yang pada mulanya bertujuan untuk mencari keuntungan dengan berdagang di Lautan Timur-jauh (Asia) berlabuh
di SANA. Leluhur dan Tuan Besar (Raja) Kerajaan Kubu pertama, iaiitu Syarif Idrus
Al-Idrus , adalah menantu dari Tuan Besar (Panembahan) Mampawa (Mempawah). Ia Syarif Idrus juga merupakan ipar dari Sultan pertama Kesultanan Pontianak (Al-Qadri). Pada awalnya Beliau Syarif Idrus membina perkampungan di dekat muara Sungai Terentang, barat-daya berdekatan Kalimantan.
SEBAGAIMANA Keluarga sepupunya (Al-Qadri), Keluarga Syarif Idrus
Al-Idrus (Idrusi) Tumbuh menjadi Keluarga yang kaya-raya melalui
Perdagangan yang Maju. Mereka membina Perhubungan yang baik dengan Kerajaan Inggeris Raya, pada masa Pemerintahan
Gabernor Jeneral Sir Thomas Stamford Raffles (yang membina Singapura), Raffles ditugaskan di Hindia Belanda. Perhubungan ini
berlanjutan hingga setelah kembalinya Belanda ke Indonesia (Hindia
Belanda) dan dirintisnya adanya pembangunan pembukaan Singapura.
Bagaimanapun juga, Perhubungan ini tidak disukai oleh Kerajaan Belanda,
yang secara rasmi mereka mengendalikan Pulau Kalimantan berdasarkan
kontrak perjanjian bangsa-bangsa yang ditetapkan pada tahun 1823. beberapa Keluarga Al-Idrus sempatkan juga mengalami perubahan Kesejahteraan Hidup menjadi sengsara pada masa itu. Mereka
ada yang meninggalkan Kalimantan demi menjauhi Sikap Buruk Belanda di
daerah Serawak, Mana yang waktu itu menjadi daerah wilayah Kerajaan
Inggeris Raya, demi Harapan yang lebih baik akan Perkara ini dalam
Perdagangan. Sedangkan Keluarga Al-Idrus yang memilih
bertahan di Kubu, bagaimanapun juga, tak jua mendapatkan Kehidupan serta
perlakuan yang lebih baik dari pemerintah Belanda.
Menurut Staatsblad van Nederlandisch indie tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam Wester-afdeeling berdasarkan
Bêsluit van den Menteri van Staat, Gouverneur oleh Ketua van Nederlandsch-Indie , pada 27 Ogos 1849, No 8
[2]
Pemerintah Belanda menurunkan Syarif Abbas Al-Idrus dari jawatan Tuan
Besar Kerajaan Kubu atas sokongan sepupunya, Syarif Zainal Al-Idrus
ketika terjadi perebutan jawatan Raja pada tahun 1911 . Justru
ia akhirnya terbukti menemui kesulitan dalam Pemerintahan serta
diturun-tahtakan dengan tanpa memiliki pewaris / GANTIAN yang jelas,
lapan tahun kemudian. Tidak adanya Pewaris takhta, Baru ditetapkan dan disahkan setelah beberapa tahun kemudian. sehingga pegawai Kerajaan yang ada selama kurun waktu itu hanyalah (pemerintah sementara).
Setelah beberapa lama, akhirnya Syarif Shalih, mendapatkan Kehormat
agung dari menjabat sebagai Raja, tetapi kemudian ditahan pada Kedatangan Tentera Jepun di Mandur, pada tahun 1943.
Dewan Kerajaan dan Keluarga Bangsawan tak semudah itu menyutujui Pergantian Kerajaan kepada Syarif Shalih. Hingga
akhirnya Justru Jepun menempatkan putra bungsu Raja terdahulu iaitu
Syarif Hasan, sebagai Pemimpin Dewan Kerajaan akan tetapi belum sempat
terjadi kerana Jepun terlebih dulu kalh pada PD II dan meninggalkan
Indonesia. Ia Justeru baru menerima pensijilan sebagai
Pemimpin Kerajaan (Tuan Besar) Kubu pada tahun 1949, setelah Pemerintah
Indonesia terbentuk. Kerajaan Kubu itu sendiri akhirnya berakhir dan menghilang ketika dihapus oleh Pemerintahan Republik Indonesia pada tahun 1958.
