Saturday, December 22, 2012

Hutan Purba Ditemukan di Kutub Utara











Hutan purba, lengkap dengan kayu, dedaunan, dan biji-bijian, ditemukan di Kutub Utara di daerah Kanada.Hutan yang diperkirakan berumur jutaan tahun itu dikelilingi gletser, tak ada pohon, kecuali beberapa pohon kerdil seukuran bonsai.

TEAm penelitian menemukan hutan itu setelah memperoleh laporan dari ranjer Quittinirpaaq National Park di Ellesmere Island, salah satu daratan yang posisinya paling utara.Polisi hutan itu menemukan serpihan kayu yang dianggapnya berasal dari pohon-pohon besar serta beberapa gelondongan kayu sepanjang beberapa kaki."Kayu-kayu itu tersebar. Sulit untuk tidak menginjaknya," kata Joel Barker, ilmuwan sains dari Ohio State University yang juga pemimpin study ini.Kalau digali lebih dalam, menurutnya, akan lebih banyak kayu, daun, dan biji ditemukan. Hutan tersebut sudah lama diawet kerana terkubur oleh longsoran dan terisolasi dari udara dan air.Dengan mempelajari kayu, daun, dan biji, team peneliti berhasil menemukan beberapa spesies pohon, di antaranya adalah pirus, cemara, dan birch. Menurut Barker, jumlah spesies yang tidak banyak itu menunjukkan bahwa hutan tersebut sedang di ambang kepupusan."Hutan ini kira-kira berasal dari sepuluh juta hingga dua juta tahun yang lalu," ujar Barker.Para peneliti juga mengukur lingkaran kayu dan mendapati bahwa pohon di hutan itu setidaknya berumur 75 tahun pada saat terkubur. Cincin pohon yang kecil menunjukkan, pertumbuhan pohon sangat lambat.Penemuan ini boleh di guna pakai untuk mengetahui keadaan dunia pada saat iklim Bumi berubah drastik. "Penemuan ini luar biasa.Kayu berumur jutaan tahun dengan kondisi yang masih sangat bagus akan membuka berbagai kemungkinan," kata Robert Blanchette, ahli patologi University of Minnesota.Tim berharap menemukan kecepatan perubahan iklim dan efeknya terhadap tumbuhan. Ilmuwan juga ingin mengetahui cara pohon bereaksi terhadap pendinginan sekitar 5 juta tahun yang lalu, saat kesan rumah kaca berubah jadi kesan rumah ais.Pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini merupakan implikasi balikkan dari kejadian itu.

Siapa Sebenarnya James Bond 007


James Bond 007 (lebih terkenal dengan sebutan James Bond, Agen 007 atau JB) merupakan karakter fiksen yang diciptakan tahun 1953 oleh penulis Inggris bernama Ian Fleming, yang kemudian muncul dalam dua belas novel dan dua koleksi cerita pendek versi original. Karakter ini kemudian digunakan dalam waralaba media film terlaris dan tersukses di seluruh dunia sampai saat ini, dimulai tahun 1962 dalam Dr. No.
Setelah Fleming wafat di tahun 1964, penulisan novel James Bond dilanjutkan oleh Kingsley Amis (sebagai Robert Markham), John Pearson, John Gardner, Raymond Benson dan Sebastian Faulks. Selain itu, Christopher Wood menovelisasi dua film menjadi novel, Charlie Higson menulis cerita tentang Young James Bond, dan beberapa penulis lain mendapat kepercayaan untuk mengembangkan cerita James Bond non-resmi.
Ada 22 film yang dirilis dan termasuk dalam seri produksi "resmi" EON Productions, yang terakhir dan terbaru sampai saat ini adalah Quantum of Solace yang dirilis tanggal 31 Oktober 2008 (untuk kawasan Inggris). Selain versi EON, pihak produser lain juga mencoba mengembangkan cerita James Bond dalam beberapa variasi, yaitu dalam sandiwara radio, komik, dan permainan video. Film-film produksi EON Productions disebut juga sebagai film resmi (official), setelah hak produksinya dibeli oleh produser Harry Saltzman pada akhir 1950-an





Komandan Sir James Bond, KCMG, RNVR, adalah seorang agen rahasia intelejen Inggris (Secret Intelligence Service, disingkat SIS, atau dikenal juga dengan nama MI6, atau biasa juga menggunakan nama samaran Universal Exports). Ia diciptakan pada Januari 1952 oleh jurnalis Inggris, Ian Fleming ketika ia sedang berlibur di Jamaika. Nama James Bond diambil dari seorang ahli burung asal AS, dan juga seorang pengamat burung dari Karibia.
Orang tua James Bond adalah Andrew Bond, seorang Skotlandia, dan Monique Delacroix yang berasal dari Canton de Vaud, Swiss. Asal dari keduanya disebutkan dalam On Her Majesty's Secret Service. Fleming menambahkan unsur Skotlandia pada James Bond setelah melihat karakter Sean Connery dalam Dr. No. Sementara karakter Swiss ditambahkan karena Ian Fleming masih memiliki darah Swiss. Sebuah rencana, tetapi gagal direalisasikan, sempat Fleming pikirkan yaitu menulis sebuah novel Bond yang menceritakan tentang asal-usul ibunda Bond. Dalam biografi fiksi tentang agen 007, John Pearson memberikan hari lahir Bond yaitu pada 11 November 1920 (Hari Gencatan Senjata).





Bagian awal dari film For Your Eyes Only memberikan keterangan bahwa istri James Bond lahir pada 1943. Dan ini memberikan asumsi bahwa James Bond jauh lebih muda daripada yang Pearson terangkan. Ada beberapa referensi lain tentang usia James Bond. Dalam You Only Live Twice misalnya, Tiger Tanaka menerangkan bahwa James Bond lahir pada "Year of the Rat" (1924/25 atau mungkin 1912/13). Dalam novel On Her Majesty's Secret Service, slogan keluarga Bond adalah "Orbis non Sufficit" (en: "The World Is Not Enough" – id: "Dunia Saja Tidaklah Cukup").
etelah menyelesaikan manuskrip untuk Casino Royale, Fleming lantas memberikan naskah tersebut pada teman, yang kelak menjadi editor novel James Bond original, penyair William Plomer untuk membacanya. Plomer lantas menyukainya dan memberikannya pada Jonathan Cape, yang awalnya tidak terlalu suka dengan karakter yang diciptakan Fleming. Akhirnya Cape memutuskan untuk menerbitkannya pada 1953 setelah mendapatkan rekomendasi dari kakak tertua Fleming, Peter, yang juga menjadi seorang penulis tentang ragam daerah dan tempat.
Beberapa pengamat setuju bahwa James Bond seolah-olah menjadi biografi tidak resmi dari Ian Fleming, dimana dirinya seorang perayu wanita. Baik Fleming dan Bond merupakan lulusan dari sekolah yang sama, memiliki makanan kesukaan yang sama (telur dadar dan minum kopi), memiliki kegemaran yang sama (minum, merokok, dan mengenakan pakaian kemeja lengan pendek), dan sempat bekerja di Angkatan Laut dengan level Komandan. Mereka berdua juga berbagi tinggi, berat, gaya rambut, dan warna mata yang sama.
Sebagian pengamat yang lain menjelaskan bahwa penampilan James Bond merupakan penggambaran dari Hoagy Carmichael. Dalam Casino Royale, karakter wanita utama Vesper Lynd menyatakan, "Bond lebih mengingatkanku pada Hoagy Carmichael, tetapi ia lebih dingin dan bengis." Selanjutnya dalam Moonraker, seorang pegawai khusus dari Gala Brand merasa bahwa "Bond sangat-sangat spesial, lebih daripada seorang Hoagy Carmichael. Ia memiliki rambut hitam yang bagus, tetapi dengan penampilan mata yang sangat dingin layaknya seorang pembunuh."

Sejarah Tentara Gurkha



Tentara Gurkha menjadi terkenal di seluruh dunia karena keberanian dan kekuatannya. Gurkha adalah para penduduk Nepal dan India utara, dan nama Gurkha berasal dari nama orang suci Hindu Abad ke-18, Guru Gorakhnath. Direkrut dari berbagai kelompok etnik yang memang memiliki reputasi sebagai tukang perang seperti Magar, Gurung dan Limbu, pada tahun 1763 resimen pertama Gurkha terbentuk di bawah pimpinan Perdana Menteri Bhimsen Thapa.Pada perang Nepal di tahun 1814, Inggris harus menerima kegagalan, ketika gagal menganeksasi Nepal menjadi bagian dari Kerajaan Inggris. Tapi saat itu Inggris begitu terkesan dengan kegigihan dan keberanian tentara Gurkha. Gurkha menarik perhatian Inggris dengan kemampuan berperangnya yang alamiah, agresif di medan pertempuran, tidak takut mati, loyalitas yang tinggi, tahan dalam berbagai medan, fisik yang kuat dan pekerja keras. Barangkali juga kondisi lingkungan Nepal yang keras-lah yang membentuk mereka. Karena itulah Kerajaan Inggris kemudian merekrut mereka sebagai tentara bayaran. Gurkha kemudian melayani Kerajaan Inggris pada Perang Pindaree tahun 1817, perang Bharatpur tahun 1826, serta perang Sikh di tahun 1846 dan 1848. Gurkha juga membuktikan keberanian dan loyalitasnya kepada Inggris dalam Pemberontakan Sepoy (1857-1858). Mereka juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah sekumpulan tentara yang sangat fleksibel dengan segala medan dan mampu berperang di segala penjuru dunia. Gurkha juga membuktikan keberanian dan loyalitasnya kepada Inggris dalam Pemberontakan Sepoy (1857-1858). Mereka juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah sekumpulan tentara yang sangat fleksibel dengan segala medan dan mampu berperang di segala penjuru dunia. Ketika meletus Perang Dunia I sebanyak 100.000 prajurit Gurkha bersama Inggris ikut bertempur di medan perang Perancis, Mesopotamia, Persia, Mesir, Gallipoli, Palestina dan Salonika. Sementara pada PD II sebanyak 112.000 tentara Gurkha bersama Pasukan Sekutu Commonwealth bertempur dalam perang di Suriah, Afrika Utara, Italia dan Yunani sampai Malaysia dan Singapura.Ada satu senjata yang sangat khas dan identik dengan Gurkha yaitu khukri. Khukri adalah sejenis pisau yang berbentuk melengkung mengarah ke depan yang sangat tajam dan didesain untuk dapat menebas leher musuh dengan sekali sabetan. Ada suatu mitos mengenai khukri, yaitu begitu dihunus dari sarangnya pantang tidak mengeluarkan darah. Itulah sebabnya tentara Gurkha ketika sehabis mengasah atau membersihkan khukri selalu melumuri pisau itu dengan darahnya sendiri dengan mengiris jari tangannya.Setelah Inggris meninggalkan India, Gurkha tetap melanjutkan pengabdiannya pada Inggris. Namun di bawah hukum internasional, saat ini tentara Gurkha tidak lagi berlaku sebagai tentara bayaran namun secara penuh bergabung dengan tentara Kerajaan Inggris, yang terbentuk ke dalam Brigade Gurkha dan patuh dan tunduk di bawah peraturan yang berlaku pada semua tentara Inggris.Kemudian brigade ini banyak dilibatkan di berbagai konflik bersenjata di dunia. Brigade Gurkha juga tetap dipertahankan sebagai satu kesatuan battalion di Brunai dan turut berperan dalam operasi tentara Inggris di berbagai wilayah seperti Afganistan, Irak dan Balkan. (berbagai sumber/ill: diggerhistory.info)

