Showing posts with label KEBANGKITAN ISLAM DI EROPAH. Show all posts
Showing posts with label KEBANGKITAN ISLAM DI EROPAH. Show all posts

Monday, August 12, 2013

Kosovo, Kembalinya Bangsa yang Hilang


PDF Print E-mail
Kosovo, Kembalinya Bangsa yang Hilang
Fiqhislam.com - Dunia kembali menorehkan sejarah baru. Ahad, 17 Februari 2008, seluruh bangsa di dunia menjadi saksi lahirnya negara Muslim pertama di benua Eropa bernama Kosovo.

Pejuangan Muslim Kosovo yang berliku nan terjal—penuh airmata dan darah—itu akhirnya berbuah kedaulatan dan kemerdekaan. Dunia pun menyambut kehadiran negara Muslim itu.

Lalu bagaimanakah Islam menancapkan pengaruhnya di Kosovo hingga mampu bertahan sampai sekarang?

Sejarah mencatat, jejak peradaban di Kosovo telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Masyarakat Kosovo kuno dikenal dengan sebutan Dardania. Sumber-sumber sejarah menyebutkan, Kerjaaan Dardania telah berdiri di awal abad ke-4 SM.

Sejarawan Roma dan Yunani melukiskan, masyarakat Kosovo pada era itu adalah para pekerja keras, murah hati, dan memiliki peradaban yang sudah maju. Raja Longarus, Monunius, dan Bato merupakan penguasa Dardania terkemuka yang kerap berperang dengan bangsa Macedonia. Kerajaan itu pun seringkali memenangkan pertempuran.

Wilayah Dardania atau Kosovo begitu menggiurkan, lantaran kaya akan sumber emas. Tulisan-tulisan kuno menggambarkan Dardania sebagai sentra produsen perhiasan. Tak heran, bila kemudian wilayah itu selalu menjadi incaran.

Imperium Romawi menaklukkan wilayah itu pada akhir abad ke-1 SM. Pada masa kekuasaan Kaisar Aleksander Agung, agama Kristen mulai menyebar dan mengakar.

Ketika bangsa Barbar melakukan invasi antara abad ke-5 M hingga ke-8 M, Dardania justru menjadi ‘surga’ yang aman bagi perkembangan bahasa dan budaya Illyrian—warisan Romawi.

Konstelasi kekuasaan di Dardania kembali berubah antara abad ke-9 hingga abad ke-11. Pada saat itu, dominasi Kekaisaran Byzantium diambil alih Kerajaan Bulgaria dan tak lama kemudian berpindah lagi ke pelukan Byzantium.

Pada tahun 1190 M, bangsa Serbia di bawah kekuasaan Dinasti Nemanjic menginvansi Kosovo dan menguasai wilayah itu hampir selama dua abad. Kekuasaan Serbia atas Kosovo berakhir ketika pasukan tentara Kerajaan Usmani atau Ottoman Turki melebarkan sayap kekuasaannya ke wilayah Tenggara Eropa pada 1389 M.
Dalam Perang Kosovo Polje, koalisi tentara Kristen termasuk etnis Albania, Bosnia dan Hunggaria yang dipimpin pangeran Serbia, Lazar Hrebljanovic, tak mampu membendung gempuran Kerajaan Usmani.

Mulai 1455 M, Dinasti Usmani secara resmi menguasai wilayah Kosovo. Kehadiran Kerajaan Usmani telah membawa Kosovo menuju era baru.

Seiring jatuhnya Kosovo ke tangan Dinasti Usmani, etnis Albania yang menyingkir dari tanah kelahirannya ketika Serbia berkuasa, kembali pulang ke Kosovo. Selama masa itu, kebanyakan orang Albania masih menganut Kristen.

Di bawah kekuasaan Usmani Turki, orang Albania dan Serbia yang tinggal di Kosovo bisa hidup berdampingan. Beberapa penguasa Serbia di Kosovo pun diberi kesempatan untuk tetap berkuasa di Kosovo, namun berada di bawah Sultan Ottoman.

Perlahan tapi pasti, hampir dua per tiga orang Albania mulai tertarik untuk memeluk agama Islam. Orang Serbia pun banyak juga yang berpindah keyakinan dan menjadikan Islam sebagai agamanya.

Namun, sebagian besar orang Serbia tetap berkukuh menjalankan agamanya. Kerajaan Usmani Turki pun tak pernah memaksa penganut agama lain untuk masuk Islam.

Umat Kristen Serbia dan Yahudi dilindungi kehidupannya sebagai 'Ahli Kitab'. Mereka berstatus sebagai dzimmi. Tak ada pembantaian yang dilakukan umat Islam terhadap penganut Kristen dan Yahudi. Saat itu, hukum Syariah ditegakkan di bumi Kosovo.