Sayyid Idrus bin Sayyid 'Abdu'l Rahman al-Idrus, Tuan Besar Kubu (1772 - 1795)
Sayyid Idrus bin Sayyid 'Abdu'l Rahman al-Idrus, Tuan Besar Kubu (
tahun 1772 -
1795 ) - (lahir di Dukhum
Hadramaut Yaman , Nota Sejarah menyatakan Beliau pernah Singgah di
Batavia Bersama Al-Habib Husain bin Abubakar al-Idrus - makamnya di Keramat
Luaran Batang ,
Jakarta Utara ) - membina perkampungan Arab di pesisir Sungai Terentang, Mana yang menjadi pengasas dan pendiri Kerajaan Kubu pada tahun
1772 . Gelar
Sayyid atau Habib atau Syarif yang disandang beliau menandakan bahwa
beliau termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyid Al-Imam
Husain ra.
Beliau Syarif Idrus menikahi putri HH Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri
Susuhanan Mahmud Badaruddin I Jayawikrama Candiwalang kalifat
ul-Mukminin Sayyidul-Iman ,
Sultan Palembang , pada tahun
1747 . Syarif Idrus wafat pada tahun
1795 , penerus Beliau:
- Syarif Muhammad bin Syarif Idrus al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu - lihat bawah.
- Syarif Alawi bin Syarif Idrus al-Idrus, Tuan (Raja) Ambawang (Kerajaan kecil bahagian dari Kerajaan Kubu). Ia menjadikan mencoba Ambawang sebagai Kerajaan yang terpisah dari Kubu pada tahun 1800 akan tetapi tidak diijinkan oleh Pemerintah Belanda yang dideklarasikan pada tahun 1833 sebagai Kerajaan terpisah. Ia wafat di Ambawang.
- Syarif Abdurrahman bin Syarif Idrus (Raja / Tuan Besar I Kubu) Al-Idrus. Syarif
Abdurrahman bin Syarif Idrus Al-Idrus ini menikahi Syarifah Aisyah
Al-Qadri yang merupakan putri dari Sultan Syarif Abdurrahman bin Husein
Al-Qadri (Sultan I Kesultanan Pontianak di Kalimantan Barat). Berputra Sultan Syarif Ali Al-Idrus yang hendak membina Kerajaan Sabamban di Angsana (sekarang masuk wilayah Keramat meludahnya, Kabupaten Tanahbumbu - Kalimantan Selatan - Indonesia). Pangeran Syarif Ali Alaydrus
menjabat sebagai Raja Sabamban hingga akhir hayatnya. Jadi
Keluarga Pangeran Syarif Ali mempertemukan dua jalur kebangsawanan
Kalimantan, dari jalur Kerajaan Kubu (Al-Idrus) dan Kesultanan
Pontianak (Al-Qadri).
- Syarif Mustafa bin Syarif Idrus al-Idrus (Tuan Besar Kubu).
- Syarifa Muzayanah [Makam Menjina] binti Syarif Idrus al-Idrus (Tuan Besar Kubu). Lahir pada 1748 (putri dari Putri Kerajaaan Palembang).
- Syarif Muhammad ( 1795 - 1829 ) Ibni al-Sultan Syarif Idrus al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu.
Kerajaan Sabamban
Syarif Ali Al-Idrus, pendiri Kerajaan Sabamban yang merupakan Cucu dari
Raja (Tuan Besar) Kubu-Syarif Idrus Al-Idrus ini, pada awalnya menetap
di daerah Kubu-Kalimantan Barat (Bersama Keluarga bangsawan Kesultanan
Kubu). Pada masa itu Beliau telah memiliki satu istri dan
berputra dua orang yaitu: Syarif Abubakar Al-Idrus dan Syarif Hasan
Al-Idrus. Karena ada suatu Konflik kekeluargaan, akhirnya
Syarif Ali Al-Idrus memutuskan untuk hijrah / Pindah ke Kalimantan
Selatan dengan meninggalkan istri dan kedua putranya yang masih tinggal
di Kesultanan Kubu, melalui Sepanjang Sungai Barito hingga sampai di
daerah Banjar.