Gurkha Yang Pertama
Dalam perang Nepal 1812 Inggris mengirim kekuatan 30.000 terhadap 12.000 Gorkha (dalam realitas saat ini tidak ada hal seperti Gurkha – mereka disebut Gorkhalis) berpikir dalam kesombongan mereka yang biasa mereka akan mengambil Nepal oleh badai. Justru sebaliknya terbukti benar. Para Gorkha melawan Inggris macet.
Sebagai contoh, selama pertempuran sangat pahit ketika mempertahankan benteng bukit Kalunga yang Gorkha kehilangan 520 dari 600 pembela tetapi mereka berjuang begitu berani dan begitu baik dan kerugian yang diderita Inggris begitu mengejutkan itu mengilhami Inggris untuk mendirikan sebuah pertempuran batu monumen di Kalunga bertuliskan kata-kata:
MEREKA bertempur di KONFLIK MEREKA SEPERTI PRIA DAN, DALAM INTERVAL KONFLIK SEBENARNYA, MENUNJUKKAN US sopan santun LIBERAL.
Tapi, itu adalah jalan dua arah. Dalam insiden lain Inggris Letnan Frederick muda memimpin partai laskar terkejut oleh kekuatan Gorkha. Para laskar saat melihat kekuatan khukuri menghasilkan Gorkha lari meninggalkan Petugas Inggris untuk menghadapi Gorkha saja.
Ada pertempuran kecil di sini sejak kekuatan Gorkha begitu unggul tetapi kenyataan bahwa Perwira Inggris tetap mencoba untuk menahan tanah mereka dan tidak melarikan diri sangat terkesan Gorkha. Mereka meminta muda dan bawahannya mengapa mereka tidak juga lari dan menurut legenda muda menjawab, “Aku tidak datang dari jauh untuk lari saya datang untuk tinggal..” Dan tetap ia lakukan. Selama sekitar setahun Gorkha ditawan muda tetapi selama tahun ini Gorkha mengembangkan hormat yang tulus dan mendalam untuk Young dan semangat juang Inggris yang banyak menyerupai mereka sendiri. Dan, memang, itu muda sendiri yang mampu merekrut Gorkha pertama untuk melayani di bawah bendera Inggris – 3.000 Gorkha dibagi menjadi empat batalyon. Muda melanjutkan untuk melayani sebagai komandan Batalyon Sirmoor dari Gurkha selama 28 tahun dan, luar biasa, mampu melaporkan layanan batalion siap setelah hanya enam bulan.
Ini adalah pertama Gorkha, prajurit dari kerajaan pegunungan Nepal – Rai, Magar, Limbu, Gurung dan suku Sunwar. Perawakan kecil, besar hati, terbiasa dengan kesulitan ketakutan, baik hati dengan rasa humor, setia sampai mati, lebih disiplin daripada kekuatan tempur di dunia, berani dan mampu, dan benar-benar tanpa.
Hal yang sama dapat dikatakan untuk setiap Gorkha turun garis karena mereka Gorkha pertama dan untuk setiap Gorkha dalam pelayanan hari ini.



RUU Martino 2/17/99Gurkha dan kukri
Mungkin pisau tempur yang paling terkenal di dunia adalah kukri, pisau melengkung jahat dari Gurkha Nepal. Dimanapun ini dilatih pria Inggris-gunung telah pergi ke medan perang, kukri mereka telah diukir petak luas di kalangan musuh. Beberapa tahun yang lalu, ketika saya bekerja di Malaysia, saya pergi pada patroli sesekali dengan Inggris yang terkenal Tracker-Killer Tim di Malaya dan Amerika Kalimantan. Misi dari para ahli hutan terampil adalah pindah ke hutan dan menjaga tekanan pada gerilyawan musuh, akhirnya pelacakan mereka untuk tempat persembunyian mereka dan menghancurkan mereka. Ini, kecil kelompok mobile, biasanya tidak lebih dari selusin orang, yang terdiri dari Gurkha dengan pelacak dan anjing pembunuh, Inggris bintara dan Iban headhunter dari Kalimantan. Para Iban dan Gurkha memiliki banyak kesamaan. Mereka mengasihi pisau. Selama waktu istirahat di hutan, mereka akan menghunus pisau mereka dan lembut uji tepi dengan ibu mereka, mengetahui semua waktu, tentu saja, hanya seberapa tajam mereka. Setiap kali aksi tampak dekat, meskipun mereka bersenjata dengan senapan Sterling kecil, mereka akan menarik kukri mereka.
Sebuah contoh sempurna dari ketergantungan pada pisau ditunjukkan suatu pagi. Menjelang sebuah desa kecil pribumi yang kabarnya memendam gerilyawan, dua Gurkha-seorang pramuka dan keselamatannya manusia-pindah dengan rahmat dan keanggunan penari balet dari semak ke pohon, semakin mendekati gubuk sendirian di lapangan. Menempatkan pistolnya di tanah, seorang prajurit mengambil dua granat gegar otak dari sabuknya dan menggantung mereka dari giginya. Kemudian, gambar kukri, ia berlari seperti flash dan melompat melalui jendela yang terbuka, melompat keluar dari sisi jauh dan jatuh ke dalam hutan, meninggalkan granat dalam. Atap sepertinya untuk mengangkat off beberapa meter dan drop turun lagi. Dua warga Indonesia yang sangat ketakutan berlari keluar untuk menghadapi segerombolan anjing menggeram berteriak, tentara dan headhunter liar dicat. Tidak ada pertanyaan tentang perkelahian, karena perintah adalah untuk mengambil musuh hidup, dan semua orang cukup senang (kecuali Iban, yang ingin kepala).
Seringkali hanya dengan melihat sebuah kukri terhunus sudah cukup untuk mencegah tindakan lebih lanjut dengan menyebabkan dingin, perasaan sempit di daerah bawah perut. Bahkan beberapa tahun yang lalu menunjukkan kukri pemberontakan dibatalkan sebelum berubah menjadi sebuah revolusi penuh. Kita harus kembali beberapa tahun ketika Federasi Malaysia terbentuk setelah Perang Dunia Kedua. Pada saat itu Kesultanan Brunei memutuskan untuk tetap berada di bawah perlindungan Inggris, meskipun independen. (Setelah semua, mereka semua minyak.) Sebuah kantong kecil, Brunei duduk nyaman di sepanjang pantai yang subur hutan Kalimantan (sekarang Sabah) antara Sarawak ke selatan dan apa yang sebelumnya Jesselton di British Borneo Utara.
Suatu saat ketika Yang Mulia sedang berlibur tahunan di Inggris, jauh dari intrik-intrik politik dan kudeta istana, pemberontakan dicoba. Markas militer Inggris, kemudian ditempatkan di Kuching, ibukota Sarawak, itu waspada dan cepat menerbangkan sebuah perusahaan Gurkha jarak pendek dari pantai.Mendarat di bandara Brunei, cokelat kecil laki-laki dua kali waktunya ke Bruneitown dan segera datang dalam pandangan para perusuh.
Membentuk garis tipis berwarna khaki di seberang jalan utama tunggal, mereka menghunus kukri mereka dan berdiri menghadap massa melolong. Melihat baris yang diam pria, pisau mereka berkilauan di bawah sinar matahari, para pemberontak memiliki beberapa pikiran cepat dan perlahan-lahan mulai bubar. Pasukan cerdas tentang berwajah, berlari kembali ke lapangan terbang dan terbang pulang ke Kuching. Berlalu waktu untuk menghancurkan pemberontakan-bawah dua jam.

FRENCH FOREIGN LEGION


Pengambilan warga asing sebagai tenaga tentera bagi pertahanan negara bukanlah satu pilihan yang munasabah apabila mengambilkira faktor keselamatan dan ketaatsetiaan mereka. Namun bagi kerajaan-kerajaan di zaman silam khasnya yang bertaraf empayar, saiz bala tentera yang besar adalah segala-galanya hingga soal kerakyatan boleh dikesampingkan kerana pada waktu itu teknologi persenjataan tidaklah secanggih sekarang hingga mampu mengimbangi jumlah anggota tentera yang sedikit. Pasukan French Foreign Legion (Legion Etrangere dalam bahasa Perancis) merupakan kesinambungan tradisi tentera upahan warga asing yang menjadi sebahagian dari sejarah Eropah. Namun demikian Legion Etrangere bukanlah sebuah organisasi tentera swasta (PMC), sebaliknya sebahagian dari tentera darat Perancis. Konsep Legion Etrangere yang menyatukan anggota pelbagai kerakyatan, bangsa, warna kulit dan agama dalam sebuah pasukan hampir menyamai Rejimen Renjer Diraja (RRD) dalam Tentera Darat Malaysia (TD) cuma bezanya RRD hanya mengambil warganegara Malaysia sebagai pegawai dan anggotanya.

Sejarah

Tentera upahan asing bukanlah sesuatu yang baru dalam tentera darat Perancis. Setiap raja dalam sejarah negara tersebut mempunyai unit askar upahan wargas asing seperti pasukan pengawal bangsa Scott (Raja Charles Ke-7), pasukan pengawal bangsa Swiss (Raja-Raja Bourbon) dan pasukan tombak (lancers) bangsa Poland (Napoleon dan Raja Louis Philippe). Apabila warga luar tidak lagi dibenarkan berkhidmat dengan tentera darat Perancis selepas Revolusi Julai 1830, Legion Etrangere ditubuhkan oleh Raja Louis Philippe pada 10 Mac 1831 sebagai rejimen warga luar yang berkhidmat untuk Perancis. Pada masa itu ia dibarisi oleh pejuang revolusi negara-negara Eropah yang gagal menumbangkan kerajaan masing-masing, askar dari rejimen luar yang dibubarkan malah samseng dan orang gelandangan dari kalangan warga asing serta warga Perancis sendiri. Bermula dari kempen penaklukan ke atas Algeria pada tahun yang sama, Legion Etrangere telah berjuang dalam setiap kempen ketenteraan untuk pertahanan dan kepentingan strategik Perancis hinggalah ke hari ini.

Peranan
Legion Etrangere melaksanakan peranan infantri (termasuk pengkhususan lintas udara), armor dan jurutera tempur bagi pertahanan negara dan melindungi kepentingan strategik Perancis. Oleh yang demikian pasukan ini kerap terlibat dalam pelbagai misi tempur, pengaman dan penguatkuasa keamanan di seluruh dunia serta salah satu elemen pasukan aturgerak cepat (PAC) angkatan tentera Perancis. Malah Legion Etrangere dianggap pasukan elit dalam tentera darat negara Eropah itu.

Organisasi dan Kelengkapan
Bersesuaian dengan peranannya seperti yang dinyatakan tadi, Legion Etrangere dibentuk sama seperti lain-lain pasukan dalam tentera darat Perancis. Batalion-batalion Legion Etrangere juga bukanlah formasi bebas sebaliknya sebahagian dari formasi briged dan divisyen. Keseluruhan pasukan Legion Etrangere diperintah oleh seorang pegawai berpangkat Brigadier Jeneral yang juga mewakili pasukan tersebut dalam tentera darat Perancis. Di peringkat batalion, Legion Etrangere diperintah oleh seorang pegawai berpangkat Lt Kolonel atau Kolonel. Setiap batalion infantri mempunyai kekuatan 920 anggota, yang terdiri dari elemen markas, empat kompeni rifel, sebuah kompeni pemerintahan dan sokongan serta sebuah kompeni senjata berat. Setiap kompeni rifel mengandungi 4 platun dan setiap platun pula terbahagi kepada empat seksyen dengan setiap satu dari empat seksyen berkenaan merupakan seksyen anti-kereta kebal (AKK). Kompeni senjata berat pula terdiri dari dua platun AKK, satu platun mortar, satu platun tinjau dan satu platun senjata anti-pesawat. Batalion para Legion Etrangere (2e REP) pula mempunyai jumlah keanggotaan yang lebih besar (1160 orang) dan berupaya melaksanakan operasi khas. Pasukan ini terdiri dari sebuah kompeni pemerintahan dan logistik, sebuah kompeni tadbir dan bantuan, sebuah kompeni senggaraan, sebuah kompeni simpanan serta sebuah kompeni tinjau dan sokongan. Untuk peranan tempur, 2e REP mempunyai empat kompeni di mana setiap satu mempunyai kepakaran masing-masing; Kompeni Pertama (peperangan bandar), Kompeni Ke-2 (peperangan pergunungan), Kompeni Ke-3 (peperangan amfibia) dan Kompeni Ke-4 (penembak hendap dan pemusnahan). Keupayaan operasi khas 2e REP merangkumi penugasan penyelam tempur, tim Ronda Kumpulan Kecil/Ronda Jarak Jauh (RKK/RJJ) dan serangan pantas/sabotaj ke atas musuh. Batalion-batalion Legion Etrangere juga mempunyai unit anjing perang organiknya sendiri.