Para penganut Kristen dan Yahudi tetap memiliki hak kepemilikan, namun diharuskan membayar pajak. Akhir abad ke-17, orang Serbia secara besar-besaran meninggalkan Kosovo, seiring dengan kemenangan demi kemenangan yang dicapai tentara Kerajaan Usmani. Sehingga, 'pusat gravitasi' Serbia beralih ke wilayah Utara, yakni Belgrade. Peristiwa itu dikenal sebagai great migration.
Keberhasilan Kerajaan Ottoman Turki menaklukkan Kosovo merupakan sebuah pencapai yang besar. Apalagi, wilayah itu kaya akan sumber daya mineral.

Tak heran, bila Kosovo menjadi aset penting bagi kesultanan Turki. Selama periode Ottoman, ada upaya yang begitu gencar untuk mempromosikan budaya dan bahasa Albania.

Gerakan anti-Usmani mulai mucul di Kosovo pada 1689 di bawah pimpinan uskup Katolik, Pjetr Bogdani.

Ia mengumpulkan 20 ribu tentara untuk membantu Austria menggempur Turki. Seiring dengan kekalahan yang dialami Kerajaan Usmani dalam Perang Russo-Ottoman pada 1878, Serbia menguasai Mitrovica dan Pristina di Kosovo.

Pada 1912, meletus Perang Balkan I. Albania digempur oleh tentara koalisi Montenegro, Serbia, Bulgaria dan Yunani. Etnis Albania bersekutu dengan Kerajaan Usmani.

Namun, kekuatan musuh lebih kuat, sehingga peperangan dimenangkan pasukan koalisi Serbia. Saat itu, penduduk Kosovo yang kebanyakan etnis Albania melarikan diri ke pegunungan.

Tentara Serbia menghancurkan rumah orang-orang Turki dan Albania. Mereka menjarah dan membunuh. Kosovo pun akhirnya jatuh kembali ke tangan Serbia. Pada Konferensi Duta Besar di London tahun 1912, Inggris memberi kedaulatan kepada Serbia untuk menguasai Kosovo.

Ketika Perang Dunia I meletus, Kosovo diduduki pasukan Austria-Hungaria dan Bulgaria. Warga Kosovo etnis Albania pun ikut mendukung pasukan itu melawan Serbia. Sekolah bahasa Albania dibuka untuk mengikis pengaruh Serbia. Pada 1918, tentara Serbia balas dendam. Tentara Serbia membantai wanita, anak-anak, dan menghancurkan rumah penduduk Kosovo.

Setahun kemudian, perdamaian pun tercapai dengan berdirinya negara baru bernama Yugoslavia yang terdiri dari Slovenia, Kroasia, Serbia, Boznia-Herzegovina, Montenegro, dan Macedonia.

Kala itu, Kosovo kembali berada di bawah sayap Serbia. Saat itu, penduduk Yugoslavia mencapai 12 juta jiwa, 400 ribu di antaranya adalah etnis Albania yang mayoritas beragama Islam.
Jejak Kerajaan Usmani di Kosovo
Kerajaan Usmani Turki begitu banyak meninggalkan warisan peradaban di Kosovo. Sayangnya, peninggalan bersejarah yang begitu berharga kebanyakan telah hancur akibat konflik berdarah di kawasan Balkan itu.

Tentara Serbia, selain membunuhi warga etnis Albania dalam konflik yang terjadi di era-1990-an, juga banyak sekali membumihanguskan peninggalan Kerajaan Usmani Turki.

Beberapa peningggalan sejarah yang dibangun Kerajaan Usmani itu antara lain dua buah jembatan di Gjakova. Kedua jembatan peninggalan abad ke-15 M itu bernama Ura e Terzive dan Ura e Tabakeve. Warisan yang ditinggalkan Kerajaan Usmani juga begitu kental terlihat dari gaya arsitektur di Kosovo.

Arsitektur perumahan di perkotaan Kosovo peninggalan abad ke-15 bernama konak atau shtepia. Selain itu juga dikenal perumahan yang berbentuk menara dari batu yang disebut kulla.

Andrew Herscher dan Andras Riedlmayer dalam tulisannya berjudul Architectural Heritage in Kosovo: A Post-War Report, memaparkan peninggalan Kerjaan Usmani juga terlihat dari bangunan masjid, tekkes (rumah kecil tempat para sufi), medreses (sekolah agama), perpustakaan Islam, hamam (tempat mandi orang Turki), dan pasar.

''Warisan peninggalan itu mengalami kerusakan yang parah akibat konflik,'' tulis Herscher dan Riedlmayer.

Salah satu bangunan masji terkemuka di Kosovo peninggalan Kerajaan Ottoman adalah Masjid Bayrakli (Masjid Al-Fatih). Masjid itu dibangun pada abad ke-15 M oleh Sultan Mehmet Al-Fatih.