Di daerah Banjar tersebut, beliau hendak membina Kerajaan Sabamban dan
menjadi Raja yang Pertama, bergelar Pangeran Syarif Ali Al-Idrus. Pada
saat beliau menjadi Raja Sabamban ini, Beliau menikah lagi dengan 3
(tiga) Wanita; Yang pertama dari Putri Sultan Adam dari Kesultanan
Banjar di Kalimantan Selatan, yang kedua dari Bugis (Putri dari Sultan
Bugis di Sulwesi Selatan), yang bagi ketiga dari Tulang ( Putri dari
Sultan Bone di Sulawesi Selatan). Pada saat beliau telah
menjabat sebagai Raja Sabamban Inilah, kedua putra beliau dari Istri
Pertama di Kubu-Kalimantan Barat , Syarif Abubakar dan Syarif Hasan
menyusul Beliau ke Angsana - Kerajaan Sabamban (Lansekap Sabamban), dan
menetap Bersama Ayahandanya.
Dari bagi ketiga istri beliau di Banjar Kalimantan Selatan serta satu
Istri beliau di Kubu-Kalimantan Barat tersebut, Pangeran Syarif Ali
Alaydrus memiliki 12 (duabelas) putra. Putra-putra beliau : Dari Isteri Pertama (Kubu-Kalimantan Barat):
- Syarif Hasan bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus, putra
beliau: Pangeran Syarif Qasim Al-Idrus, Raja II Sabamban menjabat
sebagai Raja setelah sepeninggal datuknya ,Pangeran Syarif Ali bin
Syarif Abdurrahman Al-Idrus, hingga akhirnya Kerajaan Sabamban ini
hilang dari bumi Kalimantan Selatan .
- Syarif Abubakar bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
Dari Isteri ke-dua, Putri
Kesultanan Banjar , Isteri ke-tiga (Putri Sultan Bugis) dan Isteri ke-empat (Putri Sultan Bone), menurunkan putra-putra beliau:
- Syarif Musthafa bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus,
- Syarif Thaha bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus,
- Syarif Hamid bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Ahmad bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Muhammad bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Umar bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Thohir bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Shalih bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus
- Syarif Ummaiyyah bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus dan
- Syarif Husein bin Sultan Syarif Ali Al-Idrus.
Setelah wafatnya Sultan Syarif Ali Al-Idrus, Jabatan Sultan tidak
Disandang oleh putra-putra beliau, akan tetapi yang menjadi Sultan II
Sabamban adalah Justeru Cucu beliau , Sultan Syarif Qasim Al-Idrus,
putra dari Syarif Hasan (Syarif Hasan adalah putra Sultan Syarif Ali
Al-Idrus dari Isteri Pertama / Kubu, waktu Syarif Ali masih menetap di
Kubu-Kalimantan Barat).
Jadi Sepanjang sejarahnya, Kesultanan Sabamban ini hanya dijabat oleh
dua Sultan saja, pendirinya Sultan Syarif Ali Al-Idrus sebagai
Sultan I dan Cucu beliau sebagai Sultan II Sabamban , Sultan Syarif
Qasim Al-Idrus.
Sementara itu, setelah tidak adanya lagi Kesultanan Sabamban tersebut,
anak-Cucu Keluarga bangsawan dari keturunan Sultan Syarif Ali Al-Idrus
ini, menyebar ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan pada Umumnya dan ada
yang hijrah ke Malaysia, Filipina, tanah Jawa dan di Hemisfera lain
Nusantara hingga saat ini.