Pasukan kavalri Legion Etrangere mempunyai kekuatan 930 pegawai dan anggota yang membentuk sebuah kompeni pemerintahan dan logistik, sebuah kompeni tadbir dan sokongan dan empat skuadron tempur (setiap skuadron mengandungi 4 trup lengkap dengan elemen markas masing-masing). Pasukan ini mengoperasikan kenderaan perisai beroda AMX-10RC yang bersenjatakan meriam 105mm. Sama seperti pasukan infantri, batalion jurutera Legion Etrangere dibarisi 920 anggota. Ia mengandungi sebuah kompeni pemerintahan dan logistik, sebuah kompeni latihan dan pangkalan, sebuah kompeni bantuan dan tiga kompeni jurutera tempur. Setiap kompeni jurutera tempur mengandungi tiga seksyen jurutera, satu seksyen markas dan satu seksyen sokongan. Legion Etrangere menggunakan pelbagai kelengkapan yang sama seperti semua pasukan dalam tentera darat Perancis - dari rifel tempur 5.56mm FAMAS hingga peluru berpandu anti-armor Milan dan Eryx, peralatan komunikasi, kenderaan, pakaian tempur, alat pandang malam (NVD) dan peralatan kejuruteraan.

Legion Etrangere terdiri dari 10 formasi rejimental termasuk dua formasi yang berpangkalan di luar Perancis;
Dalam Negara Perancis
1er Regiment Etranger de Cavalerie (1er REC), berpangkalan di Orange (pasukan kereta perisai) 1er Regiment Etranger (1er RE), berpangkalan di Aubagne (formasi markas)
2e Regiment Etranger de Infanterie (2e REI), berpangkalan di Nîmes (pasukan infantri)
4e Regiment Etranger (4e RE), berpangkalan di Castelnaudary (pasukan latihan)
1er Regiment Etranger de Genie (1er REG), berpangkalan di Laudun (pasukan jurutera)
2e Regiment Etranger de Genie (2e REG), berpangkalan di St Christol, Corsica (pasukan jurutera)
2e Regiment Etranger Parachutiste (2e REP), berpangkalan di Calvi (pasukan para)
Wilayah Seberang Laut/Wilayah Naungan Perancis
3e Regiment Entranger de Infanterie (3e REI), berpangkalan di Guyana Perancis, (pasukan infantri)
Detachment Legion Etrangere Mayotte (DLEM), berpangkalan di Mayotte, pulau kecil di utara Madagascar.Afrika
13th Demi-Brigade Legion Etrangere (13 DBLE), berpangkalan di Djibouti.



Kelayakan Masuk, Latihan, Kepakaran dan Laluan Kerjaya

Legion Etrangere terbuka kepada semua lelaki tanpa mengira kewarganegaraan termasuk warganegara Perancis sendiri yang berusia dari 18 hingga 40 tahun dengan kad pengenalan yang sah dan tahap kesihatan yang baik. Bagi mereka yang berumur di bawah 18 tahun, kebenaran ibu-bapa atau mahkamah diperlukan. Walaupun kebolehan bertutur dan menulis dalam bahasa Perancis bagi pemohon bukan berbangsa Perancis/penutur bahasa Perancis tidak diwajibkan kerana ia akan diajar dalam latihan dan perkhidmatan, sekiranya dimiliki pemohon ia adalah satu bonus. Pemohon boleh memilih untuk mendaftar dengan ‘pengenalan yang diisyiharkan’ (nama lain) bagi melindungi pengenalan diri sebenar mereka. Bagi warga Perancis pula, mereka boleh mengisytiharkan diri mereka rakyat negara penutur bahasa Perancis atau Francophone (selalunya Monaco). Memandangkan kemasukan ke dalam Legion Etrangere adalah sukarela, mereka yang dikerah menjalani perkhidmatan negara tidak ditugaskan ke dalam pasukan ini.Untuk memohon menyertai Legion Etrangere, bakal-bakal rekrut dikehendaki melapor di mana-mana 17 pusat merekrut di seluruh Perancis. Proses ini akan memakan masa 1 hingga 3 hari di mana mereka akan menjalani pemeriksaan kesihatan awal yang asas sebelum dihantar ke Aubagne sekiranya disahkan mempunyai tahap kesihatan asas yang dikehendaki. Setibanya di Aubagne para pemohon akan menjalani pemeriksaan kesihatan yang lebih lengkap, ujian IQ, ujian kecergasan, ujian personaliti, program motivasi dan juga tapisan keselamatan yang ketat. Mereka yang mempunyai rekod jenayah juga akan gagal pada peringkat pemilihan ini kerana tidak seperti di awal penubuhannya, Legion Etrangere bukan lagi tempat buangan untuk penjenayah dan bekas banduan memandangkan setiap pemohon juga perlu lulus tapisan keselamatan oleh Polis Antarabangsa (Interpol). Setelah selesai semuanya mereka akan menandatangani kontrak perkhidmatan selama 5 tahun. Keseluruhan proses ini memakan masa 10 hari. Saringan untuk memasuki Legion Etrangere amat ketat hinggakan dari purata setiap 8 pemohon, hanya seorang yang akan lulus.Latihan asas ketenteraan selama 4 bulan akan dijalankan bagi para pemohon yang lulus semua peringkat pemilihan di atas akan dijalankan di pasukan latihan (4e RE) di Castelnaudary yang merangkumi pengenalan kepada pasukan, latihan medan, ilmu medan perang (IMP), adat-istiadat rejimen, kawad, latihan teknikal dan taktikal (peringkat kem dan medan), latihan pergunungan dan ujian untuk sijil kelayakan teknikal. Selesai upacara tamat latihan, rekrut akan menjalani pula ujian memandu kenderaan berat dan ringan termasuk jentolak berunut bagi mencari mereka yang mampu mengendalikan kenderaan berat khasnya. Ia berjalan selama seminggu sebelum semua rekrut kembali ke Aubagne bagi proses pertukaran ke semua 10 formasi rejimental. Seperti semua pasukan tentera, Legion Etrangere sentiasa berlatih dan bersedia untuk sebarang bentuk peperangan di mana-mana juga dari kawasan beriklim sejuk/sederhana ke gurun dan kawasan tropika.Dari segi kepakaran, semua legionnaire (gelaran bagi anggota Legion Etrangere) terlatih sebagai anggota infantri. Bagaimanapun mereka boleh mengikuti latihan untuk mendapatkan kepakaran lain dari kategori tempur seperti penembak hendap, krew kenderaan perisai, krew meriam anti-pesawat, penerjun payung, ketua penerjunan, jurulatih penerjunan dan penyelam. Bagi kepakaran bantuan tempur dan bantuan perkhidmatan ia meliputi kerani am, kerani akaun, jurusemboyan, rigger, mekanik alat komunikasi, pemandu, operator kelengkapan kejuruteraan, juruelektrik, mekanik kenderaan, tukang paip, tukang kayu, jurukimpal, mekanik persenjataan, jurumasak, jurugambar, jurulatih jasmani, anggota perubatan, pemain pancaragam dan pakar komputer.Setelah tamat kontrak 5 tahun, seseorang legionnaire boleh menyambung kontrak perkhidmatannya selama 6 bulan, setahun, 2 tahun, 3 tahun dan 15 tahun atau lebih lama lagi sekiranya berminat namun ia juga bergantung pada pangkat dan rekod perkhidmatan yang baik. Selepas 15 tahun, legionnaire terbabit berhak mendapat pencen sekitranya beliau memutuskan untuk bersara malah berhak mendapatkan sama ada kewarganegaraan atau taraf penduduk Perancis (taraf penduduk boleh diperbaharui selepas 10 tahun). Hak ini bagaimanapun adalah bagi legionnaire bukan warga Perancis yang memperoleh sijil perkhidmatan tentera yang baik dan tidak lagi menggunakan ‘pengenalan yang diisytiharkan’. Kenaikan pangkat pula bergantung pada keupayaan jasmani, IQ, rekod perkhidmatan dan daya kepimpinan. Malah para legionnaire yang berkelayakan juga akan ditauliahkan sebagai pegawai dalam rejimen. Di penghujung kerjayanya, legionnaire akan dibantu untuk menyesuaikan diri kembali kepada kehidupan awam.




Pengenalan dan Tradisi Rejimental

Legion Etrangere mempunyai pengenalan rejimentalnya sendiri iaitu;

Lambang Bom (Legion Grenade): Ia berupa bom tangan kuno dengan kibaran api di atasnya, seakan-akan lencana kolar Rejimen Askar Jurutera Diraja (RAJD) TD. Bezanya lencana kolar RAJD mempunyai perkataan ‘UBIQUE’ di bawahnya manakala pada lencana Legion Etrangere, dua dari kibaran apinya menghala ke bawah.

Topi Putih (White Kepi): Pakaian kepala yang menjadi pengenalan serta sebahagian dari pakaian seragam Legion Etrangere sejak 19 Julai 1939, berwarna putih, pertama kali digunakan di Afrika dengan kain penutup di belakang kepala untuk perlindungan dari bahang cahaya matahari.

Bengkung Biru: Asalnya dipakai sebagai perlindungan dari masalah usus, ia kini sebahagian dari pakaian seragam perbarisan.

Langkah Berjalan Perbarisan: Pegawai dan legionnaire berjalan semasa kawad perbarisan sebanyak 88 langkah seminit. Rentak kawad yang perlahan ini menyebabkan Legion Etrangere menjadi kontingen terakhir berjalan dalam mana-mana perbarisan tentera Perancis.


Rekod Tempur

Sejak 1831, 902 pegawai, 3,176 PTT dan lebih 30,000 legionnaire terkorban untuk Perancis - 1/3 dari mereka semasa berjuang untuk pertahanan negara Eropah Barat itu. Lahir sebagai orang luar, para legionnaire menjadi warga Perancis sesudah menumpahkan darah dalam kempen-kempen ketenteraan berikut;

Sepanyol:

Sebagai sokongan terhadap tuntutan Puteri Isabella ke atas takhta kerajaan Sepanyol yang diduduki bapa saudaranya, kerajaan Perancis menghantar pasukan Legion Etrangere ke Sepanyol. Legion Etrangere mendarat di Tarragona pada 17 Ogos 1835 dan terlibat dalam perang perebutan takhta. Pasukan ini kembali ke Perancis pada tahun 1838.

Perang Perancis-Mexico:

Peperangan ini tercetus pada tahun 1862 apabila Presiden Mexico ketika itu, Benito Juarez enggan membayar kembali hutang kewangan negaranya kepada Perancis. Legion Etrangere menjadi legenda sejarah ketenteraan Perancis ketika ini dengan peristiwa pertempuran antara sepasukan kecil infantrinya dengan lebih 2,000 askar infantri dan berkuda Mexico pada 30 April 1863. Pasukan pimpinan Kapten Danjou yang berkekuatan 3 pegawai dan 62 legionnaire ini terpaksa mengambil kedudukan bertahan di Hacienda CamarĂ³n. Mereka bertempur hingga kehabisan peluru dan tiga legionnaire yang masih hidup, terus melawan tentera Mexico menggunakan benet. Sebagai menghormati keberanian pasukan tersebut, panglima Mexico menugaskan kumpulan pengiring untuk mengembalikan mayat Kapten Danjou ke batalionnya.

Perang Perancis-Prussia:

Undang-undang Perancis melarang penggunaan Legion Etrangere dalam negara tersebut namun kekurangan askar terlatih yang serius semasa penubuhan Republik Ke-2 memaksa pasukan ini dioperasikan dalam negara Perancis bagi menentang Jerman.

Perang Jajahan Perancis:

Semasa tempoh pemerintahan Republik Ke-3, Legion Etrangere memainkan peranan utama dalam perluasan tanah jajahan Perancis. Pasukan ini bertempur di Afrika Utara, Madagascar and Indochina, di mana Legion Etrangere terlibat dalam pengepungan Tuyen Quang di utara Vietnam pada tahun 1885.

