Thursday, October 4, 2012

5 BUAH KAPAL PALING BERHANTU DALAM SEJARAH-




5. The OctaviuS

-Walaupun sekarang dianggap lebih legenda daripada apa pun, cerita tentang Octavius tetap salah satu yang paling terkenal dari semua cerita kapal hantu. Cerita tanggal pada tahun 1775, ketika dikatakan bahwa sebuah kapal penangkap ikan paus yang disebut Herald sengaja menemukan Octavius belayar tanpa tujuan di lautan lepas pantai Greenland. Crewmembers dari Herald naik Octavius, di mana mereka menemukan tubuh para awak2 dan penumpang semua beku oleh kesejukkan artik.
haxims.blogspot.com
Paling menonjol, para kru menemukan kapten kapal masih duduk di mejanya, pertengahan menyelesaikan sebuah entri log dari 1762, yang bererti telah Octavius terapung selama 13 tahun. Menurut legenda, ia akhirnya menemukan bahawa sang kapten telah mempertaruhkan untuk membuat cepat kembali ke Inggeris dari Timur melalui Northwest Passage, tetapi bahawa kapal telah menjadi terperangkap di dalam ais. Jika benar, ini akan berarti Octavius telah menyelesaikan bahagian ke Atlantik sebagai hantu kapal, para awak dan kapten lama mati membeku macam ais....

4.The Joyita
The Joyita adalah seorang nelayan dan perahu sewaan yang ditemukan ditinggalkan di Pasifik Selatan pada tahun 1955. Kapal, bersama dengan 25 penumpang dan awak2, sedang dalam perjalanan ke Kepulauan Tokelau ketika sesuatu terjadi, dan tidak sampai jam kemudian bahwa Joyita terlambat dilaporkan dan upaya penyelamatan dilancarkan. Sebuah pencarian udara besar-besaran dilakukan, tapi gagal menemukan kapal yang hilang, dan tidak sampai lima minggu kemudian bahwa kapal dagang tersandung atas Joyita hanyut sekitar 600 mil dari tempat ianya karam,
.
haxims.blogspot.com
Tidak ada tanda-tanda dari penumpang, kru, kargo, atau kehidupan rakit, dan kapal itu rosak dan daftar cukup parah ke satu sisi. Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwajib menemukan bahwa radio kapal dinyalakan untuk tanda bahaya universal, dan pencarian dari geladak menemukan tas dokter dan beberapa perban berdarah. Tak satu pun dari awak2 atau penumpang yang pernah terlihat lagi, dan misteri dari apa yang terjadi belum pernah terungkap. Teori yang paling popular adalah bahwa lanun membunuh penumpang dan melemparkan tubuh mereka ke laut, tapi punca lain termasuk segala sesuatu dari pemberontakan dan penculikan penipuan insurans mungkin berlaku.

3. The Lady Lovibond
Inggeris memiliki tradisi panjang legenda tentang  kapal berhantu, dan Lady Lovibond ini mungkin yang paling terkenal. Sebagai jalan ceritanya, Lady Lovibond kapten, Simon Peel, baru saja menikah, dan memutuskan untuk membawa kapal di atas sebuah kapal pesiaran untuk merayakannya. Dia membawa pengantin barunya sepanjang-akan berlangsung lama pelayaran terhadap keyakinan bahwa membawa seorang wanita di papan perahu adalah nasib buruk-dan berlayar pada 13 Februari 1748. Sayangnya untuk Peel, mata pertamanya juga jatuh cinta dengan isteri barunya, dan setelah menonton perayaan, orang menjadi marah dan kewalahan dengan kecemburuan dan sengaja mengarahkan perahu ke Goodwind mematikan Sands, sebuah bar pasir terkenal karena menyebabkan kecelakaan kapal.

haxims.blogspot.com
Lady Lovibond tenggelam, menewaskan semua penumpang. Sebagai legenda berjalan, sejak kecelakaan Lady Lovibond dapat dilihat berlayar di perairan sekitar Kent setiap 50 tahun. Hal ini terlihat pada tahun 1798 oleh beberapa kapten kapal yang berbeza, serta pada tahun 1848 dan 1898, ketika itu seharusnya tampak begitu nyata bahwa beberapa kapal, berpikir itu sebuah kapal dalam kesusahan, sebenarnya dikirim rakit untuk membantu itu. Lady Lovibond kembali terlihat pada tahun 1948, dan sementara tidak ada  pada tahun terakhir di tahun 1998, terus menjadi salah satu yang paling terkenal legenda kapal berhantu di Eropah.