Syarif Muhammad (1795 - 1829)
Syarif Muhammad (
1795 -
1829 ) Ibni al-Sultan Syarif Idrus al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Menggantikan Ayahandanya yang meninggal dunia pada
1795 . Menerima Perlindungan dari
Belanda jam ia bersetuju kontrak perjanjian dengan Pemerintah Belanda (Hindia Belanda),
4 Jun 1823 . Ia meninggal pada
7 Jun 1829 , memiliki keturunan, tiga putra:
- Syarif 'Abdul Rahman bin Syarif Muhammad al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu
- Syarif Taha bin Syarif Muhammad al-Idrus, Kampung Sungai Pinang.
- Syarif Mubarak bin Syarif Muhammad al-Idrus. Menggantikan kakaknya sebagai Pemimpin di Kampung Sungai Pinang.
Syarif 'Abdul Rahman (1829 - 1841)
Syarif 'Abdul Rahman (
1829 -
tahun 1841 ) Ibni al-Sultan Syarif Muhammad al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Menggantikan Ayahandanya yang meninggal pada
7 Jun 1829 . Menikahi Syarifa Idja. Ia meninggal pada
2 Februari 1841 , memiliki keturunan:
[3]
- Syarif Ismail bin Syarif 'Abdu'l Rahman al-Idrus, Yang di-Pertuan Kubu - lihat bawah.
- Rahman Syarif Hasan bin Syarif 'Abdul al-Idrus, Yang di-Pertuan Kubu - lihat bawah.
- Syarif Kasim bin Syarif 'Abdu'l Rahman al-Idrus. menikahi putri dari Pangeran Syarif Hamid, Batavia. Ia memilki, Seorang putra:
- Syarif Ismail bin Syarif Kasim al-Idrus.
- Syarif Aqil bin Syarif 'Abdu'l Rahman al-Idrus. Menikahi Syarifa Jara. Ia memiliki keturunan:
- 'Abdul Rahman bin Syarif Syarif Akil al-Idrus. Menikahi
Syarifa Piah Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus, putri kedua
dari Syarif Hasan bin Syarif' Abdu'l Rahman al-Idrus, Yang di-Pertuan
Besar Kubu. Ia memiliki, dua anak.
- Syarif Hamid bin Syarif Akil al-Idrus. Menikahi Syarifa Kamala.
- Syarifa Saha binti Syarif Akil al-Idrus. Menikah
dengan Syarif Umar Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus, Putra
ke-empat Syarif Hasan bin Syarif' Abdu'l Rahman al-Idrus, Yang
di-Pertuan Kubu. Ia memiliki dua anak - lihat bawah.
- Syarifa Bunta binti Syarif Akil al-Idrus.
- Syarifa Saida binti Syarif 'Abdu'l Rahman al-Idrus. Menikah dengan Syarif Muhammad Ba-Hasan, dan memiliki keturunan:
- Syarifa Saha binti Syarif Muhammad Ba-Hasan. Menikah dengan Syarif Umar Al-Qadri, Pontianak.
- Syarifa Nur binti Syarif 'Abdu'l Rahman al-Idrus. Menikah dengan Syarif Alawi, memiliki keturunan dua putra:
- Syarif 'Abdu'llah bin Syarif Alawi. Menikah dengan Syarifa Saliha, memiliki dua anak.
- 'Abdul Rahman bin Syarif Syarif Alawi.
Syarif Ismail (1841 - 1864)
Syarif Ismail (
1841 -
tahun 1864 ) Ibni al-Sultan Syarif 'Abdul Rahman al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Menggantikan Ayahandanya yang meninggal pada
2 Februari 1841 , dilantik pada
28 Mei 1841 . Memiliki
beberapa istri, termasuk (yang pertama) Tengku Embong binti al-Sultan
Tengku Besar Anum (DSP), Putri bungsu dari HH Tengku Besar Anum Ibni
al-Sultan Sultan 'Abdu'l Jalil Shah,
Panembahan SUKADANA
, dengan istri keduanya, Tengku Jeba binti Tengku Ja'afar, Putri tertua
dari Tengku Ja'afar bin Tengku Musa, Tengku Panglima Besar
Karimata . Syarif Ismail juga menikahi (yang kedua) Syarifa Zina.