Perang Dunia Pertama & Kedua:

Legion Etrangere terlibat dalam kedua-dua konflik ini di Eropah dan Afrika Utara menentang Jerman dan Itali. Sebelum dan semasa Perang Dunia Kedua, ramai lelaki Yahudi yang melarikan diri dari Eropah Timur untuk mengelak dari dibunuh tentera Nazi, menyertai pasukan ini.

Perang Indochina Pertama (1945-1954):

Semua rejimen Legion Etrangere terlibat dalam perang melawan kebangkitan Viet Minh yang menuntut kemerdekaan Vietnam dari Perancis. Ketika ini ramai peribumi Vietnam, Laos dan Kemboja termasuk suku kaum asli ketiga-tiga negara berkenaan menyertai Legion Etrangere. Ia adalah pasukan yang paling banyak kehilangan anggota dalam pertempuran Dien Bien Phu yang menamatkan penguasaan Perancis di Indochina.

Kebangkitan Rakyat Algeria (1954):

Dengan pengalaman bertempur di Vietnam, Legion Etrangere meneruskan perkhidmatan menekan kebangkitan bersenjata rakyat Algeria pula sehingga negara Afrika Utara itu merdeka pada tahun 1962.

Operasi Penguatkuasa Keamanan Afrika:

Sejak 1969 hingga kini, Legion Etrangere telah melaksanakan tugas pengaman dan menyelamat warga asing dari negara-negara Afrika yang bergolak seperti Chad, Zaire dan Rwanda.

Iraq & Afghanistan:
Legion Etrangere terlibat dalam Operasi Desert Storm untuk membebaskan Kuwait pada awal tahun 1991. Pada tahun 2002 pula, pasukan ini menyertai pencerobohan AS ke atas Afghanistan.


Keanggotaan – Keunikan Legion Etrangere

Seperti yang dinyatakan tadi, para legionnaire terdiri dari pelbagai bangsa, agama, budaya dan kerakyatan manakala hampir sebahagian besar pegawai bertauliah Legion Etrangere adalah berbangsa Perancis. Bagaimanapun 10% dari pegawai Legion Etrangere adalah legionnaire yang meningkat dari peringkat bawah. Sebilangan besar warga luar yang menyertai Legion Etrangere adalah berbangsa Eropah dan selebihnya berasal dari Amerika Utara/Tengah/Selatan, Afrika dan Asia, khasnya dari bekas tanah jajahan Perancis. Apa yang menarik, ada dikalangan legionnaire tadi ada yang berasal dari negara yang angkatan tenteranya canggih seperti Britain dan Amerika Syarikat (AS)! Kepelbagaian bangsa, budaya, adat resam dan agama yang begitu ketara dalam Legion Etrangere ini memberikan kelebihan kepada tentera darat Perancis dari segi perhubungan dengan warga tempatan semasa melakukan operasi tempur atau pengaman antarabangsa. Misalnya semasa beroperasi sebagai sebahagian dari pasukan pengaman Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di rantau Balkan, para legionnaire yang berbangsa Muslim Bosnia, Serb, Croat, Slovene dan Albania merupakan nadi kepada keupayaan memenangi hati warga tempatan di Bosnia dan Kosovo, sekaligus menjadi penyalur maklumat perisikan yang diperlukan semasa melaksanakan tugas. Begitu juga apabila Perancis campur tangan di negara-negara bekas tanah jajahannya di Afrika, anggota-anggota Legion Etrangere yang berasal dari negara-negara tersebut sudah sememangnya memahami kawasan operasi mereka serta lebih mudah berhubung dengan warga tempatan yang seterusnya membantu banyak penugasan rejimen.



"Legio Irus Actica" (The Legion is our Strength)

"Legio Patria Nostra" (The Legion is our Fatherland)

"Honneur et Fidélité" (Honour and Fidelity)

"Marche ou crève" (March or die, unofficial)

Abu Bakar Muar - Benteng pertahanan kaum tua


Ulama Nusantara
Oleh WAN MOHD. SHAGHIR ABDULLAH
NAMA lengkapnya ialah Haji Abu Bakar bin Haji Hasan al-Muari bin Haji Ahmad bin Anggak bin Datuk Sijo Bukit Moh, Muar Bandar Maharani, Johor. Beliau dilahirkan pada tahun 1292 Hijrah/1875 Masihi, dan meninggal pada tahun 1357 Hijrah/1938 Masihi. Selama 34 tahun beliau berada di Mekah untuk menuntut ilmu, iaitu ketika usianya enam tahun (1881 M/1299 H.) dan pulang ke tanah air pada tahun 1915 Masihi.

GURU-GURUNYA:
Semua ulama yang telah disebut dalam riwayat Syeikh Abdullah Fahim dan Abdul Lathif Melaka, adalah juga guru kepada Abu Bakar. Ulama yang paling rapat dengannya ialah Syeikh Ahmad bin Muhammad Yunus Lingga.

Kepada ulama yang berasal dari Lingga, Riau itu beliau mendalami hadis Bukhari. Sementara Ilmu Qiraat dipelajarinya dan menerima ijazah daripada Syeikh Abdullah bin Qasim as-Sanquri, iaitu ulama yang berasal dari dunia Melayu yang menjadi ketua qiraat tujuh di Hijaz pada zaman itu.

Seperti Abdullah Fahim, beliau juga mendalami Ilmu Falak dan menerima ijazah daripada Syeikh Muhammad Nur al-Fathani. Selain itu ada dua orang ulama, gurunya yang banyak disebut dalam tulisannya, iaitu Syeikh Muhammad Mukhtar bin Atharid Bogor dan Syeikh Umar bin Abdur Rasyid as-Sumbawi.

AKTIVITI:
Abu Bakar al-Muari adalah Qadi Muar dan pernah menjadi Mufti Johor, selama seminggu sahaja. Bersama-sama Abdullah bin Isa, Syed Abdul Qadir bin Muhammad, Abdus Syukur bin Ismail, Yusuf bin Muhammad, Syed Muhammad bin Othman bin Yahya, Haji Muhammad Yunus bin Haji Ibrahim dan Haji Abu Bakar bin Haji Hasan, mereka menggubal `Undang-Undang Jam`iyah Percadangan' (Bandar Maharani Muar, Mac 1925, dicetak oleh Mathba'ah al-Khairiyah Muar 1925).

Abu Bakar al-Muari adalah pengasas Madrasah Al-Arabiyah Al-Khairiah di Muar. Beliau bukan hanya mendirikan madrasah, tetapi keterlibatannya di Bandar Muar meliputi keseluruhan aspek pembangunan di Muar, terutama sekali yang melibatkan urusan keIslaman.

MURID-MURIDNYA:
Murid-muridnya sangat ramai, bukan hanya murid di madrasah tetapi termasuk murid-murid yang menadah kitab di masjid, surau dan di rumahnya, sehingga beliau dikenali dengan nama `Haji Abu Bakar Alim'.

Di antara tokoh yang pernah mendapat pendidikan di Madrasah Al-Arabiyah Al-Khairiah ialah saudara sepupu beliau yang bernama Tan Sri Mohamed Noah. Setelah Mohamed Noah menerima pendidikan di madrasah tersebut, Abu Bakar lalu menghantarnya belajar ke Timur Tengah. Mohamed Noah adalah ayah mertua kepada allahyarham Tun Abdul Razak (Perdana Menteri Malaysia yang kedua).

Murid Abu Bakar yang lain ialah Ustaz Muhammad Yasin. Beliaulah yang meneruskan perjuangan pendidikan madrasah yang diasaskan oleh gurunya itu. Muhammad Yasin adalah ayah kepada Tan Sri Muhyiddin Yasin (sekarang Menteri Pertanian Malaysia).

Murid Abu Bakar yang lain ialah Datuk Haji Mohd. Noor. Di antara anak beliau ialah Datuk Haji Juma'at, bekas Ketua Pengarah Dewan Bahasa dan Pustaka, (sekarang Bendahari) Persatuan Sejarah Malaysia. Menurut keterangan Mohammad, anak kepada Abu Bakar Muar, kedua-dua tokoh di atas sangat memuji dan mengenang jasa orang tuanya (Abu Bakar).

Mohamed Noah pernah berkata, ``Kalaulah aku tidak dididik oleh sepupuku, Abu Bakar, tiadalah aku dapat ke Timur Tengah. Barangkali aku pun hidup dalam kejahilan tiada kenal hukum-hakam Islam ... ``.

Muhammad Yasin pula pernah berkata, ``Ketika aku akan belajar ilmu kemegahan dunia di Sumatera, setelah diketahui oleh Abu Bakar Alim, aku lalu dinasihatinya supaya belajar kepada beliau sahaja. Sekiranya aku melanggar nasihat beliau, mungkin aku menjadi seorang yang jahat.''

KARYA-KARYANYA:
Abu Bakar al-Muari menghasilkan karangan dalam jumlah yang banyak. Ia ditulis dalam bahasa Arab dan Melayu. Oleh sebab ruangan yang disediakan sangat terbatas, semua karangannya tidak dapat disenaraikan di ruangan ini.

Keterangan ringkas hanyalah sebagai berikut, bahawa beberapa karyanya merupakan polemik dengan Syeikh Tahir Jalaluddin al-Minankabawi al-Azhari. Walaupun Syeikh Tahir Jalaluddin adalah sahabatnya yang sama-sama belajar di Mekah, namun pendapat kedua-duanya adalah berbeza.

Abu Bakar merupakan benteng pertahanan Kaum Tua, sedangkan Syeikh Tahir Jalaluddin adalah pelopor pergerakan Kaum Muda. Abu Bakar juga mengarang risalah menolak pendapat Hasan Bandung. Sebuah lagi karyanya di dalam bahasa Arab juga menolak beberapa pendapat Sayid Rasyid Ridha, ulama Mesir, tokoh reformis yang sangat terkenal. Karya-karya Abu Bakar Muar yang bercorak polemik dengan Syeikh Tahir Jalaluddin yang telah ditemui ialah Taman Persuraian, ditulis pada 6 Ramadan 1346 Hijrah/1927 Masihi di Muar, Bandar Maharani.

Kandungannya menyatakan tentang sunat sembahyang ba'diyah Jumaat dan qabliyahnya. Ia membatalkan perkataan Syeikh Thahir Jalaluddin al-Minankabawi, guru Madrasah Al-Haji Taib Parit Jamil Muar yang mengatakan sembahyang qabliyah itu bidaah. Dan menyatakan sembahyang sunat Tahiyatul Masjid, rumuz-rumuz ulama fikah, tarikh Imam ar-Rafi'ie, Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Haitami. Dicetak oleh Mathba'ah al-Khairiyah, Muar (tanpa tarikh). Dicetak dengan perbelanjaan ahli-ahli al-khair Johor, Muar, Segamat, Kota Tinggi dan Kukup.

Salah satu sebab penyusunan karya ini ialah pertanyaan Haji Utsman bin Haji Muhammad Said, guru agama Bandar Maharani, 14 Syaaban 1346 Hijrah. Surat dilampirkan pada halaman awal dan setelah pada halaman akhir dilampirkan surat Haji Utsman bin Haji Muhammad Said, tarikh, Bandar Maharani, 18 Zulhijjah 1346 Hijrah yang menyambut baik kitab ini.

Judul selanjutnya ialah Taufan Yang Memalui Atas Huraian Haji Thahir Al-Minankabawi. Diselesaikan 10 Rabiulawal 1351 Hijrah/1932 Masihi dalam Bandar Maharani, Muar. Cetakan yang pertama Mathba'ah al-Jamiliyah, Muar, 1351 Hijrah/1932 Masihi. Kandungannya merupakan polemik dengan Syeikh Tahir Jalaluddin al-Minankabawi, sebagai tanggapan atas karya yang berjudul Huraian Yang Membakar.