2.The Mary Celeste

Tidak diragukan lagi yang paling terkenal dari semua kehidupan nyata hantu kapal, Mary Celeste adalah kapal dagang yang ditemukan gelandangan dan terapung-apung di Samudera Atlantik pada tahun 1872. Kapal itu dalam kondisi layak laut, dengan segala layar masih terjaga dan toko penuh makanan dalam kargo, tapi hidupnya perahu, kapten buku log dan, yang lebih penting, seluruh kru, menghilang secara misterius. Tidak ada tanda-tanda perjuangan, dan barang-barang pribadi dari kru dan kargo dari lebih dari 1500 barel alkohol tersentuh, tampaknya mengesampingkan kemungkinan pembajakan sebagai penjelasan. Pada tahun-tahun sejak penemuan aneh, sejumlah teori telah diusulkan mengenai kemungkinan nasib kru Mary Celeste.

haxims.blogspot.com
Ini termasuk bahwa mereka penumpang mati akibat puting beliung, bahwa awak2 memberontak, atau bahkan makan tepung yang terkontaminasi dengan jamur membawa semua penumpang untuk berhalusinasi dan menjadi gila. Teori yang paling mungkin tetap bahwa badai atau beberapa jenis masalah teknik memimpin sebelum waktunya meninggalkan kru untuk kapal dalam sekoci, dan bahwa mereka kemudian meninggal di laut. Namun, misteri yang mengelilingi Mary Celeste telah menimbulkan banyak spekulasi liar, dan lain-lain telah mengusulkan segalanya dari hantu ke laut monster dan penculikan orang asing mungkin terjadi.

1. The Flying Dutchman 
- cerita rakyat, tidak ada hantu kapal yang lebih terkenal daripada Flying Dutchman, yang telah mengilhami banyak lukisan, cerita horor, film, dan bahkan sebuah opera. Kapal pertama kali disebutkan pada akhir 1700-an di George buku pelaut Barrington's Voyage ke Botany Bay, dan sejak itu para legenda terus tumbuh, berkat berbagai penampakan itu oleh nelayan dan pelaut. Sebagai cerita, si Flying Dutchman adalah kapal keluar dari Amsterdam yang dikapteni oleh seorang pria bernama Van der Decken. Kapal itu membuat jalan menuju Hindia Timur ketika menghadapi cuaca yang berbahaya di dekat Tanjung Harapan.

haxims.blogspot.com

Bertekad untuk persimpangan, Van der Decken seharusnya menjadi gila, membunuh pasangan yang pertama, dan bersumpah bahwa ia akan melintasi Cape, "bahkan jika Tuhan akan membiarkan aku berlayar ke Judgment Day!" Walaupun usaha terbaik, kapal tenggelam di badai, dan sebagai legenda berjalan, Van der Decken dan kapal hantu sekarang dikutuk untuk berlayar lautan untuk selama-lamanya. Sampai hari ini, Flying Dutchman yang terus menjadi salah satu yang paling berpandangan dari semua kapal hantu, dan orang-orang dari nelayan laut dalam kepada Pangeran Wales memiliki semua mengklaim telah melihatnya membuat yang tak pernah berakhir perjalanan menyeberangi lautan.