Sayang masjid itu dihancurkan tentara Serbia pada Juni 1999. Pada tahun 1993, tercatat terdapat 607 unit masjid di Kosovo. Hampir 200 unit di antaranya dihancurkan Serbia.
Benih Kebencian yang Tersemai di Balkan
Kosovo, Kembalinya Bangsa yang Hilang
Setelah terbentuknya Yugoslavia, benih kebencian antara etnis Serbia dan etnis Albania di Kosovo terus tumbuh seperti kecambah.

Hubungan kedua etnis kian memanas ketika pada 1921, warga etnis Albania di Kosovo meminta Liga Nasional untuk bergabung dengan Albania pada 1921.

Mereka menguak fakta bahwa selama 1918 hingga 1921, Serbia telah membantai 12 ribu etnis Albania. Sekitar 22 ribu orang dipenjara Serbia. Namun, permintaan rakyat Kosovo untuk bergabung dengan Albania tak digubris Liga Nasional.

Ketika Perang Dunia II meletus, Albania dikuasai Italia pada 1939. Jerman menguasai Yugoslavia meliputi Serbia serta Macedonia. Saat itu, Kosovo dikuasai oleh etnis Albania, namun wilayah pertambangan yang penting masih dikuasai Jerman. Ketika itu, 100 ribu etnis Albania kembali berdatangan ke Kosovo dan membuat etnis Serbia tersinggkir.

Pasca-Perang Dunia II, Yugoslavia menjanjikan otonomi khusus kepada Kosovo. Namun, janji itu tak terbukti. Pada 1946, konstitusi tak menjamin adanya otonomi khusus bagi Kosovo. Pada tahun 1967, Presiden Yugoslavia, Josip Bros Tito, untuk pertama kalinya berkunjung ke Kosovo. Dia mendesak pemimpin Serbia menyingkir dari Kosovo.

Kebijakan Tito itu membangkitkan nasionalisme etnis Albani di Kosovo. Jumlah etnis Kosovo pun semakin bertambah dari 67 persen menjadi 74 persen. Pada tahun 1981, jumlah etnis Albani di Kosovo bertambah menjadi 77 persen menyusul hengkangnya 100 ribu etnis Serbia. Sepeninggal Tito, etnis Albania seperti anak ayam kehilangan induknya.

Gerakan dan tuntutan kemerdekaan Kosovo pun terus disuarakan etnis Albania. Upaya pertama untuk memerdekakan diri pada tahun 1990 gagal, karena diserbu Serbia. Pertarungan yang tidak seimbang antara Serbia dengan gerilyawan Kosovo atau KLA ini menimbulkan tragedi pembantaian dan pengungsian besar-besaran.

Pada perang 1998-1999, tentara Serbia membantai tak kurang dari 10 ribu etnis Albania yang dianggap mendukung kemerdekaan Kosovo. NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat mengusir Serbia dengan serangan udara selama 78 hari.

Kosovo kemudian berada dibawah perlindungan PBB dan NATO. Usaha kemerdekaan Kosovo kali ini mendapat dukungan hampir sepertiga negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan negara yang menolaknya adalah Serbia dan Rusia.

Monday, May 13, 2013

Muslim Roma ;Bangsa ISLAM kental di EROPAH..

muslim roma
muslim roma

Mereka bukan Muslim yang yang tinggal di kota Rome, ibu kota Itali. Roma adalah sekumpulan etnik minoriti di daratan Eropa hyang selama ini dikenali dengan nama Gypsi. Mereka tersebar di hampir seluruh negara Eropah, Amerika, dan Asia Tengah. 

Jika Anda seorang Muslim Roma dan tinggal di salah satu kota di dekat Athens, ibu kota Yunani, atau di kota-kota lain, jangan berharap dapat mendirikan masjid atau menunaikan shalat Jumaat berjamaah. Kalau pun ingin melakukannya Anda harus menempuh jarak sekian ratus kilometer untuk sampai ke bahagian barat provinsi Thrace, dekat perbatasan Yunani-Bulgaria. Hanya di tempat ini, terutama di kota kecil Xanthi, atau Xantini, Komotini, dan Dhidhimotikhon, Anda boleh melakukan kegiatan ritual Islam secara bebas. Masjid banyak berdiri di pemukiman-pemukiman, pelajaran bahasa Arab, dan pengajian Alquran menjadi bahagian penting kehidupan sehari-hari.