Di dalam Taman Persuraian Haji Bakar, yang dipersoalkan ialah mengenai sembahyang qabliyah Jumaat. Ia merupakan kelanjutan judul Taman Persuraian. Polemik dengan Hasan Bandung pula, Abu Bakar Muar menyusun risalah berjudul Majlis Uraian Muar-Johor. Diselesaikan 20 April 1932 Masihi dalam Bandar Maharani, Muar, Johor. Kandungannya menjawab dan membatalkan fatwa pengarang Al-Fatwa Persatuan Islam Bandung yang mengatakan babi itu najis dimakan bukan najis disentuh, dan mulut anjing pun belum tentu najisnya. Salah satu sebab disusun karangan ini atas permintaan anggota Gubahan Setia Kelab Muar yang ditandatangani oleh ketuanya, Abdus Syukur bin Ismail bertarikh 2 April 1932. Surat tersebut dicetak pada halaman 1-2.

Mengenai sanggahan pendapat Sayid Rasyid Ridha selain dalam bahasa Arab, terdapat terjemahannya dalam bahasa Melayu yang diberi judul Sanggamara Dalam Perkara Menolak dan Membatalkan Perkataan Sayid Muhammad Rasyid Ridha Yang Berkata Dengan Niat Ushalli Itu Bid'ah. Sama ada yang dalam bahasa Arab atau pun yang dalam bahasa Melayu hingga kini belum ditemui.

Cogan Perikatan. Diselesaikan pada 3 Zulkaedah 1346 Hijrah/1928 Masihi, dalam Muar, Bandar Maharani, Johor. Cetakan yang pertama Mathba'ah al-Khairiyah, Muar, 15 Syawal 1346 Hijrah/1928 Masihi. Kandungan risalah ini juga merupakan polemik kerana mempertahankan pendapat golongan Mazhab Syafie daripada serangan Kaum Muda yang menolak mengucapkan lafaz `Ushalli'.

Karya Abu Bakar Muar selain yang bercorak polemik, dilengkapi pula dengan pelbagai disiplin ilmu, di antaranya tentang Ilmu Falak, ditulis dalam bahasa Arab. Ia masih dalam bentuk manuskrip dan belum diberi judul, diselesaikan pada 28 Rabiuakhir 1323 Hijrah/1905 Masihi di Mekah. Kandungan ilmu falakiyah merupakan syarah nazam al-Fadhil Abil Hasan Ali bin Abi ar-Rijal al-Katib al-Qairuani.

Ilmu Wafaq, juga dalam bahasa Arab. Ia masih dalam bentuk manuskrip dan belum diberi judul. Diselesaikan pada 1 Zulhijjah 1323 Hijrah/1905 Masihi di Mekah. Tentang faraid (cara-cara membahagi pusaka) ditulis kitab berjudul Nihayatut Taqrib fi Ma'rifatil Irtsi wat Ta'shib, juga dalam bahasa Arab. Ia masih dalam bentuk manuskrip dan diselesaikan pada 28 Jamadilawal 1324 Hijrah/1906 Masihi di Mekah.

Tentang kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., disusun risalah bernama Peringatan. Diselesaikan pada 2 Rabiulawal 1338 Hijrah/1919 Masihi dalam Bandar Maharani, Muar, Johor. Kandungannya menyatakan kalimah-kalimah yang ada di dalam kitab Kisah Maulid an-Nabi bagi karangan Sayid Ja'far al-Barzanji yang harus diubah-ubahkan bacaannya, cetakan yang pertama, Mathba'ah al-Khairiyah, Bandar Maharani, Muar, 1938.

Juga tentang kelahiran Nabi s.a.w. beliau susun Mastika Ajaib. Diselesaikan pada 9 Safar 1350 Hijrah/26 Jun 1931 Masihi, dalam Bandar Maharani, Muar, Johor. Kandungannya menyatakan hukum dan kelebihan membaca Maulid an-Nabi s.a.w., cetakan yang pertama Mathba'ah al-Jamiliyah, Parit Jamil, Muar, 1350 Hijrah/1931 Masihi. Sebab disusun risalah ini memenuhi pertanyaan anggota Gubahan Setia Kelab Muar.

Tentang tajwid, Abu Bakar Muar menyusun risalah Pertinjauan, Penggal Pertama. Diselesaikan pada 1 Syaaban 1342 Hijrah dalam Bandar Maharani, Muar. Cetakan yang pertama, Mathba'ah al-Khairiyah, Muar, 1342 Hijrah/1924 Masihi. Pada halaman pertama sesudah halaman kulit terdapat salinan ijazah daripada gurunya, Syeikh Abdullah bin Muhammad Qasim Senggora yang dikeluarkan pada hari Jumaat, 25 Zulhijjah 1334 Hijrah di Mekah.

Hikayat Qadhi Dengan Harami, diselesaikan pada 12 Rabiulawal 1343 Hijrah dalam Bandar Maharani, Muar. Cetakan yang pertama, Mathba'ah al-Khairiyah, Muar, 1343 Hijrah/1924 Masihi. Kandungannya merupakan sastera Islam, menceritakan kisah seorang qadi pada zaman pemerintahan Harun ar-Rasyid

Abu Bakar juga menyusun buku-buku pengetahuan lain, seperti buku mengenai masakan yang terkumpul dalam judul Jangka Rampaian yang terdiri daripada tiga jilid. Saya simpulkan saja bahawa Abu Bakar Muar telah melakukan penulisan sejak tahun 1323 Hijrah/1905 Masihi hingga 18 Muharam 1357 Hijrah/20 Mac 1938 Masihi. Judul terakhir karyanya ialah Jadwal Tarikh Antara Nabi Adam Dengan Nabi Muhammad s.a.w. Dan Lainnya.

Tok Kenali ulama peringkat wali




DALAM sekian banyak e-mel yang saya terima, ada orang memprotes kenapa sudah sekian banyak ulama Nusantara yang diperkenalkan dalam halaman Agama Utusan Malaysia, namun cerita tentang Tok Kenali tidak muncul?.

Pada prinsipnya kisah semua ulama Nusantara akan saya muatkan dalam akhbar ini, hanya gilirannya belum sampai. Ada ulama kisahnya disegerakan dan ada yang artikelnya masih dalam pemerosesan.

Tok Kenali ialah satu nama yang paling terkenal dalam dunia pengajian Islam menggunakan sistem pondok di Malaysia. Bahkan beliau juga terkenal di seluruh alam Melayu. Oleh itu, memang riwayat beliau perlu diketahui oleh masyarakat. Dalam dua keluaran terakhir perbicaraan tentang ulama, telah disentuh perjuangan tokoh yang antipenjajah (Tok Ku Paloh Terengganu dan Haji Sulong al-Fathani). Ada orang berpendapat bahawa Tok Kenali tidak pernah terlibat dalam perjuangan yang bercorak demikian.

Bagi saya, pendapat seperti demikian itu adalah hanya ditinjau dari satu sudut yang belum menyeluruh. Tok Kenali ialah murid yang paling dipercayai oleh Syeikh Ahmad al-Fathani, oleh itu hampir-hampir tidak ada satu rahsia perjuangan Syeikh Ahmad al-Fathani yang tidak diketahui oleh Tok Kenali.

Di sini saya sentuh sedikit saja. Syeikh Ahmad al-Fathani ialah tokoh pertama dari lingkungan dunia Melayu sejagat yang secara diplomatik pergi ke Istanbul, Turki untuk melaporkan perbuatan tiga bangsa yang menjajah di dunia Melayu ketika itu. Bangsa-bangsa itu ialah Inggeris, Belanda dan Siam.

Walau bagaimanapun, supaya suasana tidak selalu keras dan tegang dalam corak pemikiran jihad zhahiri, kisah Tok Kenali saya fokuskan kepada pemikiran jihad shufi. Jihad zhahiri lebih menitikberatkan perjuangan secara fizikal, sedang jihad shufi lebih mengutamakan pembinaan dalaman, qalbi atau hati dan rohani. Kedua-dua jenis jihad itu adalah penting dikombinasikan secara sepadu. Selain itu dalam disiplin ilmu akidah dan tasawuf ia dikenali dengan istilah ‘Wali Allah’ dan ‘karamah’ (istilah Melayu: keramat).

Tradisi penulisan para ulama Islam juga banyak menceritakan tentang ‘karamah’ para Wali Allah. Tulisan saya dalam Utusan Malaysia yang telah lalu (133 siri) tentang ‘karamah’ sengaja tidak saya sentuh kerana saya lebih mengutamakan riwayat yang berdasarkan fakta. Oleh kerana ramai yang minta kepada saya supaya menulis tentang karamah yang pernah berlaku pada Tok Kenali maka permintaan itu saya paparkan berdasarkan cerita yang telah saya kumpulkan daripada pelbagai sumber sejak tahun 1950-an lagi.

Karamah Tok Kenali

Nama sebenar Tok Kenali ialah Haji Muhammad Yusuf bin Ahmad al-Kalantani, lahir pada 1287 H/1871 M, wafat Ahad, 2 Syaaban 1352 H/19 November 1933 M. Yang saya riwayatkan ini adalah berdasarkan pelbagai cerita yang saya dengar, oleh itu tidak terikat sangat dalam sistem penulisan ilmiah.

Yang saya ingat pada tahun 1953, ibu saya Hajah Wan Zainab binti Syeikh Ahmad al-Fathani hanya menyebut nama murid ayahnya itu dengan istilah Awang Kenali. Menurutnya, Syeikh Ahmad al-Fathanilah yang pertama menggunakan istilah ‘Awang’ itu. Riwayatnya, sewaktu Syeikh Ahmad al-Fathani menjadi utusan ulama Mekah ke Beirut dan Mesir untuk menyelesaikan pertikaian pendapat antara Saiyid Yusuf an-Nabhani (Beirut) dengan Syeikh Muhammad Abduh (Mesir) dalam rombongan itu, Awang Kenali ikut serta.

Ketika sampai di Bukit Tursina, kerana di tempat itulah Nabi Musa mendengar ‘Kalam Allah’, Syeikh Ahmad al-Fathani menyuruh murid-muridnya munajat secara khusus. Awang Kenali ditugaskan supaya minta menjadi ulama. Nik Mahmud ditugaskan munajat minta menjadi seorang pembesar Kelantan. Setelah Tok Kenali munajat, Syeikh Ahmad al-Fathani menyatakan bahawa ilmu Awang Kenali tinggi hanya mencapai ‘awan’ tidak menjangkau kepada langit. Ilmu yang sampai ke peringkat ‘awan’ itulah yang dapat dijangkau oleh kebanyakan ulama di tanah Jawi.

Daripada perkataan ‘awan’ itulah kemudian bertukar menjadi ‘Awang’. Cerita yang sama juga saya dengar daripada Haji Wan Ismail bin Hawan, Qadhi Jala (cerita didengar pada tahun 1970). Dalam surat-surat Syeikh Ahmad al-Fathani kepada pihak lain, termasuk kepada orang Arab dan Turki, apabila melibatkan muridnya itu, beliau mengekalkan tulisan dengan istilah ‘Awan Kenali’ saja tanpa menyebut nama lainnya.

Pada tahun 1969 saya dengar cerita bahawa Tok Kenali pertama-tama datang ke Mekah penuh dengan peristiwa yang pelik-pelik (ajaib). Kehidupan sehari-harinya penuh dengan tawakal. Beliau tidak mempunyai pakaian yang lebih daripada sehelai, tidak memiliki wang, tidak siapa mengetahui beliau makan ataupun tidak pada setiap hari siang ataupun malam. Hampir-hampir tidak ada orang yang mengenalinya di Mekah ketika itu.

Orang yang tidak mengenalinya hanya memperhatikan keanehannya berada dari satu halaqah ke satu halaqah yang lain dalam Masjid Haram, Mekah. Keberadaannya dalam sesuatu halaqah tidak pula membawa sesuatu kitab seperti orang lainnya. Pada kebanyakan masa ketika duduk dalam halaqah beliau memejamkan mata, orang menyangka beliau bukan mendengar pelajaran tetapi tidur. Antara ulama yang mengajar dalam Masjid al-Haram ketika itu ada yang tembus pandangannya, diketahuinyalah bahawa pemuda yang aneh itu bukanlah sembarangan orang, martabatnya ialah seorang ‘Wali Allah’.