sumber: http://www.sayakasihtahu.com/2010/04/5-kapal-hantu-paling-bersejarah.htm

-PAHLAWAN ISLAM TERBILANG-SIRI 3

Amru bin Al-’Ash




Kirim Print
Beliau adalah sahabat Rasulullah saw Amru bin Al-Ash bin Wail As-sahmi, salah seorang penunggang kuda dan pahlawan yang pemberani dari suku Quraisy, salah seorang dari kalangan arab yang cerdas, pintar dan tangkas. Masuk Islam sebelum futuh (penaklukan) kota Mekkah, dan diantara sebab masuk islam adalah karena beliau sering pergi ke negeri Habsyah dan beliau merupakan kawan dekat raja Najasyi, suatu ketika raja Najasyi berkata kepadanya : “wahai Amru, kenapa engkau meninggalkan perkara yang dibawa oleh anak pamanmu? Demi Allah dia adalah seorang Rasulullah (utusan Allah) yang sah. Amru berkata : Engkau mengatakan demikian? dia berkata lagi : Demi Allah aku akan mengikutinya. (Ibnu Hisyam dan Ahmad).
Akhirnya, Amru keluar dari negeri Habsyah menuju kota Madinah, saat itu bulan Safar tahun ke 8 dari Hijrah, ditengah jalan beliau berjumpa dengan Khalid bin Walid dan Utsman bin Tolhah, dan keduanya juga sedang bertolak menuju kota Madinah ingin bertemu dengan nabi saw, sehingga merekapun berjalan bersama-sama ke kota tersebut dan masuk Islam dihadapan Rasulullah saw dan berbaiat untuk setia kepada Islam dan kepada Rasul.
Pada suatu hari Rasulullah saw mengutus Amru dan berkata kepada beliau : “Ambillah pakaian dan pedangmu lalu kembalilah kepada saya”. Beliau datang menghadapnya, dan Rasulullah saw berkata kepadanya : “Sesungguhnya aku ingin mengutusmu bersama satu pasukan, semoga Allah memberikan keselamatan kepadamu dan harta rampasan, dan aku senang jika engkau memperoleh kebaikan dari harta tersebut”. Beliau berkata : Wahai Rasulullah, aku masuk Islam bukan karena harta namun karena cinta kepada Islam dan ingin menjadi sahabat Rasulullah saw. Rasulullah saw pun bersabda : “Sebaik-baik harta adalah yang dimiliki oleh orang yang salih”. (HR. Ahmad)
Amru bin Al-Ash adalah seorang mujahid yang gagah berani, sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, berjuang dalam meninggikan bendera Islam dan menyebarkannya ke negeri timur dan barat dunia, dan Rasulullah saw sangat mengenal akan watak Amru bin Al-Ash yang gagah berani dan kemampuan berperangnya, karena itu beliau selalu diamanahkan untuk memimpin sebagian pasukan ghazwah (perang) dan sariyah (ekspedisi), sebagaimana beliau (Rasulullah saw) juga cinta kepadanya dan begitu dekat dengannya. Beliau pernah bersabda : “Amru bin Al-Ash adalah orang terbaik dari suku Quraisy, sebaik-baik Ahlul bait adalah Abu Abdullah, Ummu Abdullah dan Abdullah”. (HR. Ahmad) dan beliau bersabda lagi : “dua orang dari keturunan Al-Ash adalah orang telah beriman ; Amru dan Hisyam”. (Ahmad dan Al-Hakim).
Saat Rasulullah saw melakukan sariyah pada penduduk dzatu salasil pada bulan Jumadil akhirah tahun 8 H, Rasul mengangkat Amru sebagai panglima perangnya, dan juga mengangkatnya sebagai wali dari kota Oman hingga menjelang wafatnya Rasulullah saw. Dan Amru bin al-Ash juga ikut serta dalam perang memberantas para murtadin dan mendapatkan ujian yang sangat baik.
Pada masa khilafah Umar bin Al-Khattab Amru bin Al-Ash diamanahkan memimpin pembangunan negeri Palestina, karena Umar sangat mencintainya dan mengenal betul akan kemampuannya dan kecerdasannya, Umar berkata : Tidak layak bagi Abu Abdullah berjalan diatas bumi ini kecuali harus menjadi amir”. (Ibnu Asakir).
Amru juga punya cita-cita dapat menaklukan negeri Mesir, maka diutarakanlah niatnya kepada Umar dan terus memberikan keyakinan akan hal tersebut sehingga Al-Faruq mengangkatnya sebagai panglima dari pasukan muslimin untuk menaklukan negeri Mesir dan membebaskannya dari Romawi. Maka Amru dan pasukannya berjalan menelusuri bukit dan gunung bebatuan dan pada akhirnya setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan, negeri Mesir dapat ditaklukkan dan membebaskan penduduknya dari kedzaliman dan kekejaman raja Romawi, lalu menyeru mereka kepada agama Allah, dan pada Akhirnya penduduk Mesir berbondong-bondong masuk Islam.
Setelah penaklukan, Amru diangkat sebagai gubernur negeri Mesir dan menjadikan kota fistat sebagai ibu kotanya serta membangun masjid jami’ yang dikenal hingga sekarang dengan sebutan “Masjid Jami Amru bin Ash”, bangsa Mesir sangat senang dengan beliau, merasakan dari kepemimpinannya yang adil, memberikan kebebasan dan kesejahteraan hidup. sebagaimana amru juga sangat senang dengan penduduk dan bangsa Mesir dan sangat mengenal akan watak dan karakter mereka.
Amru menjadi gubernur negeri Mesir hingga Utsman memindahkan beliau dari negeri tersebut, kemudian Utsman wafat dan terjadi fitnah besar antara Ali dan Mu’awiyah, dan Amru berdiri disamping Mu’awiyah, hingga akhirnya khilafah dipegang oleh Mu’awiyah dan Amrupun kembali menjabat sebagai gubernur Mesir untuk kedua kalinya hingga menjelang wafat. Saat sekaratul maut datang anaknya yang bernama Abdullah bin Amru menghadap beliau dan mendapatinya sedang menangis, beliau berkata kepada anaknya : “Wahai anakku ! tidakkah Rasulullah saw mengabarkan kepadamu tentang ini ? tidakkah Rasulullah saw mengabarkan kepadamu tentang ini ? maka beliaupun menghadapkan wajahnya dan berkata : sungguh aku berada pada tiga kondisi, aku telah melihat dalam mimpi dan tidak ada seorangpun yang paling benci kepada Rasulullah saw dariku sampai aku berniat ingin membunuh, sungguh sekiranya aku mati pada saat itu tentulah aku menjadi penghuni neraka, namun ketika Allah membukakan hatiku kepada Islam maka akupun menghadap Rasulullah saw dan aku berkata kepadanya : bentangkanlah tangan kananmu agar aku bisa berbaiat, maka beliaupun membentangkannya, dia berkata lagi : Maka aku genggam erat tangannya, sehingga rasulullah saw berkata : apa yang kamu lakukan wahai Amru ? “ dia berkata : Aku berkata kepadanya : aku ingin ada syarat. Rasulullah saw berkata : syarat apa ? aku berkata : agar Allah mau mengampuniku, nabi berkata : Tidakkah engkau ketahui bahwa Islam akan meleburkan segala sesuatu sebelumnya ?, dan Tidakkah engkau ketahui bahwa hijrah akan meleburkan segala sesuatu dari sebelumnya ? dan Tidakkah engkau ketahui bahwa haji akan meleburkan segala sesuatu dari sebelumnya ?, tidak ada seorangpun yang aku cintai dari Rasulullah saw dan tidak ada seorangpun yang terus terbayang dalam jiwaku kecuali wajah Rasulullah saw, aku tidak tahan menahan tetesan air mata melihat keagungan pribadi beliau saw, jika ditanya apakah aku bisa menghapusnya maka akan aku katakan tidak, karena aku tidak mampu menahan deraian air mata akan keharuan terhadap pribadi Rasulullah, sungguh jika aku mati pada saat itu aku berharap menjadi penghuni surga. (Muslim).
Amru wafat pada tahun 43 H pada usia 90 tahun. Dan belliau meriwayatkan hadits nabi saw sebanyak 39 hadits.