Di tempat ini pula Muslim Roma hidup berdampingan bersama dua etnik minoriti pemeluk Islam lainnya di Yunani; Pomak dan Turki. Mereka juga 'relatif' bisa berbaur dengan kelompok minoriti non-Muslim lainnya; etnik Turki dan Roma pemeluk Kristian Orthodox, dan lainnya. Tidak ada angka pasti berapa jumlah Muslim Roma di kawasan mereka di sini. Hugh Poulton mengatakan jumlah Athingani, begitu orang Yunani menyebut mereka, sekitar 20 ribu. Angka rasmi pemerintah Yunani menyebutkan jumlah Muslim Roma di Thrace Barat sekitar 15 persen dari 338 ribu pemeluk Islam di tempat ini.

Di luar provinsi Thrace Barat, lebih tepatnya di seluruh Yunani, jumlah etnik Roma mencapai 350 ribu atau 3 persen dari seluruh penduduk negeri yang melahirkan konsep Triniti Kristian ini. Sebahagian besar relatif bermukim secara tetap di kota-kota di sekitar Athens, dan lainnya masih berpola hidup nomad, atau berpindah dari satu ke lain tempat.

Secara umum mereka terbahagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama disebut Ficira atau Bacora. Mereka menjadi termarjinalisasi sebagai akibat krisis sektor pertanian yang menyebabkan mereka terbuang dari pasaran tenaga kerja. Kesempatan kerja bagi kelompok ini juga menjadi berkurang setelah masuknya pekerja asing ke pasar gelap.

Kelompok kedua memiliki banyak nama; Filipijie, Handura, Kalpazaj, atau Rumelie. Dibandingkan kelompok pertama, komunitas kedua ini berbicara bahasa Yunani dan Romani. Mereka relatif mapan secara ekonomi, dan berjaya di sektor perdagangan. Serta, ini yang lebih penting, rata-rata memiliki pendidikan cukup baik.

Tanpa harus memisahkan mereka menjadi dua kelompok, orang Roma telah ada di Yunani sejak sekian ratusan tahun lampau. Selama itu pula mereka, bersama etnik minoriti lainnya, mengalami berbagai bentuk pelecehan dan diskriminasi. Mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan, kesihatan, pemukiman, dan menjalankan ibadah sesuai agama yang mereka anuti.

Berbeza dengan etnik Turki, orang-orang Roma tidak memiliki 'negara induk'. Perlakukan buruk sekecil apa pun terhadap etnik Turki di Thrace Barat akan menimbulkan kemarahan pemerintah Istanbul. Namun, negara mana yang mahu peduli ketika orang-orang Roma yang bermukim di kota-kota kecil di Yunani diperlakukan dengan kejam, dan hak-hak mereka dirampas.


Kredit:akhbar Republica.

Sunday, March 10, 2013

Islam Di Hungary


Masjid lama di Pécs.
 
Masyarakat Islam di Hungary dianggarkan seramai lebih 60,000 orang, dimana kira-kira 0.6% dari jumlah penduduk di negara tersebut. Namun kini, Islam merupakan agama paling cepat berkembang di Hungary .Orang Muslim telah lama bertapak di Hungary sejak tibanya mereka dari Magyar ke Eropah khususnya dalam pemerintahan Hungary Uthmaniyyah.Setelah sekian lama umat islam di tindas dan di tekan semasa pemerintahan rejim komunis..islam kembali mengambil peranan penting sebagai agama kedua rasmi di Hungary..sejak tahun 2012 ,komuniti Islam di sini telah di iktiraf oleh pemerintah..pelbagai usaha giat di jalankan oleh orang islam..umat islam telah berani menonjolkan diri dalam segenap aspek kehidupan di sini..jika dulu..mereka terpaksa menyembunyikan identiti islam mereka..sekarang mereka bebas mengamalkan ajaran islam..bancian baru menunjukkan peningkatan populasi umat islam dari 40 000(2008) meningkat hingga lebih 60 000 (2012)..Ini kerana kebanyakkan mereka pada masa itu tidak berani mengistiharkan diri mereka sebagai islam..terpaksa menukar nama ke dalam bahasa Hungary atau mengklaimkan diri mereka sebagai penganut Kristian,Muslim Roma adalah penganut islam terawal di samping Hungary Muslim..Sesungguhnya perancangan Allah LEBIH HEBAT DARI PERANCANCANGAN musuh islam dan PEMERINTAH KOMUNISME untuk menghapuskan islam dari bumi Hungary selama-lamanya..ISLAM juga berkembang dengan kemasukkan imigran Arab,dan dari pelbagai pelusuk dunia ke sini..banyak pelajar islam yang belajar di sini dalam bidang perubatan..terutama di bandar Szegeb.islam semakin berkembang dengan semangat yang kuat umat islam di sini..