Walau bagaimanapun, tidak seorang ulama peringkat Wali Allah di Mekah mahu membuka rahsia itu kepada murid-muridnya. Ketika Tok Kenali sampai di Mekah, Syeikh Ahmad al-Fathani telah mengetahui pemuda yang berasal dari Kelantan itu, tetapi sengaja tidak dipedulikannya kerana pada firasat Syeikh Ahmad al-Fathani pemuda Kelantan itu sama ada lekas ataupun lambat akan datang juga kepada beliau.

Dalam masa berbulan-bulan peristiwa seperti di atas, pada satu ketika Tok Kenali mengunjungi halaqah Syeikh Ahmad al-Fathani. Tok Kenali duduk jauh di belakang pelajar-pelajar lain. Syeikh Ahmad al-Fathani telah mempersiapkan sekurang-kurangnya tiga kemusykilan atau masalah, yang pada pemikiran Syeikh Ahmad al-Fathani tidak akan dapat dijawab oleh siapa pun yang hadir dalam majlis pengajiannya, kecuali seseorang itu memiliki pandangan ‘kasyaf’ ataupun telah memperoleh ‘ilmu ladunni’.

Sewaktu Syeikh Ahmad al-Fathani melemparkan pengujian atau pertanyaan kepada semua pelajar, Tok Kenali seperti orang tidur-tidur saja. Semua pelajar terdiam, tidak seorang pun berkemampuan menjawab masalah yang dikemukakan oleh Syeikh Ahmad al-Fathani. Tiba-tiba Syeikh Ahmad al-Fathani menyergah pemuda Kelantan yang sedang tidur. Pemuda itu terkejut. Syeikh Ahmad al-Fathani menyuruhnya supaya datang ke hadapan duduk bersama beliau. Disuruhnya pemuda Kelantan itu menjawab masalah ujian yang dikemukakan lalu semuanya dijawab dengan sejelas-jelasnya.

Setelah peristiwa itu Tok Kenali menjadi murid yang paling mesra dengan Syeikh Ahmad al-Fathani. Bahkan Tok Kenali menjadikan dirinya sebagai ‘khadam’ kepada Syeikh Ahmad al-Fathani. Seluruh gerak dan diam Tok Kenali hanyalah berkhidmat kepada gurunya itu, kerana diketahuinya bahawa seluruh kerja Syeikh Ahmad al-Fathani semata-mata untuk kepentingan agama Islam dan bukan kepentingan peribadinya. (Cerita yang sama juga didengar daripada Tuan Guru Haji Mahmud bin Yusuf Juani di Pondok Gajah Mati, Kedah pada tahun 1970. Beliau ialah murid Tok Bermin, sahabat Tok Kenali).

Hampir semua murid Tok Kenali yang pernah saya temui meriwayatkan bahawa orang yang pernah belajar dengan Tok Kenali semuanya mendapat kedudukan dalam masyarakat. Apabila seseorang murid itu lebih berkhidmat kepada beliau maka ternyata akan lebih pula ilmu yang diperolehnya. Demikian juga kedudukan dalam masyarakat. Yang dimaksudkan berkhidmat di sini ialah ada yang pernah menyiram Tok Kenali ketika mandi. Bahkan ada murid yang pernah membasuh beraknya sesudah buang air besar.

Murid yang sampai kepada kedua-dua peringkat ini saja yang menjadi ulama besar, antara mereka termasuk Syeikh Idris al-Marbawi dan Syeikh Utsman Jalaluddin Penanti. (Sumber cerita ini daripada murid beliau, Tuan Guru Haji Abdur Rahman bin Husein al-Kalantani, Mufti Mempawah, yang didengar pada tahun 1969 di Mempawah; Tuan Guru Haji Mahmud di Gajah Mati, Kedah pada tahun 1970; Qadhi Haji Wan Ismail bin Hawan di Jala pada tahun 1970; Tuan Guru Haji Abdur Rahim Kelantan di Mekah pada tahun 1979, dan masih ada yang lain yang belum perlu disebutkan.)

Walaupun telah diketahui umum Tok Kenali berasal dari Kelantan tetapi sewaktu saya mengembara ke negeri Caiyya (nama asalnya Cahaya) yang terletak jauh ke Utara Patani dan Senggora, orang tua-tua bercerita bahawa asal usul datuk nenek Tok Kenali adalah dari Cahaya. Diriwayatkan ada dua atau tiga kali Tok Kenali pernah datang ke negeri Cahaya. Setiap kali Tok Kenali datang beliau dimuliakan orang. Tempat yang menjadi laluan Tok Kenali dihamparkan dengan kain kuning, demikian juga tempat duduknya. Orang ramai datang berduyun-duyun menziarahi Tok Kenali kerana mengambil berkat keramatnya. Ada orang tertentu yang didoakan oleh Tok Kenali ternyata dikabulkan oleh Allah sebagaimana doa yang beliau ucapkan (riwayat ini didengar di Caiya (Cahaya) pada 1992).

Penulisan

Penglibatan Tok Kenali dalam penulisan adalah sebagai bukti beliau seperti juga ulama-ulama terkenal lainnya. Beliau ialah Ketua Pengarang majalah Pengasuh yang pertama ketika majalah itu mula-mula diterbitkan. Dari sini dapat kita buktikan bahawa majalah Pengasuh merupakan majalah Islam yang paling lama dapat bertahan di Nusantara. Majalah Pengasuh masih kekal diterbitkan hingga sekarang ini (1427 H/2006 M) oleh Majlis Agama Islam Kelantan. Semua majalah Islam di Nusantara yang diterbitkan peringkat awal, bahkan termasuk yang agak terkebelakang, semuanya tidak diterbitkan lagi.

Karya-karya Tok Kenali yang ditulis dalam bentuk risalah atau kitab pula antaranya ialah Risalatud Durril Mantsur, yang selesai ditulis pada bulan Jumadil Akhir 1310 H/Disember 1892 M. Kandungannya merupakan terjemahan dan penjelasan fadhilat Burdah Bushiri. Dicetak dalam bentuk huruf batu/litografi oleh Syeikh Abdullah Mujallid, Mekah pada Jumadilakhir 1310 H.

Karya Tok Kenali dalam bidang ilmu sharaf pula ialah Madkhal Kamil fi 'Ilmis Sharfi, selesai penulisan pada 15 Rabiulawal 1351 H. Kandungan merupakan karya tashhih tentang ilmu sharaf. Kemungkinan maksud daripada gurunya Syeikh Ahmad al-Fathani, iaitu karya berjudul Abniyatul Asma' wal Af'al. Dicetak oleh Mathba'ah al-Asasiyah al-Kalantaniyah atas perbelanjaan Haji Wan Daud bin Haji Wan Sufyan.

Karya Tok Kenali dalam bidang ilmu nahu pula ialah Mulhiq li Miftahit Ta'allum fi I'rabi Matnil Ajrumiyah wal Amtsilah 'ala Ratbih, selesai penulisan pada 29 Sya’ban 1354 H. Membicarakan ilmu nahu merupakan huraian kitab Matn al-Ajrumiyah. Kitab ini dikumpulkan atau ditulis kembali oleh salah seorang muridnya iaitu Tuan Guru Haji Abdullah Thahir bin Ahmad, Bunut Payung. Dicetak oleh Persama Press, Pulau Pinang atas kehendak Tuan Guru Abdullah Thahir bin Ahmad bin Muhammad Zain pada 9 Safar 1356 H

Abdullah Fahim - Ulama mahir ilmu falak




Posted
Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah

ABDULLAH bin Ibrahim bin Tahir dipanggil dengan nama Haji Abdullah Pak Him. Pak Him ialah singkatan nama ayahnya, Ibrahim. Nama atau gelaran yang diketahui umum ialah Syeikh Abdullah Fahim.

Fahim yang dimaksudkan di sini ialah `Fahim' yang berasal daripada bahasa Arab, yang bererti `orang yang faham'.

Beliau lahir di Mekah pada tahun 1286 Hijrah/1869 Masihi, dan wafat pada tanggal 12 Zulkaedah 1380 Hijrah/ 27 April 1961 Masihi di Seberang Perai, Pulau Pinang.

Abdullah Fahim mendapat pendidikan asas tradisional daripada ayahnya sendiri, Haji Ibrahim bin Tahir di Mekah.

Ayahnya seorang yang alim mengenai bacaan al-Quran. Datuknya pula, Haji Tahir berasal dari Patani. Dikatakan juga bahawa beliau memahami ilmu-ilmu Islam tradisional cara Patani.

Ilmu yang dikuatkan adalah tiga jenis; ilmu yang berkaitan dengan fardu ain, iaitu menurut akidah Ahli Sunnah wal Jamaah, berimamkan Imam Abu Hasan al-Asy`ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi.

Kedua, ilmu fikah mengikut Mazhab Syafie, dan ketiga, ilu tasawuf berimamkan Syeikh Junaid al-Baghdadi.

Selanjutnya Abdullah Fahim mendapat pendidikan pelbagai bidang ilmu juga di Mekah. Beliau menuntut ilmu daripada kira-kira 50 orang ulama.

Di antara gurunya yang berbangsa Arab ialah Syeikh Muhammad Said Babsail (Mufti Mazhab Syafie), Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki, Sayed Abu Bakri Syatha (penyusun kitab I'anah at-Thalibin)

Ulama dari dunia Melayu yang menjadi gurunya yang paling berpengaruh baginya ialah Syeikh Muhammad bin Ismail Daudi al- Fathani (penyusun kitab Mathla' al-Badrain), Syeikh Wan Ali bin Abdur Rahman Kutan, al-Kalantani (penyusun Al-Jauhar al-Mauhub dan Lum'ah al-Aurad) dan Syeikh Wan Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani (pengasas pengkaderan ulama dunia Melayu di Mekah yang dikatakan mempunyai kemahiran sekurang-kurangnya 47 disiplin ilmu).

Sewaktu menuntut ilmu di Mekah, Abdullah Fahim bersahabat dengan beberapa orang yang berasal dari dunia Melayu, yang kemudian menjadi ulama dan tokoh-tokoh yang cukup terkenal.

Di antara mereka ialah: Tuan Guru Haji Umar, Sungai Keladi Kelantan (1284 H/1867 M -1366 H/1947 M), Syeikh Tahir Jalaluddin, Minangkabau (1286 H/1869 M-1376 H/1956 M), K.H. Hasyim Asy'ari, Jawa Timur (1287 H/1871 M-1366 H/1947 M), Tok Kenali, Kelantan (1287 H/1871 M-1352 H/1933 M) dan ramai lagi.

Abdullah Fahim seorang yang gigih mengajar kepada masyarakat dan menyebarkan ilmu-ilmu keIslaman, sama ada ketika menjawat jawatan Mufti Pulau Pinang atau sebelumnya.

Beliau pernah mengajar di beberapa tempat di Kedah, Kuala Kangsar, Perak dan Pulau Pinang. Selanjutnya beliau berhasil mendirikan sekolah agama di Seberang Perai Utara.

Kepakaran ilmunya:
Abdullah Fahim termasuk salah seorang ulama yang mahir dalam ilmu falak. Oleh kerana itu pendapatnya telah diminta untuk menentukan waktu yang sesuai bagi kemerdekaan Malaya.

Berdasarkan hisab dan falak Syeikh Abdullah Fahim, ditentukanlah bahawa hari kemerdekaan Malaya jatuh pada tanggal 31 Ogos 1957.

Mengenai ilmu hisab dan falak, beliau mempelajarinya daripada Syeikh Ahmad al-Fathani dan kemudian memahirkannya daripada Syeikh Muhammad Nur bin Syeikh Muhammad/ Syeikh Nik Mat Kecik bin Ismail Daudi al-Fathani, sahabatnya.

Ulama dunia Melayu yang seangkatan dengannya yang mahir dalam ilmu hisab dan falak tidak begitu ramai. Di antaranya yang berasal dari Malaysia ialah: Haji umar, Sungai Keladi Kelantan, Haji Abu Bakar bin Haji Hasan, Qadhi Muar, Johor.