-PAHLAWAN ISLAM TERBILANG-SIRI 2

hijrah1430
Nama sebenarnya Amir bin Abdullah bin Al Jarrah bin Hilal Al Fihri Al Quraisy. Terkenal dengan nama Abu Ubaidah Al Jarrah. Beliau lahir di Mekah dari sebuah keluarga Quraisy yang terhormat. Keluarganya dari kalangan pedangang Arab. Beliau termasuk orang yang awal masuk Islam, selepas Abu Bakar as Siddiq.
Beliau salah seorang sahabat yang dijamin masuk Syurga. Berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, selalu merendah diri dan amat pemalu. Kerana itu beliau disenangi oleh mereka yang mengenalinya.
Beliau termasuk orang yang pertama masuk Islam. Kehebatannya dapat kita ketahui melalui sabda Nabi s.a.w.: “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”
Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra lahir di Mekah, di sebuah rumah keluarga suku Quraisy terhormat. Nama lengkapnya adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah yang dijuluki dengan nama Abu Ubaidah. Abu Ubaidah adalah seorang yang berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, rendah diri dan sangat pemalu. Beliau termasuk orang yang berani ketika dalam kesulitan, beliau disenangi oleh semua orang yang melihatnya, siapa yang mengikutinya akan merasa tenang.
Abu Ubaidah termasuk orang yang masuk Islam dari sejak awal, beliau memeluk Islam selang sehari setelah Saidina Abu Bakar as-Shiddiq ra memeluk Islam. Beliau masuk Islam bersama Abdurrahman bin ‘Auf, Uthman bin Maz’un dan Arqam bin Abu al-Arqam, di tangan Abu Bakar as-Shiddiq. Saidina Abu Bakarlah yang membawakan mereka menemui Rasulullah s.a.w. untuk menyatakan dua kalimah syahadat di hadapan Baginda.
Kehidupan beliau tidak jauh berbeza dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Agama Islam. Hal itu tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia pada gelombang kedua demi menyelamatkan aqidahnya. Namun kemudian beliau balik kembali untuk menyertai perjuangan Rasulullah s.a.w..
Abu Ubaidah sempat mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah s.a.w.. Beliaulah yang membunuh ayahnya yang berada di pasukan musyrikin dalam perang Uhud. Dalam perang Badar Abu Ubaidah al Jarrah cuba mengelak dari bertembung dengan ayahnya yang berada dalam pasukan Quraisy yang menentang Rasulullah s.a.w..
Tetapi ayahnya telah bersumpah hendak membunuh anaknya sendiri kerana menjadi pengikut Muhamad. Abdullah terus memburu anaknya hingga suatu ketika dalam peperangan Uhud Abu Ubaidah al Jarrah terpaksa berdepan dengan ayah sendiri. Dalam pertarungan itu Abu Ubaidah al Jarrah terpaksa membunuh ayahnya. Beliau berasa amat sedih sehingga turun ayat Al-Quran surah Al Mujadalah ayat 22.
Sifat MuliaKetika dalam peperangan Uhud, tatkala pasukan muslimin kucar kacir dan banyak yang lari meninggalkan medan pertempuran, Abu Ubaidah berlari untuk mendapatkan Nabinya tanpa takut sedikit pun terhadap pihak lawan dan rintangan. Apabila didapati pipi Nabi terluka, iaitu terhujamnya dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berusaha untuk mencabut rantai tersebut dari pipi Nabi S.A.W..
Abu Ubaidah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itu pun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah s.a.w.. Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah tidak putus asa. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah s.a.w. hingga terlepas. Dan kali ini pun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah sehingga dua gigi depan sahabat ini rongak kerananya. Sungguh, satu keberanian dan pengorbanan yang tak ternilai.
Dalam riwayat yang lain Abu Ubaidah mencabut anak panah yang terkena pada rahang Baginda s.a.w.
Rasulullah s.a.w. memberinya gelaran “Gagah dan Jujur”. Suatu ketika datang sebuah delegasi dari kaum Kristian menemui Rasulullah s.a.w.. Mereka mengatakan, “Ya Abul Qassim! Kirimkanlah bersama kami seorang sahabatmu yang engkau percayai untuk menyelesaikan perkara kebendaan yang sedang kami pertengkarkan, kerana kaum muslimin di pandangan kami adalah orang yang disenangi.” Rasulullah s.a.w. bersabda kepada mereka, “Datanglah ke sini petang nanti, saya akan kirimkan bersama kamu seorang yang gagah dan jujur.”
Dalam kaitan ini, Saidina Umar bin Al-Khattab ra mengatakan, “Saya berangkat tergesa-gesa untuk menunaikan solat Zohor, sama sekali bukan kerana ingin ditunjuk sebagai delegasi. Setelah Rasulullah selesai mengimami solat Zohor bersama kami, beliau melihat ke kiri dan ke kanan. Saya sengaja meninggikan kepala saya agar beliau melihat saya, namun beliau masih terus membalik-balik pandangannya kepada kami. Akhirnya beliau melihat Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu beliau memanggilnya sambil bersabda, ‘Pergilah bersama mereka, selesaikanlah kes yang menjadi perselisihan di antara mereka dengan adil.’ Lalu Abu Ubaidah pun berangkat bersama mereka.”
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya dalam setiap kaum terdapat orang yang jujur. Orang yang jujur di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah al Jarrah.”
Dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w. bersabda lagi.
“Tiap-tiap umat ada orang yang memegang amanah. Dan pemegang amanah umat ini ialah Abu Ubaidah al Jarrah.”