Bangsa Utama pemeluk islam (2012)

1) Bosniak--20 000
2) Bulgaria/Pomak- 140
3) Chinese/Hui-  600
4) Croat- 3 000
5) Greek- 150
6) Roma- 2 300
7)Hungarian- 25 000
8) Macedonia- 2 400
9) Serbia- 760
10) Turki-10 000


Jumlah keseluruhan: 64 950 (2012)

 


 -(sumber:joshua project)

 Sejarah


Dalam bentuk lama bahasa Hungary, orang Islam dipanggil sebagai Böszörmény, satu istilah yang dikekalkan sebagai nama keluarga, dan sebagai nama pekan Hajdúböszörmény.[1]
Islam di Hungary tiba sebelum Empayar Uthmaniyyah. Islam pertama kali dibawa ke Hungary oleh kumpulan etnik Böszörmény. Mereka ini adalah sebahagian dari "Turkish Folk of Chevalison" dan Orang Bulgaria Volga yang telah tinggalkan tanah leluhur mereka sewaktu abad ke-11, ke-12, ke-13 dan ke-14 dan membentuk sebuah kepentingan politik, ketenteraan, kewangan dan faktor perdagangan. Pengarang Islam pertama yang menceritakan tentang masyarakat Muslim ini ialah Yaqut al-Hamawi (575-626 AH/1179-1229 EK)." [2]
Yaqut menulis didalam kamus geografinya yang masyhur, "Mu'ajam al-Buldan," [3] mengenai mesyuaratnya dengan pemuda Ismaili di Syria yang belajar Islam di sana dan sesetengah sejarah serta kehidupan mereka di Hungary.
Pada abad ke-16, sewaktu zaman pendudukan Utmaniyyah Hungary, beberapa cendiakawan Muslim telah dilahirkan di Hungary. Di antara yang terpenting ialah Grand Vizier yang datang ke Hungary ketika era pemerintahan Uthmaniyyah, Kanijeli Siyavuş Pasha (dari Nagykanizsa) yang menduduki fungsinya sebanyak tiga kali di antara tahun 1582 dan 1593, dan dervish Mevlevi Pecsevi Árifi Ahmed Dede, seorang berbangsa Turki yang juga penduduk asal Pécs.
Pada abad ke-19, setelah jatuhnya revolusi 1849, lebih daripada 6,000 orang Poland dan Hungary berhijrah dari tanah air mereka sendiri lalu mengikut Jeneral Josef Bem dalam siri penaklukan Turki, contohnya para pegawai Hungary Richard Guyon (Kurshid Pasha), György Kmety (Ismail Pasha) dan Maximilian Stein (Ferhad Pasha) yang menjadi jeneral Turki. Guyon dijelaskan dalam Kamus Oxford Biografi Kebangsaan sebagai "orang Kristian pertama yang mendapat pangkat pasha dan komando ketenteraan Turki tanpa harus menukar status agamanya", ini sebagai suatu tanda dalam memodenkan sistem meritokrasi di bawah pemerintahan Uthmaniyyah pada abad ke-19.

Monday, March 4, 2013

ISLAM DI GREECE-PINTU MASUK BALKAN

.
Hellenic Republic
Ελληνική Δημοκρατία
Ellīnikî Dīmokratía
Yunani  
Bendera jata negara



Ibu negara:
dan Bandar terbesar
Athens
37°58′N 23°43′E / 37.967°N 23.717°E / 37.967; 23.717
Bahasa Rasmi     Greek
Bangsa (2010 / 2011
 [1][2][3][4])




 -  Presiden Karolos Papoulias
 -  Perdana Menteri Antonis Samaras
 -  Speaker Vangelis Meimarakis


Merdeka          Empayar Kesultanan Turki Uthmaniyah
 -  pengistiharan   1 Januari 1822 
 -  Rasmi 3 Februari 1830 
 - 

KELUASAN
 -  JUMLAH 131,957 km2 [5](97th)
50,949 sq mi 
 -  PERAIRAN(%) 0.8669
Populasi
 -  2011 10,815,197[6] (77th)



Peta kedudukan Greece


"Pemuda Yunani di Masjid" (Jean Léon Gérôme, minyak di canvas, 1865); lukisan minyak ini menggambarkan Orang Greece Muslim bersolat di sebuah masjid)

Sejarah Muslim Autochthonous di Greece

Penduduk Muslim asli di Greece tidak dari satu bangsa sahaja; ia mengandungi beberapa etnik, linguistik dan latar belakang sosial yang sering bertindan.ISlam merupakan agama minoriti sekitar 3.5 % dari populasi negara.Pada 2012, dianggarkan sekitar 370 0000 muslim atau lebih dekat mencecah 500000 yang terdiri dari imigran dari Asia dan Afrika Utara.DI Athens, umat islam sekitar 200 000 orang.Bangsa utama pemeluk islam ialah,TURK,GREEK-PONTIC,POMAKS,ROMA DAN ALBANIA.pada masa antara sekitar 1900,muslim Greek adalah kaum muslim utama d sini..