Beliau meninggal
19 September 1864 , memiliki keturunan, 4 laki-laki dan 8 perempuan:
- Syarif 'Abdul Rahman Ibni al-Sultan Syarif Ismail ( Putra Mahkota ) menikahi Syarifa Amina. Ia hilang pada masa menuju ke Sarawak (diperkirakan meninggal Dunia), pada 1866.
- Syarif Muhammad Zainal Idrus Ibni al-Sultan Syarif Ismail, Tuan Kubu - lihat bawah.
- Syarif Said Ibni al-Sultan Syarif Ismail. Menikahi Syarifa Zina, dan memiliki dua anak.
- Syarif 'Ali Ibni al-Sultan Syarif Ismail. Menikahi Syarifa Marian.
Anak perempuan:
- Syarifa Nur binti al-Sultan Syarif Ismail. Dia meninggal sebelum tahun 1903.
- Syarifa Dara binti al-Sultan Syarif Ismail, menikah
dengan sepupunya, Syarif 'Ali Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus,
Bungsu Syarif Hasan Putra Ibni al-Sultan 'Abdu'l Rahman Syarif
al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Ia memilki, 3 anak - lihat bawah.
- Syarifa Fatima binti al-Sultan Syarif Ismail.
- Syarifa Amina binti al-Sultan Syarif Ismail.
- Syarifa Rola binti al-Sultan Syarif Ismail. menikah dengan Syarif Mahmud, dan memiliki 3 anak.
- Syarifa Zina binti al-Sultan Syarif Ismail. menikah dengan Syarif Mansur, dan memiliki 1 anak.
- Syarifa Talaha binti al-Sultan Syarif Ismail.
- Syarifa Mariam binti al-Sultan Syarif Ismail.
Syarif Hasan (1864 - 1871)
Syarif Hasan (
tahun 1864 -
1871 ) Abdul Rahman Ibni al-Sultan Syarif 'al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Menggantikan Kakak tertuanya pada
19 September 1864 . dilantik pada
5 Mac 1866 . Rasmi memegang jawatan Tuan Kubu mulai
7 Julai 1871 . menikah dengan Syarifa Isa. Ia meninggal pada
4 November 1900 , memiliki 13 putra dan 6 putri
Putera:
- Syarif Muhammad Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. Lahir sebelum tahun 1862.
- Syarif 'Ali Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus. Lahir sebelum tahun 1862. Ia meninggal pada waktu muda.
- Syarif 'Abbas Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu - lihat bawah.
- Syarif 'Abdu'llah Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus. Lahir pada tahun 1870. menikah dengan Syarifa Selina, dan memiliki lima anak.
- Syarif Yasin Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. Lahir tahun 1872. menikah dengan Syarifa Muna, dan memiliki keturunan, 4 anak.
- Syarif 'Umar Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus. menikah dengan Syarifa Saha binti Syarif Akil al-Idrus, putri tertua Syarif Akil bin Syarif 'Abdul Rahman al-Idrus. Ia memilki, dua anak.
- Syarif Kasim Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. DH Kubu, MBR. Cncl itu. Regency (Anggota Majlis Rakyat Kabupaten / DPRD) 1.919-1.921. menikah dengan Syarifa Kamariah. Ia meninggal pada 16 Jun 1921.
- Syarif Taha Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarifa Darah, dan memiliki keturunan, 2 anak.
- Syarif Usman Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarifa 'Isa al-Idrus.
- Syarif Sajaf Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
- Syarif Husain Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
- Syarif 'Ali Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus. menikah
dengan sepupunya, Syarifa Dara, Putri kedua Syarif Ismail Ibni
al-Sultan 'Abdu'l Rahman Syarif al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu.
- Syarif Zaman [Seman] Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
Puteri:
- Syarifa Shaikha binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
- Syarifa SIPA binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarif 'Abu Bakar, dan memiliki keturunan, 2 anak.
- Syarifa Piah binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarif 'Abdul Rahman bin Syarif Akil al-Idrus, Putra tertua Syarif Akil bin Syarif' Abdu'l Rahman al-Idrus. Ia memilki, dua anak - lihat atas.