Beliau juga seorang yang zuhud, tidak tamak kuasa dan harta. Di bawah pemerintahan khalifah Umar al Khattab, Abu Ubaidah al Jarrah dilantik menjadi ketua pasukan tentera Islam bagi menakluk kota-kota besar yang berada di bawah pemerintahan Rom seperti Kota Damsyik, Syria, Syam, Kota Aleppo, Kota Hims, Kota Antakiah dan Kota al Quds di Baitul Maqdis.
Ketika khalifah Umar al Khattab berkunjung ke Baitul Maqdis, beliau singgah di rumah Abu Ubaidah al Jarrah. Dilihatnya yang ada dalam rumah ketua panglima Islam itu hanyalah pedang, perisai dan pelana kuda sahaja. Lalu Saidina Umar bertanya kepadanya:
“Wahai sahabatku, mengapa engkau tidak mengambil sesuatu dari harta rampasan perang sebagaimana orang lain mengambilnya?” Tanya Umar al Khattab.
“Wahai Amirul Mukminin, ini saja sudah cukup bagiku,” jawab Abu Ubaidah al Jarrah.
Saidina Umar al Khattab melantik Abu Ubaidah al-Jarrah memimpin tentera Islam bagi merebut kembali kawasan tanah Arab yang dijajah oleh kerajaan Rom. Beliau berjaya dalam tugas yang diberikan itu sehingga berjaya menakluk Baitul Maqdis.
Sepeninggalan Rasulullah s.a.w., Umar bin Al-Khattab ra mengatakan kepada Abu Ubaidah bin al-Jarrah di hari Tsaqifah, “Hulurkan tanganmu! Agar saya baiat kamu, kerana saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, ‘Sungguh dalam setiap kaum terdapat orang yang jujur. Orang yang jujur di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah.’ Lalu Abu Ubaidah menjawab: Saya tidak mungkin berani mendahului orang yang dipercayai oleh Rasulullah s.a.w. menjadi imam kita di waktu solat (iaitu Saidina Abu Bakar as-Shiddiq ra), oleh sebab itu kita patut menjadikannya imam sepeninggalan Rasulullah s.a.w.:.
Peperangan Yang Disertai.Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra ikut serta dalam semua peperangan Islam, bahkan selalu memperolehi kemenangan besar dalam setiap peperangan tersebut. Beliau berangkat membawa pasukan menuju negeri Syam, dengan izin Allah beliau berjaya menakluk semua negeri tersebut.
Ketika wabak penyakit Taun bermaharajalela di negari Syam, Khalifah Umar bin Al-Khattab ra mengirim surat untuk memanggil kembali Abu Ubaidah. Namun Abu Ubaidah menyatakan keberatannya sesuai dengan isi surat yang dikirimkannya kepada khalifah yang berbunyi,
“Hai Amirul Mukminin! Sebenarnya saya tahu kamu memerlukan saya, akan tetapi seperti kamu ketahui saya sedang berada di tengah-tengah tentera Muslimin. Saya tidak ingin menyelamatkan diri sendiri dari musibah yang menimpa mereka dan saya tidak ingin berpisah dari mereka sampai Allah sendiri menetapkan keputusannya terhadap saya dan mereka. Oleh sebab itu, sesampainya surat saya ini, tolonglah bebaskan saya dari rencana baginda dan izinkanlah saya tinggal di sini.”
Setelah Umar ra membaca surat itu, beliau menangis, sehingga para hadirin bertanya, “Apakah Abu Ubaidah sudah meninggal?” Umar menjawabnya, “Belum, akan tetapi kematiannya sudah di ambang pintu.”
Sepeninggalan Abu Ubaidah ra, Saidina Muaz bin Jabal ra berpidatu di hadapan kaum Muslimin yang berbunyi, “Hai sekalian kaum Muslimin! Kalian sudah dikejutkan dengan berita kematian seorang pahlawan, yang demi Allah saya tidak menemukan ada orang yang lebih baik hatinya, lebih jauh pandangannya, lebih suka terhadap hari kemudian dan sangat senang memberi nasihat kepada semua orang dari beliau. Oleh sebab itu kasihanilah beliau, semoga kamu akan dikasihani Allah.”
Menjelang kematian Abu Ubaidah ra, beliau berpesan kepada tenteranya, Sebelum meninggal dunia Abu Ubaidah al Jarrah sempat berpesan kepada tenteranya, “Dirikanlah solat, tunaikanlah zakat, puasalah di bulan Ramadhan, berdermalah, tunaikanlah ibadah haji dan umrah, saling nasihat menasihatilah. Berilah nasihat kepada pimpinan kamu, jangan menipu, jangan terpesona dengan harta dunia. Sesungguhnya Allah telah menetapkan kematian untuk setiap manusia, kerana itu semua manusia pasti akan mati. Orang yang paling beruntung adalah orang yang paling taat kepada Allah dan paling banyak bekalnya untuk akhirat.”. Assalamualaikum”.
Kemudian beliau melihat kepada Muaz bin Jabal ra dan mengatakan, “Ya Muaz! Imamilah solat mereka.” Setelah itu, Abu Ubaidah ra pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Setelah Abu Ubaidah al Jarrah meninggal dunia, Muaz bin Jabal mengambil alih tempatnya lalu berucap di hadapan orang ramai.
“Wahai sekalian kaum Muslimin! Kamu sudah dikejutkan dengan berita kematian seorang pahlawan, yang demi Allah saya tidak menemukan ada orang yang lebih baik hatinya, lebih jauh pandangannya, lebih suka terhadap hari kemudian dan sangat senang memberi nasihat kepada semua orang. Oleh sebab itu kasihanilah beliau, semoga kamu akan dikasihani Allah.”
Kematiannya
Abu Ubaidah al Jarrah meninggal dunia pada tahun 18 Hijrah di Urdun dalam wilayah Syam, kerana diserang penyakit taun. Jenazahnya dikebumikan di kawasan yang pernah dibebaskannya daripada kekuasaan Rom dan Parsi. Ketika itu beliau berumur 58 tahun. Beliau di kebumikan di Urdun (Jordan).
Sumber : Kitab Sirah Rasulullah, 75 gambaran kehidupan sahabat, 10 sahabat yang dijanjikan syurga.