Agama Islam adalah di anuti beberapa kumpulan etnik autochthonous yang tinggal di wilayah Greece kini, iaitu Pomaks, etnik Turk, sesetengah kumpulan Roma, dan Muslim Yunani, yang memeluk agama Islam terutamanya pada abad ke-15 dan ke-18. Penduduk Muslim negara ini berkurangan secara besar disebabkan perjanjian penukaran penduduk 1923 di antara Greece dan Republik Turki baru, yang juga menyingkirkan sekurang-kurangnya 1.5 juta orang Greece dari Asia Minor.

Istilah Minoriti Muslim (Μουσουλμανική μειονότητα) merujuk pada minoriti agama Islam, linguistik dan etnik di Thrace barat, sebahagian dari timur laut Greece. Pada 1923, di bawah syarat Perjanjian Lausanne, orang Muslim yang tinggal di Greece harus berpindah ke Turki; di mana, orang Kristian yang tinggal di Turki harus berpindah ke Greece dalam sebuah "pemindahan penduduk". Cuma Orang Muslim Thrace dan Kristian Istanbul dan kepulauan Gökçeada dan Bozcaada (Imvros dan Tenedos) tidak ditukarkan. Untuk penerangan selanjut pada masyarakat ini, lihat Minoriti Muslim Greece.

Fakta bahawa orang minoriti Muslim di Greece tetap tinggal sementara orang Greece dari Istanbul dan kepulauan Gökçeada dan Bozcaada telah dipaksa berpindah ke Greece oleh kerajaan Turki telah dinyatakan oleh kumpulan hak kemanusiaan dan membangkitkan sentimen nasionalisme di sesetengah hujung masyarakat Greece. Sentimen yang mirip juga dirasai di bahagian masyarakat Turki mengenai keadaan terkini pada Muslim Greece Thrace barat, yang biasanya dianggap etnik Turki.

Kebanyakan Muslim Greece autochthonous menganggap diri mereka etnik Turki. Peninggalan Empayar Uthmaniyyah, masyarakat ini menetap kebanyakannya di Thrace Barat, di mana mereka dibenarkan untuk menetap di bawah Perjanjian Lausanne 1923. Di bandar Komotini, ia terdiri dari hampir 40 peratus jumlah penduduk. Terdapat juga sebuah masyarakat Turki di bandar Xanthi di mana ia terdiri dari 23 peratus penduduk. Ada juga masyarakat Muslim dan Muslim Turki menetap di sesetengah kepulauan Dodecanese yang, sebagai sebahagian Itali di antara 1912 dan 1947, tidak dikenakan penukaran penduduk di antara Turki dan Greece pada 1923. Bilangan mereka adalah sekitar 5,000, kebanyakan mereka ada pengenalan Turki dan berbahasa Turki. Masyarakat terkuat berada di Kos (2,000 orang) dam Rodos (3,000 orang) , terutamanya di kampung Platanos.

Orang Pomak pada umumnya tinggal di perkampungan padat di Pergunungan Rhodope Thrace Barat. Sementara masyarakat Roma Greece kebanyakannya Orthodoks Yunani, orang Roma di Thrace kebanyakannya Muslim.

 Pendatang Muslim di Greece

Pendatang pertama yang beragama Islam, kebanyakannya Arab Palestin, tiba pada awal 1970-an dari Timur Tengah, dan bertumpu di dua pusat bandar utama, Athens dan Thessaloniki. Sejak 1990, telah ada pertambahan dalam bilangan pendatang Muslim, lima puluh peratus dari Albania. Selebihnya datang dari negara-negara Timur Tengah, dan juga Pakistan, India dan Bangladesh.
Kebanyakan masyarakat pendatang Muslim, yang berbilangan sekitar 140,000 orang, menetap di Athens. Sebagai pengakuan hak agama mereka, kerajaan Greece telah meluluskan pembinaan sebuah masjid pada Julai 2006. Tambahan lagi, Gereja Ortodoks Yunani telah mendermakan 300,000 kaki persegi, bernilai pada sebuah tafsiran $20 juta, di Athens barat untuk tujuan sebuah kubur Muslima







































 

ISLAM BERSINAR DI BULGARIA



Fakta penting
Republic of Bulgaria
 
Presiden: Rosen Plevneliev (2012)
Perdana Menteri: Boyko Borisov (2009)
Keluasan daratan: 42,683 sq mi (110,549 sq km);keseluruhan: 42,823 sq mi (110,910 sq km )

Population (2012 ): 7,093,635
Ibu Negara(2009 ):

 Sofia, 1,192,000 juta

Unit Mata wang: Lev
Bahasa: Bulgarian 85%, Turkish 10%, Roma 4%
Bangsa: Bulgarian 83.9%, Turk 9.4%, Roma 4.7%, termasuk Macedonian, Armenian, Tatar, Circassian) 2% (2001)


Masjid Banya Bashi yang dibina pada 1576 oleh arkitek terkenal kerajaan Ottoman iaitu Sinan, merupakan satu-satunya masjid yang masih berfungsi setelah 500 tahun penguasaan Ottoman di Sofia, ibu negara Bulgaria.