Sementara mereka yang berasal dari Indonesia pula ialah Syeikh Jamil Jambek dan Syeikh Tahir Jalaluddin.

Mereka yang berasal dari Patani ialah Syeikh Muhammad Nur bin Syeikh Nik Mat Kecik al-Fathani dan Syeikh Abdur Rahman Gudang al-Fathani.

Ilmu langka, selain ilmu hisab dan falak yang dikuasai oleh Abdullah Fahim, ialah ilmu sastera Arab, yang dinamakan juga ilmu `arudh dan qawafi.

Termasuk juga di dalamnya ialah ilmu isti`arah dan ilmu balaghah. Pengkaderan ilmu yang tersebut juga dimulai dengan kebangkitan Syeikh Ahmad al-Fathani.

Kader dan murid Syeikh Ahmad al-Fathani yang mahir menggubah syair dalam bahasa Arab secara profesional hanya beberapa orang, di antara mereka ialah: Syeikh Abdullah Fahim, Syeikh Muhammad Nur bin Syeikh Nik Mat Kecik al-Fathani dan Syeikh Tengku Mahmud Zuhdi bin Abdur Rahman al-Fathani, Syeikh al-Islam Selangor.

Karya dan pemikirannya:
Karya-karya hasil tulisan Abdullah Fahim yang paling dapat ditonjolkan hanyalah melalui syair-syairnya dalam bahasa Arab, yang ditulis di dalam beberapa buah kitab yang diterbitkan oleh Persama Press Pulau Pinang, terutama sekali di dalam kitab-kitab mengenai ilmu hadis.

Di antaranya dalam kitab al-Hadiqah an-Nadiyah fi al-Hadits an-Nabawiyah yang disusun oleh Abi Abdil Hay Muhammad Isa bin Ibrahim ar-Rawa al-Filfulani (Rabiulakhir 1352 H).

Ada yang mengatakan bahawa Abdullah Fahim pernah menyusun sebuah kitab tafsir dan kitab mengenai ilmu falak tetapi tidak sempat diselesaikannya.

Walau bagaimanapun di atas selembar kertas dapat disemak jalan pemikirannya, di antaranya beliau beliau menulis:

``Tuan-tuan sedia maklum, beratus-ratus tahun bahawa orang-orang bangsa Melayu se Malaya ini dari peringkat ke bawah hingga peringkat ke atas, awam-awam, qadhi-qadhi, ulama-ulama, menteri-menteri, hingga raja-raja, sekalian mereka itu bermazhab dengan Mazhab al-Imam asy-Syafie ijma'an. Tiada seorang pun yang bermazhab lain daripada Mazhab Syafie ... ``

Abdullah Fahim menyebut nama kitab-kitab Arab yang dipegang di dalam Mazhab Syafie ialah, ``Ambil mereka itu hukum fikah Syafie daripada kitab Tuhfah, dan kitab Nihayah hingga kitab al-Umm dan mukhtasharatnya ... ``

Walaupun ilmu pengetahuan Arabiyahnya luas melaut, namun beliau juga merujuk kitab-kitab bahasa Melayu yang dikarang oleh ulama-ulama dunia Melayu yang terkenal.

Kitab-kitab yang beliau sebut ialah, ``Dan terjemahannya kepada bahasa Melayu, seperti Sabil al-Muhtadin, Bughyah at-Thullab, Mathla' al-Badrain dan lainnya''

Mengenai pegangan akidahnya, Abdullah Fahim menulis, ``Usuluddin atas perjalanan Abi al-Hasan al-Asy'ari. Diambil dari syuruh dan hawasyi Umm al-Barahin, dan Jauharah ... ``

Pegangan akidah dalam bahasa Melayu pula beliau sebut, ``Dan sebagainya daripada kitab-kitab Melayu''.

Yang dimaksudkan di sini semua kitab Melayu/Jawi yang membicarakan akidah yang dikarang oleh ulama-ulama dunia Melayu muktabar.

Beliau pernah belajar dan mengajar kitab berkenaan, di antaranya Faridah al-Faraid oleh guru beliau, Syeikh Ahmad al-Fathani, Aqidah an-Najin juga oleh guru beliau yang bernama Syeikh Zainal Abidin bin Muhammad al-Fathani dan ad-Durr ats-Tasamin oleh Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani, dan kitab-kitab akidah lainnya.

Mengenai pegangannya di dalam tasawuf, beliau menulis, ``Ilmu tasawuf atas perjalanan al-Imam al-Ghazali diambilkan daripada Minhaj al-Abidin, Ihya' Ulumid Din ...''

Di dalam tasawuf beliau juga memartabatkan pengkaryaan ulama Melayu. Katanya, ``Dan terjemahnya kepada bahasa Melayu, seperti Siyar as-Salikin''.

Abdullah Fahim menegaskan, ``Maka ini kitab-kitab dan seumpamanya, segala hukum dalamnya kesemuanya mengistinbat daripada al-Quran dan hadis yang dihalusi dan ditapis oleh ulama-ulama ajilla', diamal dengan dia sudah lebih dari seribu tahun dan terjemah kepada bahasa Melayu beratus-ratus tahun.''

Keturunannya:
Di antara anak Syeikh Abdullah Fahim ialah Datuk Haji Ahmad Badawi. Beliau adalah seorang alim yang bertanggungjawab menangani sekolah agama yang didirikan oleh ayahnya.

Di antara anak Datuk Haji Ahmad Badawi pula ialah Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi yang secara rasmi dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada hari Jumaat, 31 Oktober 2003 Masihi bersamaan 5 Ramadan 1424 Hijrah oleh Yang Dipertuan Agong Malaysia.

Sejarah Panglima Awang atau Henry The Black atau Enrique

http://resam-melayu.com/wp-content/uploads/2010/06/Panglima_Awang.JPG 
Tiada satu pun yang mustahil dalam dunia ini. Itu semua adalah atas kekuasaan dan kehendak Allah s.w.t jua. Dialah yang Maha Berkuasa. 
Apa tidaknya,selama ini kita didendangkan dengan lagu dan irama sejarah barat yang kononnya mengiktiraf bahawa Ferdinand Magellan yang berbangsa Portugis, adalah merupakan manusia pertama dalam sejarah berjaya mengelilingi dunia ini dan membuktikan bahawa dunia ini bulat. Peristiwa ini berlaku di abad ke 14 lagi. 
Kita pun melopong, menghafal dan seterusnya menelan fakta sejarah yang telah didendangkan menerusi para guru sejarah (dikenali sebagai "Tawarikh") masa itu. Kita juga tidak percaya bahawa di zaman itu 'mana ada orang Melayu yang boleh belayar beribu batu di lautan berbulan-bulan lamanya?' Memang tidak terfikir dek kepala kita masa itu ada orang Melayu boleh berbuat demikian.

Tetapi sesungguhnya, itu semua bukan mustahil malahan bolej berlaku bertepatan dengan cogankata ".....Kita Boleh....". Ianya bermula pada tahun 1509 apabila Portugis datang menjelajah ke timur dan seterusnya menguasai Kerajaan Empayar Kesultanan Melayu Melaka pada tahun 1511. 
 
Dalam angkatan laut Portugis yang datang menyerang dan menakluk Melaka terdapat seorang pegawai tentera yang dikenali sebagai Ferdinand Magellan.

Panglima Awang atau Henry The Black atau Enrique di Malacca merupakan seorang keturunan Melayu yang turut serta dalam misi pelayaran Ferdinand Magellan untuk mengelilingi dunia. 
 
Beliau bertugas sebagai jurubahasa dan pembantu di dalam kapal Ferdinand Magellan. Beliau disebut sebagai Henrich dalam bahasa Sepanyol.

Asal usul Enrique diperdebatkan oleh ramai sejarahwan. Ada yang menyatakan beliau dari Melaka, Sumatera, Maluku dan dari Sibu, Filipina. Kisah pelayaran Ferdinand Magellan dicatat dalam diari Antinio Pigafetta, seorang sukarelawan Itali yang turut serta bersama Ferdinand Magellan. 
 
Beliau menyatakan Enrique adalah seorang Melayu yang ditangkap dan dijadikan hamba dalam kapal tersebut. Enrique dikatakan berasal dari 'Zamatra' atau Sumatera seperti fakta yang tercatat dalam dari Antionio Pegafetta.

Enrique adalah pahlawan dan pendekar Melayu yang berjuang mempertahankan Melaka dari serangan tentera Portugis pada 1511. Enrique adalah 'hamba raja' kepada Sultan Mahmud, Sultan Melaka yang terakhir. 
 
Setelah ditawan, Enrique bertugas menjadi jurubahasa dan pembantu khas Magellan dalam kapal dan seterusnya dibawa ke Lisbon, Portugis pada 1512.

Tafsiran lain menyatakan Enrique merupakan hamba  dari Sumatera yang telah dibeli di pasar Melaka. Dia telah dibaptis dan diberi nama Henrique atau Enrique atau Henry The Black. 
 
Walaubagaimanapun nama sebenarnya tidak diketahui dengan jelas. Nama Panglima Awang hanya muncul apabila Harun Aminurrashid menggunakannya dalam Novel Panglima Awang pada tahun 1958.

Apabila Raja Portugis lemah, Magellan berkhidmat pula dengan Raja Cahrles 1 dari Sepanyol mulai tahun 1517. Enrique terus berkhidmat mengikuti Magellan. Pada masa itu, Portugis telah pun menguasai Melaka dan kepulauan rempah khususnya di Maluku. 
Magellan memberi pelan bagaimana Sepanyol boleh menguasai perdagangan rempah di Asia Tenggara menerusi penjelajahan sebelah Barat yang belum diterokai sebelum ini. 
Raja Charles 1 bersetuju dengan cadangan Magellan itu. Akhirnya, Magellan menyediakan angkatan kapal yang terdiri dari 5 buah kapal : San Antonio, Conception, Victoria, Santiago dan kapalnya sendiri, Trinidad bersama kelasi seramai 270 orang. 
Mereka meninggalkan pelabuhan Sancular di Barrameda pada 20 September 1519 dan belayar arah ke Barat menyeberangi Lautan Atlantik. Kemudian tiba di benua Amerika Latin dan menyeberangi Selat Magellan, merentasi Lautan Pasifik, Pulau Guam dan akhirnya tiba di perairan Kepualauan Pasifik.

Pada 16 Mac 1521, selepas belayar selama 18 bulan, mereka sampai di satu lokasi di Kepulauan Filipinadan yang bernama Samar. Tempat ini dikira masih jauh dari kepulauan rempah di Nusantara. 
Pemuda yang bernama Enrique bertindak sebagai jurubahasa apabila berkomunikasi dengan pemerintah tempatan dan para pedagang kerana di Filipina dan Nusantara difahami oleh Enrique. 
Sayugia diingat bahawa Bahasa Melayu menjadi lingua franca kepada mereka untuk mendapatkan bekalan makanan, minuman, pertukaran barangan berhubung dengan pedagang, menghantar mesej keamanan dan berhubung dengan pemimpin dan masyarakat setempat di Nusantara. 
Para Pegawai Kerajaan Melaka termasuk Enrique sebenarnya fasih dalam berbagai bahasa di dunia.

Di Kepulauan Sibu, Filipina, Ferdinand Magellan telah berhubung dengan Raja Humabon. Raja Humabon bersama 800 orang rakyat di Sibu, Filipina berjaya dikristiankan oleh Ferdinand Magellan. 
Magellan memanggil penduduk Sibu sebagai 'Indian' kerana berkulit gelap sebagaimana penduduk selatan India dan Enrique juga tidak berkecuali.

Raja Humabon meminta bantuan Magellan untuk menghapuskan pemberontakan di perkampungan Mactan yang dipimpin oleh ketuanya bernama Lapu-Lapu. 
Pada hari Sabtu 27 April 1521, Magellan telah menyerang Pulau Mactan bersama 60 orang anggota menggunakan senapang, meriam, senjata besi dan lain-lain. 
Sementara Lapu-Lapu bersama 1,500 pahlawan hanya menggunakan buluh runcing dan panah beracun. Dalam peperangan tersebut, Magellan telah terkena panah beracun dan terbunuh. Sebahagian rakannya yang terselamat lari menyelamatkan diri balik ke kapal.