-PAHLAWAN ISLAM TERBILANG-SIRI 1

  Khalid al-Walid

"ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.


Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".

Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.

Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.
Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.

Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.

Latihan Pertama
Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.

Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.

Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.

Menentang Islam
Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat ber-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan kehendak alam.

Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.

Peristiwa Uhud
Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.

Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.

Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.

Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.

Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.

Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.

Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya diatas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid dimedan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.

- 7 LANUN-LANUN TERKENAL DI DUNIA-

lanun yang terkenal

Ini lah di antara  kapten2 lanuan laut yang pernah berjaya pada era keemasannya. pada tahun 1600-1700 mereka pernah berjaya di 7 samudera, menyebar keganasan dan merompkk kapal2 dagang penjajah.
selamat menikmati pejalanan anda bertemu dengan kapten-kapten yang paling ditakuti di lautan. Bon Voyage!!!

1-The King of All Pirates – Henry Morgan
 
-Henry Morgan atau morgan “the terrible” adalah salah satu yang paling kejam dari bajak laut, dengan keberaniannya, kebrutalan, dan kecerdasan, membuat dia yang paling ditakuti, dan dihormati sepanjang masa dalam dunia lanun laut. Henry Morgan benar-benar adalah raja dari semua lanun laut. Henry Morga diangkat menjadi perwira Inggeris dan raja lanun laut umum: Henry Morgan menjadi gagah dan ganas dari semua orang Sepanyol di Hindia Barat. jumlah Armada yang pernah dia pimpin adalah 36 kapal dan 2000 orang lanun.


2-Bartholomew Roberts – “Great Pirate Roberts” – black bart
 
-Bartholomew Roberts, yang disebut sebagai “Great Pirate Roberts”, menjelajahi laut pada awal abad kelapan belas. Ia menjelajahi pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan. Reputasinya telah berkembang sangat besar sehingga kapal-kapal penjaga yang ditempatkan di Hindia Barat enggan untuk terlibat dengan dia, dan bahkan berlayar keluar dari jalan mereka untuk menghindari konfrontasi. Roberts menyimpan begitu banyak kebencian bagi orang-orang di pulau Martinique dan Barbados, kerana ia menciptakan bendera hitam untuk menggambarkan hal itu.


3-William Kidd – “Captain Kidd”
 
-Pada awalnya Kidd adalah seprang pelaut yang direkrut kerajaan inggeris untuk menumpas lanun laut. Dia dibekalkan dengan kapal legendanya yaitu the Adventure Galley. kapal tersebut dilengkapi 34 meriam dan mampu membawa 80 orang. tapi kemudian Kapten Kidd berubah menjadi lanun laut yang ganas. uedagh Merchant adalah kapal harta karun besar dari 400 ton yang pernah di rampas oleh Kidd. Ini membuat dirinya menjadi salah satu lanun laut yang memiliki harta karun yang paling banyak. Tetapi akhirnya Ia tertangkap dan dihukum gantung.


4-Edward “Blackbeard” Teach
 
-Edward “Blackbeard” Teach tidak diragukan lagi adalah salah satu lanun laut yang paling ditakuti dan paling dibenci sepanjang masa. dengan perawakan yang mengerikan, janggut hitam lebat yang hampir menutupi seluruh mukanya. membawa 2 pedang, berbagai belati dan pistol-pistol sebagai senjatanya. Ia telah merampas lebih dari 40 kapal dagang di perairan karibia. Ia juga tidak segan membunuh para tawanannya. skerana kelaluannya menjadi amat kejam diseluruh lautan atlantic. kekalahannya pada pertempuran dengan armada kapal Royal Navy di North Carolina menjadi akhir dari hidupya. dan untuk merayakan kemenangan angkatan laut, mereka mengganntungkan kepalanya di tiang kapal.