Penduduk Islam Bulgaria terdiri dari Turki, Islam Bulgaria, Pomak, Roma, dan Tatar Crimea tertumpu di kawasan timur laut Bulgaria dan di Pergunungan Rhodope. Menurut bancian pada 2001, jumlah orang Islam adalah 966,978 orang dan ini mewakili 12.2% daripada populasinya.pada tahun 2012.meningkat kepada 1.2 juta orang.. Berdasarkan kumpulan etnik, orang Islam Bulgaria boleh dipecahkan seperti berikut:

Sejarah umat islam Bulgaria

Kebanyakan orang Islam di Bulgaria mengikuti ajaran Sunnah Waljamaah. Sunnah Waljamaah telah diperkenalkan oleh empayar Ottaman Turki sewaktu pemerintahan selama lima abad di Bulgaria. Mazhab-mazhab Syiah seperti Alians, Kizilbashi dan Bektashi juga terdapat di sini. Kira-kira 80,000 penduduk Islam yang bermazhab Syiah tinggal di kawasan-kawasan seperti Razgrad, Sliven dan Tutrakan. Mereka terdiri dari penduduk asal Bulgaria yang telah memeluk Islam semasa pemerintahan empayar Ottoman, akan tetapi telah memilih mazhab Syiah kerana toleransinya terhadap kepelbagaian kewarganegaraan dan agama. Sebagai contoh, Kuzulbashi Bulgaria boleh mengekalkan adat-adat komunikasi, pengakuan, dan memuja orang alim cara Ortodoks. Penggabungan adat-adat Ortodoks ke dalam Islam telah mencipta satu asimilasi yang hanya boleh didapati di Bulgaria.
Setakat 1987, Bulgaria memiliki 1,267 buah masjid yang diuruskan oleh seramai 533 orang pemimpin komuniti agama. Masyarakat Islam diketuai oleh seorang Ketua Mufti dan lapan mufti kawasan dan pengamal undang-undang Islam. Kesemua mereka akan berkhidmat selama lima tahun. Masjid terbesar di Bulgaria adalah Masjid Tumbul yang terletak di Shumen. Masjid ini telah dibina pada 1744.
Orang Islam di Bulgaria telah mengalami penindasan agama semasa tahun-tahun pemerintahan rejim Todor Zhivkov. Ia kerana secara tradisi gereja Ortodoks masih mengangap mereka sebagai orang asing, meskipun mereka sebenarnya adalah etnik Bulgaria. Rejim komunis Bulgaria telah mengumumkan kepercayaan Islam adalah berlawanan dengan kepercayaan komunis dan rakyat Bulgaria. Perkara ini telah mewajarkan penindasan terhadap kepercayaan Islam.
Seperti penganut agama-agama lain, penduduk Islam di Bulgaria telah menikmati kebebasan beragama setelah kejatuhan rejim Zhivkov pada 1989. Masjid-masjid baru telah dibina di banyak bandar dan kampung. Beberapa kampung telah mengatur kursus pengajian Al-Qur'an untuk penduduk muda (pengajian Al-Qur'an dilarang sama sekali semasa pemerintahan rejim Zhivkov). Orang Islam juga mula menerbitkan surat khabar sendiri iaitu Musulmani dalam kedua bahasa Bulgaria dan Turki.


 
Orang Islam di Bulgaria menurut kumpulan etnik (2012)

  • Turki (612,818)
  • Gipsi- Bulgaria (112,495)
  • Millet (77,712)
  • Pomak (71,978)
  • Gipsi- Balkan /Roma(23,298)
  • Bulgarian (18,623)
  • Crimean- Tatar (5,800)
  • Arab (4,710)
  • Gipsi Bulgaria -Timur (2,456)
  • Gipsi -Vlach (1,463)
  • Macedonian (1,020)
  • Albania (876)
  • Circassian (512)
  • Kurdis (190)

Sunday, March 3, 2013

Masjid terbanyak di eropah adalah di negara Bulgaria


Jumlah Masjid di Bulgaria Terbanyak di Eropa
sebuah masjid di Bulgaria
Perancis, Britain, atau Jerman menjadi 'rumah' bagi umat Islam di Eropah, tapi untuk masalah rumah Allah alias masjid, Bulgaria jawaranya. Negara bekas komunis itu mempunyai jumlah masjid terbanyak di Eropah, mencapai 1,200 unit. Jumlahnya hampir menyamai negara-negara di Timur Tengah.