- Syarifa Talaha binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarif Kechil, dan memiliki keturunan 2 anak.
- Syarifa Saida binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus. menikah dengan Syarif Muhammad, dan memiliki keturunan dua anak.
- Syarifah Mani binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
- Syarifa Kembong binti al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus.
Syarif 'Abbas (1900 - 1911)
Syarif 'Abbas (
1900 -
1911 ) Ibni al-Sultan Syarif Hasan 'Ali al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu. Lahir
1853 , Pendidikan Terperinci. Menggantikan Ayahandanya yang meninggal pada
4 November 1900 . Dilantik pada
6 Ogos 1901 . Diturunkan dari tahtanya pada
April 1911 . memiliki beberapa isetri, termasuk Syarifa Kamariah. . Ia memiliki dua putra dan 10 putri
Putera-putera:
- Syarif 'Abdul Rahman Ibni al-Sultan Syarif' Abbas al-Idrus. Lahir 1903 . Ia meninggal pada usia muda ..
- Syarif Ahmad Ibni al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus [Wan Sulung]. Ia terbunuh pada 1906 .
Puteri-puteri:
- Syarifa Inah binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus.
- Syarifa Zubaida binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif Mahmud, dan memiliki keturunan tiga anak.
- Syarifa Kamala binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif Hamid, dan memiliki satu anak.
- Syarifa Buntat binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif Kasim, dan memiliki satu anak.
- Syarifa Isa binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus.
- Syarifa Tura binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif Muhammad Zainal Idrus Ibni al-Sultan Syarif Ismail al-Idrus, Tuan Besar Kubu (Lahir pada 1851 ), kedua Syarif Ismail Putra Ibni al-Sultan Syarif 'Abdul Rahman al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu.
- Syarifa Nur binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif Muhammad [Mo] al-Idrus, dan memiliki satu anak.
- Syarifa Saliha binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus. menikah dengan Syarif 'Umar al-Idrus.
- Syarifa Kuning binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus.
- Syarifa Kebong binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus.
Syarif Muhammad Zainal Idrus (1911 - 1921)
Syarif Muhammad Zainal Idrus (
1911 -
tahun 1921 ) Ibni al-Sultan Syarif Ismail al-Idrus, Tuan Besar Kubu. Lahir
tahun 1851 , Putra kedua Syarif Ismail Ibni al-Sultan 'Abdu'l Rahman Syarif al-Idrus, Yang di-Pertuan Besar Kubu, Pendidikan Tinggi. Dipilih oleh
Belanda untuk menggantikan sepupunya yang diturun-tahtakan sebelumnya pada
26 September 1911 . Dilantik pada
15 Januari 1912 . Menyerahkan menyerahkan sewewenang
Kesultanan kepada
Dewan Kabupaten pada
1919 . di-Turun-tahtakan tanpa adanya pilihan GANTIAN pada
11 April 1921 . Memiliki
3 isteri, termasuk Syarifah Tura binti al-Sultan Syarif 'Abbas al-Idrus,
Putri ke-enam Syarif Abbas Ibni al-Sultan Syarif Hasan' Ali al-Idrus,
Yang di-Pertuan Besar Kubu. Ia memiliki,
7 putra :
- Syarif Mustafa Ibni al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus.
- Syarif Akil [Agel] Ibni al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus. Lahir 1877 , Pendidikan Terperinci. Menikah dengan putri Syarif Said al-Idrus pada 1900 . Ia memiliki 3 putra:
- Syarif 'Usman Ibni al-Sultan Syarif Akil al-Idrus.
- Syarif Tani Ibni al-Sultan Syarif Akil al-Idrus.
- Syarif Mohsen [Mukhsin] Ibni al-Sultan Syarif Akil al-Idrus.
- Syarif Ja'afar Ibni al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus.
- Syarif Husain Ibni al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus (putra dari istri pertama).
- Syarif Hasan Ibni Syarif al-Sultan Muhammad Zainal Idrus al-Idrus, Tuan Besar Kubu (putra dari istri kedua) - lihat bawah.