5-Anne Bonny
 
-Anne Bonny adalah salah satu dari dua wanita yang menjadi lanun laut. keberaniannya dan keperkasaannya tidak diragukan lagi kerana ia bergabung denga Jolly rogger pirate, salah satu kelompok lanun laut yang sangat disegani. dalam sepak terjangnya di dunia lanun laut ia berduet dengan rakannya sesama wanita yaitu Mary Read.


6-John Rackham – Calico Jack
 
-Calico Jack terkenal kerana kisah dramanya dengan isterinya iatu lanun laut
Anne Bonny. namanya terkenal lewat  dan menamakan kelompok bajak laut The Jolly Roger yang memiliki bendera hitam dan tengkorak putih paling terkenal. Calico Jack juga diannggap sebagai inspirasi dari karakter jack sparow.


7-Olivier Levasseur
Olivier Levasseur, dengan nama nickname la buse atau Bouche (The Buzzard), jolokan ini kerana kecepatan dan kesenyapanya dalam menghabiskan musuh2nya. puncak kejayaannya adalah ketika ia merampas kapal milik portugis yaitu galeon Nostra Senhora do Cabo yang berisikan penuh dengan barang berharga. harat-harta tersebut berisikan Rampasan perang terdiri dari emas dan perak, puluhan kotak-kotak emas, berlian, mutiara, sutra, seni dan benda-benda keagamaan dari Catarina Saint Cathedral di pulau Goa, termasuk Salib terbuat dari emas murni, berlian, rubi dan zamrud. tapi sayangnya ia tertangkap dan diduga ia menyembuyikan harta karunnya disuatu tempat. kerana terdapat huruf-huruf kriptogram pada kalungnya dan diduga dapat menunjukan lokasi dimana harta karun tersebut disembunyikan. sampai saat ini huruf2 kriptogram tersebut belum terpecahkan.
Silakan diterjemahkan sendiri apa ertinya. barangkali anda lah yang beruntung menemukan letak persembunyian harta karun itu.

-KEINDAHAN PULAU HEBRIDES-

Keindahan Pulau Hebrides Di scotland Seperti Di Zaman Pra-Sejarah

Di pantai barat laut Scotland, patung-patung raksasa dari batu di selimuti lumut hijau berdiri kukuh di pinggir pantai, yang lainnya Mencapai ketinggian yang menabjukkan. Kepulauan Hebrides di Scotland terdiri dari Ratusan pulau, yang telah ada di Celtics . fotografer National Geographic, Jim Richardson Mengunjungi Kepulauan Hebrides, berbagai Keanekaragaman alam dan sejarah terangkum semua dalam rfoto-foto yang menakjubkan.
Hebrides_Islands_1
Hebrides_Islands_2
Hebrides_Islands_3
Hebrides_Islands_4
Hebrides_Islands_5
Hebrides_Islands_6
Hebrides_Islands_7
Hebrides_Islands_8
Sumber :http://beritakorslet.wordpress.com/2010/02/26/keindahan-kepulauan-hebrides-di-skotlandia-seperti-berada-di-film-lord-of-the-ring/

Monday, October 1, 2012

-SEJARAH EMPAYAR SIAM KEDAH-SIRI 30

HIMPUNAN BESAR KELUARGA SYARIF YANG DI PERTUAN DARI TITISAN RAJA MERONG MAHAWANGSA



Jitra 22hb Nov : Satu perhimpunan besar keluarga Merong Mahawangsa keturunan Syarif Yang Di Pertuan telah berjaya di adakan di Taman Rekereasi Paya Pahlawan berdekatan dengan bandar Jitra, Kedah Darul Aman sempena menyambut Hari raya Qurban.

Majlis yang di pengerusikan oleh Y.B Dato Dr Nai Chau Megat Afifuddin ibni Nai Chau Megat Haji Omar ini telah menghimpunkan keluarga Syarif Yang Di Pertuan Maharaja Besar Benua Siam sepertimana tercatat dalam manuskrip Undang Undang Kedah yang dibukukan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka dalan tahun 2005.

Majlis ini telah diresmikan oleh Yang Amat Berhormat Dato Nai Chau Megat Johari ibni Nai Chau Megat Bahrom, Timbalan Menteri Keselamatan Dalam Negeri yang juga waris kepada Koya Nai Chau Abu Megat Manja. Turut hadir ialah waris mutlak, Yang Mulia Tuanku Nai Long Kasim ibni Tuanku Nai Long Ahmad dan keluarga beliau.



Kakak kepada Y.B Dato Dr Nai Chau Megat Afifuddin ibni Nai Chau Megat Haji Omar iaitu Prof Datuk Dr Nai Chau Asmah turut menerima wasiat dari keluarga yang terawal megenai sejarah Raja Nai Chau Abu Megat Manja. Siasatan kekeluargaan oleh Nai Chau Megat Ahmad ibni Nai Chau Megat Harun telah membawa kepada salasilah yang lebih lengkap lagi.