Ya, Bulgaria juga tercatat sebagai negara dengan bilangan pelajar Islam yang terbesar di Eropah. Lebih dari tiga ribu pelajar menempuh pendidikan di sekolah Islam setiap tahun. Hebatnya, di sekolah umum juga diberikan kurikulum Islam.

Dari data statistik Mufti Bulgaria menyebutkan sebanyak 3.372 pelajar mengikuti kelas agama Islam pada 2011. Jumlah itu meningkat enam kali ganda berbanding tahun lalu.
Nuffnang Ads

Kepala Jabatan Agama Bulgaria, Emil Velinov mengatakan meski keghairahan keluarga muslim menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah Islam sangat tinggi, tapi hal itu tidak diiringi dengan kualiti institusi pendidikan itu sendiri.

"Itu terasa ketika mereka memilih menjadi imam. Akreditasi mereka dipersoalkan," ujarnya menerangkan seperti dikutip balkaninsight.com, Jumat (28/9).

Dewan Tertinggi Institut Agama Islam mengungkap masih banyak institusi pendidikan tinggi Islam belum memenuhi kriteria akreditasi. Pada 2005 silam, ahli parlimen dari jawatankuasa Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan institusi pendidikan Islam terutama yang berada di desa-desa tidak berdaftar secara rasmi meski berada dalam kordinasi kepala mufti.

Semasa era komunis, Muslim Bulgaria kesulitan mendapatkan akses pendidikan. Mereka tidak mempunyai hak bercakap di awam, larangan memakai tudung dan sunat bagi laki-laki.

Pelbagai tekanan tersebut mendekati masa kejatuhan pada 1985 ketika 310 ribu etnik Turki dipaksa menukar nama Islam mereka. Protes muncul di mana-mana. Pada Ogos 1989, apabila komunisme mulai pecah di timur Eropah, Bulgaria memaksa 360 ribu etnik Turki menyeberang ke tanah leluhurnya.

Setelah komunis runtuh, umat Islam kembali bangkit. Hal itu ditandai dengan difungsikannya Masjid Banya Bashi sebagai tempat beribadah umat Islam yang tinggal di Bandar Sofia, sampai hari ini. Kini, ada sekitar satu juta umat Islam yang tinggal di negara yang pernah menjadi bahagian dari Kesultanan Utsmaniyah selama lima abad itu. republika.co.id

Tuesday, January 1, 2013

ISLAM DI RUSSIA;2012 MENCECAH HAMPIR 28 JUTA MUSLIM


Islam merupakan agama kedua terbesar yang dianut di dalam Persekutuan Rusia. Menurut undian yang dijalankan oleh Pusat penyelidikan pendapat awam Rusia, 6% daripada responden mengaku mereka Muslim.

Menurut Jabatan Negara Amerika Syarikat, terdapat kira-kira 21-28 juta penduduk Islam di Rusia, mewakili sekurang-kurangnya 15-20 peratus daripada jumlah penduduk negara Rusia dan membentuk agama minoriti yang terbesar. Kelompak masyarakat terbesar Islam tertumpu di antara warganegara minoriti yang tinggal di antara Laut Hitam dan Laut Caspian: Avar, Adyghe, BalkarNogai, Chechen, Circassian, Ingush, Kabarday, Karachay dan banyak bilangan warga negara Dagestan. Di Volga Basin tengah ada penduduk besar Tatar dan Bashkir, kebanyakan mereka Muslim. Banyak penduduk Islam juga tinggal di Perm Krai dan Ulyanovsk, Samara, Nizhny Novgorod, Moscow, Tyumen dan Leningrad Oblast (kebanyakannya kaum Tatar).

G
ambar di bawah menunjukkan kepada kita betapa ramainya umat Islam di Rusia. (sumber)

Eid al-Fitr (or simply Eid) is one of the most important religious holidays for every Muslim. It marks the end of Ramadan (the month of fasting) and is directly connected with the ideas of spiritual perfection and good deeds. Last year it fell on September, 9. This year – on August, 30. Let’s see how it’s celebrated in Russia.

Saint Petersburg Cathedral Mosque.

The first prayer began at 5-30 a.m.


As we already said, this holiday marks the end of Ramadan, the month when it’s forbidden to eat and to drink in the daytime. It means that a Muslim should eat breakfast in the morning and supper in the evening. Without dinner.






It started raining.


The territory of the mosque was so overcrowded that these guys had to stay behind the gates.

Moscow, Prospect Mira.










Moscow Cathedral Mosque.

Those wishing to enter the mosque stood in line since evening.

Everybody was thoroughly searched. Confiscated knives and razors lied under the feet of the policemen.






Muslims repeat ablution before every prayer.

Since there are no special rooms for this in the mosque, ablution was performed in the bushes.



Media reported that there were about 100.000 people. All the nearby streets were filled with people.

The mosque itself is not finished. Its construction has already been frozen for several years because of the lack of funding.











LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...