- Syarif 'Ibni Usman al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus (putra dari istri ke-tiga).
- Syarif Salim Ibni al-Sultan Syarif Muhammad Zainal Idrus al-Idrus.
Syarif Salih (1921 - 1943)
Syarif Salih (
1921 -
1943 ) Ibni al-Sultan Idrus al-Idrus, Tuan Besar Kubu. Lahir 1881, Pendidikan khusus. Dipilih oleh
Belanda , Bersama
Dewan Kesultanan , Dikenali sebagai Kanan MBR. Cncl itu. Regent
1919 (Anggota Senior Dewan Rakyat Kabupaten). Menjadi
Pembantu maju pada
16 Jun 1921 . Dikenali sebagai melakukan Sementara Kesultanan, pada
September 1921 . Dilantik pada
7 Februari 1922 . Ditangkap oleh
Jepun pada
23 November 1943 . Menerima: KNT. Order of Orange-Nassau (1940/08/17) gelar Ksatria-Bangsawan dari Kerajaan Belanda (
17 Ogos 1940 ), dan Lesser Golden Star untuk Kesetiaan dan Merit (gelar pengabdian dan Perkhidmatan penterjemahan Luaran Biasa dari
Kerajaan Belanda ). Ia dibunuh (dipancung) oleh Tentera Jepun di
Mandur pada
28 Jun 1944 , memiliki dua putra:
- Syarif Yahya Ibni al-Sultan Syarif Salih al-Idrus. Ia memiliki putra:
- Syarif Syarif Hamid bin Yahya al-Idrus.
- 'Abdul Rahman bin Syarif Syarif Yahya al-Idrus.
- Syarif Syarif Husain bin Salih al-Idrus. Dikecualikan daripada penggantian kerana ketidakupayaan mental dan fizikal. Ia memiliki Seorang anak:
- Syarif Yusuf bin Syarif Husain al-Idrus. (Mbr. Cncl itu. Kabupaten (Anggota Senior Dewan Rakyat Kota) 1946 ).
Syarif Hasan (1943 - 1958)
Syarif Hasan (
1943 -
1958 ) Ibni Syarif al-Sultan Muhammad Zainal Idrus al-Idrus, Tuan Besar Kubu, Pendidikan:
Pontianak NYA . Menjadi Ketua bestuur comite oleh
Jepun pada tahun
1943 . Dilantik sebagai Pemimpin Dewan Rakyat Daerah (Cncl. Kabupaten / DPRD) pada
1946 . Baru terpilih sebagai ketua monarki pemerintahan sendiri (Pemimpin Kerajaaan-Kerajaan di Indonesia) pada
16 ogos 1949 . Diturunkan dari tahtanya jam Kesultanan Kubu dihapus oleh Pemerintah
RI pada tahun
1958 .
Nasab Bani Alawi al-Husaini
Bani Alawi
ialah gelar Marga yang diberikan kepada mereka yang nasab-nya
bersambung kepada Sayyid Alawi bin Ubaidullah (Abdullah) bin Ahmad bin
Isa Al-Muhajir. Ahmad bin Isa Al-Muhajir telah meninggalkan Basrah di
Iraq Bersama Keluarga dan pengikut-pengikutnya pada tahun 317H/929M untuk berhijrah ke
Hadhramaut
di Yaman Selatan. Cucu Ahmad bin Isa yang bernama Alawi, merupakan orang pertama yang Dilahirkan di Hadramaut. Oleh itu anak-Cucu Alawi digelar Bani Alawi, yang bermakna "Keturunan Alawi". Panggilan
Bani Alawi atau
Ba'Alawi
juga ialah bertujuan memisahkan kumpulan KELUARGA ini daripada
cabang-cabang Keluarga yang lain yang juga keturunan dari Nabi Muhammad
SAW.