Duarte Barbosa, seorang kelahiran Portugis telah dipilih menjadi kapten kapal. Walaubagaimanapun beliau tidak menunaikan wasiat Magellan untuk membebaskan Enrique setelah kematiannya. Malahan Barbosa menghina Enrique di hadapan kelasi-kelasi lain. 
Disinilah terdapat tafsiran sesetengah penulis mengatakan Enrique merancang untuk menghapuskan Barbosa dengan pertolongan Raja Humabon. 
Dengan kebolehan berkomunikasi yang dimilikinya, Enrique telah berunding dengan Raja Humabon dan Raja Humabon bersetuju menghadiahkan batu permata dan pelbagai hadiah lain untuk Raja Sepanyol dengan mengadakan satu majlis makan sebagai perangkap. 
Semasa makan mereka telah diserang dan disembelih oleh orang-orang Humabon. Barbosa dan semua pengikutnya terbunuh kecuali Enrique seorang sahaja yang terselamat. 
Rekod rasmi Sepanyol menyatakan Enrique d Malacca bersama 27 orang yang lain telah terselamat dan kembali ke Sepanyol tetapi catatan Pegafetta menyatakan Enrique sebagai hilang.

Diari Pegafetta hanya menyatakan 18 orang yang terselamat kembali ke pelabuhan Sanlucar de Barrameda, Sepanyol. Mereka semua sampai pada 9 Jun 1522 dengan diketuai oleh Juan Sebastian Elcano dengan kapal La Victoria dari Kepualaun Maluku. Pemerintah Sepanyol mengiktiraf Elcano sebagai orang yang berjaya melengkapkan pelayaran mengelilingi dunia.


Diari Pegafetta tidak menyatakan dengan jelas sama ada Enrique pulang kembali ke Malaka, kembali ke Sumatera atau menetap di Pulau Sibu, Filipina. Tidak ada catatan dan cerita lanjut selepas itu. Para sarjana barat masih cuba menggali mistri kemanakah perginya Enrique setelah peristiwa Mactan?. 
Apakah yang terjadi setelah itu kepada beliau kerana pada masa itu umur beliau masih terlalu muda. Kalau beliau mati dimanakah kuburnya?. Mistri tersebut sehingga ke hari ini, masih dapat dirungkai.

PERSOALAN :-

  1. Adakah benar Enrique telah dikristiankan oleh Ferdinand Magellan dan menjadi orang Melayu pertama yang berjaya dimurtadkan.
  2. Dimanakah letaknya kubur Panglima Awang ini jika telah kembali ke Melaka, ke Sumatera atau kembali ke Sibu, Filipina.
  3. Mengapa nama Enrique tidak termasuk dalam senarai 18 orang yang sampai ke Sepanyol.
  4. Mengapa sejarahwan barat masih mendakwa Ferdinand Magellan sebagai orang pertama mengelilingi dunia dan bukannya ELcano adn 17 sahabat yang lain dan seorang hamba Melayu bernama Enrique d Malacca atau Henry The Black (Panglima Awang)
  5. Apakah benar beliau menjadi perancang untuk memerangkap dan membunuh Ferdinand Magellan dan juga Barbosa di Pulau Sibu, Filipina?
  6. Dari negara manakah asal Enrique? Sumatera? Melaka? atau Sibu di Filipina?


Benarkah kubur Panglima Awang bersemadi di Rembau?......


Mengikut penyelidikan dan dapatan yang telah diperolehi oleh Saudara Zainal Al Johan dari Rembau, beliau mengatakan bahawa keturunan Panglima Awang sememangnya terdapat di Rembau sehingga hari ini. Makam beliau terdapat di Kampung Padang Lekok, Rembau. 
Walaubagaimanapun, makam tersebut masih lagi belum dibersihkan atau dibaikpulih kerana ditakuti akan mencacatkan persekitaran dan struktur lainnya terutama batu nisan yang dikatakan sebagai 'Batu Nisan Acheh'. 
Hanya mereka yang berpengalaman sahaja terutamanya ahli arkiologi yang boleh membaikpulih artifak-artifak lama seperti ini bagi mengelakkan kerosakan ke atas struktur batu nisan tersebut. 
Kajian lanjut dan terperinci masih dan sedang dijalankan oleh beliau dan juga Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Negeri Sembilan bagi menentukan akan kesahihannya.

Persoalan yang masih menyelubungi para sejarahwan di seluruh dunia sehingga ke hari ini ialah kemana perginya Enrique de Malacca atau Panglima Awang setelah peristiwa Mactan? 
Tidak ada sebarang catatan mengenainya di mana-mana. Cerita dan catatan Pegafetta berkaitan dengan Enrique juga terhenti setakat peristiwa pembunuhan beramai-ramai oleh Raja Humabon di Mactan. 
Buku Panglima Awang yang terbaru yang dihasilkan oleh para sejarahwan Malaysia dan diseminarkan dalam Sejarah Melaka baru-baru ini pun hanya menceritakan peristiwa berkaitan sehingga ke Mactan di Filipina. 
Harun Aminurrashid dalam novelnya 'Panglima Awang' ada menyatakan yang Panglima Awang sempat kembali ke Tanah Melayu dan seterusnya mengahwini tunang lamanya Tun Gayah di Pahang dan berkeluarga sehingga membawa kepada penerbitan novel keduanya 'Anak Panglima Awang'. 
Walaubagaimanapun, ianya masih tidak ada titik noktah untuk menentukan biografi dan sejarah Panglima Awang itu sendiri.

Mengikut cerita Saidara Zainal Al Johan lagi, sebaik sahaja berlaku peristiwa pembunuhan di Pulau Mactan, Panglima Awang tidak balik ke kapalnya, Victoria. Sebaliknya, beliau berkelana di kalangan para saudagar yang datang berdagang ke pulau tersebut terutamanya para saudagar dari Kepulauan Melayu seperti saudagar Bugis, Siam, Jawan dan Sumatera. 
Rakan-rakan Panglima Awang di atas kapal Victoria yang telah menyedari akan muslihat pembunuhan tersebut telah belayar meninggalkan Mactan tanpa kehadirannya. 
Kapal Victoria adalah merupakan satu-satunya kapal armada Magellan yang terselamat dan berjaya tiba di pelabuhan Sanlucar di Barrameda, Sepanyol dengan membawa baki kelasi seramai 18 orang diketuai oleh Kapten Juan Sebastian Elcano seorang rakyat Sepanyol.

Diantara para pedagang yang sering Panglima Awang temui di Mactan ialah para pedagang Bugis yang sememangnya terkenal sebagai bangsa pelaut dan ahli pelayaran. 
Maka tidak hairanlah maka akhirnya beliau bertemu dan berkenalan dengan Daeng Samaluki, salah seorang keturunan Raja Bugis dan membawanya ke Linggi, Negeri Sembilan. Semasa tiba di Linggi Pannglima Awang baru berusia 30 an dan muda remaja.
Sebagai seorang pemuda yang pernah berkhidmat dengan Sultan Melaka sebelum dijajah Portugis, darah pejuang mudanya terus membara untuk mengembalikan semula zaman kegemilangan Kesultanann Melayu Melaka kepada tangan anak bangsanya. 
Maka tidak hairanlah maka pada 1575, beliau bersama anaknya serta angkatan dari Linggi dan Rembau menyerang Kota Melaka yang dikuasai Portugis. 
Serangan Panglima Awang ke Kota Melaka membuktikan dengan jelas bahawa beliau adalah merupakan orang yang sangat mahir dengan persekitaran kota tersebut, kerana beliau berjaya masuk jauh ke dalam Kota A Formosa dan mengalahkan pasukan Portugis. 
Kejayaan inilah yang membuktikan bahawa beliau beliau adalah salah seorang pahlawan Melayu Kerajaan Melaka yang memahami selok belok Melaka sebelum jatuh ke tangan Portugis.

Bagi mengelkaan identiti dirinya diketahui oleh musuh-musuhnya terutamanya tali barut Portugis, beliau telah menukar namanya kepada Dato' Laut Dalam. Hal ini samalah seperti Pahlawan Mat Kilau yang menggunakan nama Mat Siam bagi mengelakkan dikenali oleh penjajah British setelah didakwa sebagai penjenayah.


Panglima Awang atau nama barunya 'Dato' Laut Dalam' telah berkahwin dengan wanita tempatan keturunan Jawa anak kepada salah seorang pengikut Dato' Leteh dan mempunyai seorang anak lelaki yang akhirnya menjadi Undang Rembau ke 2 iaitu Dato' Lela Maharaja Dato' Ombo - Biduanda Jawa (1555-1605). Dari zaman beliaulah maka penyandang Undang Rembau digilirkan antara keturunan Biduanda Jakun dan Biduanda Jawa. 
Nama Dato' Laut Dalam itu bertepatan dengan peranan dan pengalaman Panglima Awang sebagai ahli pelayaran terkenal. Pendapat kami ini disokong kuat oleh Prof Dr. Abdullah Zakaria dari Jabatan Sejarah Universiti Malaya.

Mengikut kajian Saudara Zainal Al Johan dan catatan Pigafetta bahawa Panglima Awang memang berasal dar Sumatera dan dipercayai dari Paya Kumbuh di Minangkabau. Oleh itu  di Rembau beliau lebih dikenali Suku Paya Kumbuh. 
Datang ke Melaka semasa berumur belasan tahun dan menjadi salah seorang pahlawan Kesultanan Melaka masa itu. Maka tidak hairanlah beliau boleh menguasai beberapa bahasa yang terdapat di Melaka termasuklah bahasa Raja Humabon di Mactan yang berbahasa Tagalog.

Apakah Bukti Kehadirannya di Rembau?


Selain dari pusaranya, beberapa bahan artifak dipercayai kepunyaan Panglima Awang masih tersimpan dengan baik sehingga ke hari ini. Antaranya iakah seperti teropong yang digunakan oleh para pelaut yang tertulis 'Emirate Sapin bertarikh 1520', jam bertarik 1526 Spain dan 'Cakra Alam'. 
Sebahagiannya ada dalam simpanan galeri Saudara Zainal dan sebahagiannya masih lagi dalam simpanan penduduk Kg Padang Lekuk yang dipercayai terdiri dari keturunan belaiu yang masih hidup sehingga ke hari ini. 
Terdapat juga catatan bertulis yang masih diterokai tersimpan di beberapa perpustakaan di Eropah seperti dokumen asal Pigafetta, catatan Portugis dan Sepanyol yang masih tersimpan di Leyden, Belanda, Sepanyol dan Portugal.
Terdapat juga catatan berkaitan dengan peranan dato'-dato' lembaga Rembau seperti tercatat di dalam Terombo Rembau' termasuklah nama dan peranan Dato' Laut Dalam. Ini membuktikan bahawa jawatan 'Dato' Laut Dalam' sememangnya ada dalam hiraki pertandiran adat di Rembau masa itu.

Sesungguhnya, andainya penemuan ini memberikan hasilan yang positif, pusara dan hasil artifak disahkan sebagai kepunyaan Panglima Awang dan nama Dato' Laut Dalam adalah sebenarnya orang yang sama sebagai Panglima Awang maka bumi Rembau sangatlah bertuah menjadi penghuni kepada insan dunia dan insan Melayu pertama mengelilingi dunia, membuktikan bahawa dunia ini bulat, tidak leper seperti yang disangka. 
Rembau akan menjadi tumpuan bukan sahaja kepada sejarahwan dunia bahkan akan menukar perspektif sejarah negara dan antarabangsa bahawa 'Panglima Awang' adalah manusia pertama di dunia mengelilingi dunia dan bukannya Magellan. 
Sebab?.....Magellan tidak belayar melepasi satu bulatan dunia kerana beliau mati di Mactan Filipina, sedangkan Panglima Awang mula belayar di Melaka dan tiba semula di Melaka atau Tanah Melayu........Syabas.

Oleh : Tuan Haji Misan Mastor - Jendela Warisan

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...