Bani Alawi (Ba 'Alawi) juga dikenali dengan kata-nama
Sayid (jamaknya: Sadah) atau
Habib
(jamaknya: Haba'ib) atau Syarif (jamaknya: Asyraf, khusus bagi bangsawan / ningrat-nya). Untuk kaum wanitanya Dikenali juga dengan sebutan
Syarifah . Keluarga yang bermula di Hadhramaut di negara
Yaman
ini, telah berkembang dan menyebar, dan saat ini banyak di antara
mereka yang menetap di segenap pelosok Dunia baik Arab, Indonesia, Asia
Tenggara, India, Afrika dan lainnya.
Gelar dan Istilah
Putra Mahkota / Pangeran: Syarif (atau Sayyid) (nama peribadi) Ibni
al-Sultan Syarif (atau Sayyid) (nama bapaknya) Al-Idrus (nama Marga /
Keluarga), Tuan Besar Kubu (aslinya: Yang di-Pertuan Besar).
laki-laki Anggota Keluarga Kesultanan yang lain, keturunan pada Garis
Bapak: Syarif (atau Sayyid) (nama peribadi) Ibni Syarif (atau Sayyid)
(nama bapaknya) Al-Idrus (nama Marga / Keluarga).
Anggota Wanita Keluarga Kesultanan, keturunan pada Garis bapak: Syarifah
(nama peribadi) binti Syarif (atau Sayyid) (nama bapaknya) Al-Idrus
(nama Marga / Keluarga).
Aturan Suksesi (Pergantian)
Pemilihan Raja dijalankan oleh Dewan Kesultanan (Majlis Negeri) dan
Anggota Senior dari Keluarga kebangsawanan yang menjabat Mufti / Qadhi
(Ketetapan House).
Sumber
- Maktab Ad-Daimy, Badan pengumpulan nasab Bani Alawi -
Al-Husaini, Rabithah Alawiyah Pusat, Jakarta-Indonesia, Attn: Habib
Zainal Abidin Seggaf As-Seggaf (Ketua) dan Habib Abubakar Seggaf
As-Seggaf (giat), Buku Data nasab Bani Alawi Al-Husaini, No 1, hlm. 149, (Jakarta: Maktab ad-Daimy), 1997
- Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Pasukan
Penulis panitia Muktamar ke-10 Jam'iyah Ahli Al Thariqah Al-Mu'tabarah
An-Nahdliyah 1426H/2005 M - Pekalongan, Mengenal Thariqah - Tutorial
Pemula Mengenal Jalan Menuju Allah; Bab Akhir , Sekilas Perihal Thariqah
Alawiyah, (Jakarta: Fleet Sains), 2005
- http://www.asyraaf.org (kajian Kitab Al-Mu'Jamul Lathif 140-141 halaman, tentang Qabilah Marga Al-Idrus)
- Al-Habib Muhammad bin Abubakar Asy-Syalli Ba-'Alawy,
As-Syaikh Abdullah Al-Akbar Al-Idrus dalam Al-Masyra' Ar-Rawiy fi
Manaqib As-Sadah Al-Kiram Bani Alawiy, tt
- Sayyid Ahmad bin Muhammad As-Syathiri, Sirah As-Salaf
Min Bani 'Alawiy Al-Husainiyin, (Jeddah: dicetak oleh Alam Ma'rifah),
1405H/1984
- Prof Dr Terusir, Soal Jawab Agama Islam, (Kuala Lumpur: Pustaka Melayu Baru), 1978.
- Ronald Lewcock, Wadi Hadhramaut dan Kota Walled Shibam, UNESCO, 1986
- Daniel van der Meulen dan H. Von Wissmann, Hadramaut Sebahagian Misteri Its Diumumkan
- JPJ Barth, Overzicht der afdeeling Soekadana, van Verhandelingen het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en wetenschappen. Deel L, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Albrecht & Co, Batavia, 1897.
- JJK Enthoven, bijdragen tot de Geographie van Borneo Wester-afdeeling. EJ Brill, Leiden, 1903.
- H. von Dewall, "Matan, Simpang, Soekadana, de
Karimata-eilanden en Koeboe (Wester-afdeeling van Borneo)", Tijdschrisft
voor Living Taal-, Land-en Volkenkunde, Deel XI, Vierde Divisi Deel II,
Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Batavia, 1862.
Nota kaki
Pautan luar