Majlis dimulakan dengan bacaan doa selamat oleh Nai Fai Bau Haji Abdul Ghani ibni Nai Fai Bau Haji Kasa. Nai Fai Bau atau Putera Kapas (sebab berkulit cerah) adalah anakanda Syarif yang paling bongsu.

Seawal jam 9 pagi pendaftaran ahli keluarga mula capai kemuncaknya sekitar jam 11 pagi sebaik ketibaan Yang Amat Berhormat Dato Nai Chau Megat Johari Nai Chau Megat Bahrom. Ketibaan beliau juga disambut meriah oleh waris dan keluarga yang sudah sedia menanti. Lebih 3000 ahli keluarga telah hadir pada perjumpaan tersebut dengan jumlah qurban sebanyak 5 ekor lembu dan 3 ekor kerbau.



Dalam ucapannya Dato Nai Chau Megat Johari ibni Nai Chau Megat Bahrom berharap usaha untuk merekodkan salasilah ini diteruskan oleh semua waris agar dapat di kenang oleh generasi kita yang akan datang. Beliau turut menyampaikan ucapan penghargaan kepada mereka yang berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari kembali salasilah yang telah hilang ini.



Majlis turut di serikan dengan persembahan silat, kumpulan muzik Gendang Keling dan ceramah oleh Yang Mulia Nai Long Mazlan ibni Nai Long Abdul Majid mengenai sejarah realiti nagara Kedah yang disembunyikan oleh penjajah Inggeris dan thai dahulu. Ceramah beliau telah menarik perhatian pelbagai pihak yang hadir pada hari itu.


Jika ia raja, kenapa nama baginda tidak tercatit dalam Salasilah Kesultanan Kedah?



Menurut beliau lagi, Sharif Yang Di Pertuan adalah Yang Di Pertuan Agong Nagara Kedah dahulu dan sejarah baginda telah digelapkan oleh penjajah sebelum memerdekakan negara kita dengan sejarah versi mereka. Namun penemuan bukti-bukti baru sejarah bangsa Melayu dari rumpun Siam mengenai kedatangan Islam semakin mengukuhkan bukti terutama sekali bukti bertulis dalam manuskrip Undang-Undang Kedah.


Khuysuk mendengar penerangan, dua waris Koya Nai Chau Abu Megat Manja

Penglibatan Yang Amat Berhormat Dato Nai Chau Megat Johari ibni Nai Chau Megat Bahrom dan Y.B Dato Dr Nai Chau Megat Afifuddin ibni Nai Chau Megat Haji Omar dalam bidang politik sebagai Menteri adalah ‘ibarat sireh pulang ke junjong’ memandangkan Nai Chau Abu Megat Manja ialah juga berjawatan Menteri Empat disamping sebagai Paduka Seri Sultan, Raja Kubang Pasu Darul Qiam.


TNL Kassim bersama Datuk Nai Chau Megat Johari ibni Nai Chau Megat Baharom.

Keluarga Syarif Yang Di Pertuan merangkumi waris anakanda baginda iaitu Koya Long bergelar Sultan Mud Zaffar Syah III, Koya Ngah bergelar Megat Terawis, Koya Shuib bergelar Megat Shuib Koya Nai Chau Abu bergelar Megat Manja dan Koya Fai bergelar Megat Iskandar.



Diantara waris yang hadir meramaikan majlis ini.



Kecuali Koya Long yang bersemayam di istana Kuala Kangsar, empat beradik anakanda Syarif Yang Di Pertuan termasuk baginda sendiri telah dibunuh oleh tentera thai yang menyerang Istana Kota Meang Kuang (bermaksud nagara luas) dalam tahun 1821. Serangan ini dikenali sebagai serangan Musuh Bisik, 1821. Ahli keluarga mereka yang masih kecil dan dewasa dilarikan oleh pengikut mereka ke kawasan lain yang lebih selamat dimana mereka membuang nama dan pangkat untuk menggelak identiti mereka dikenali musuh.



Menurut Setiausaha perhimpunan, Nai Chau Megat Ahmad ibni Nai Chau Megat Harun selain dari menghimpunkan semula keluarga besar ini ia bertujuan untuk saling mengenali antara satu sama lain dan disamping merekodkan salasilah yang ada dan mereka yang sudah pun meninggal dunia. Jelas pada setiap wajah-wajah mereka terdapat wajah yang seiras walau pun tidak pernah berjumpa sebelum ini.


Buku yang diedarkan kepada seluruh ahli keluarga sewaktu pendaftaran lengkap dengan salasilah keluarga masing-masing. Terima kasih diucapkan kepada Nai Chau Megat Ahmad ibni Nai Chau Megat Harun diatas segala usahanya.

Jamuan makan tengahari turut disediakan dan ramai waris mengambil peluang untuk berkenalan diantara satu sama lain. Yang Amat Berhormat Dato Nai Chau Megat Johari Nai Chau Megat Bahrom mengingatkan kepada penceramah untuk membukukan penulisan sejarah dan salasilah ini untuk tatapan generasi akan datang. Sementara itu majlis perhimpunan ini dicadangkan akan diadakan setiap tahun bagi mengingati arwah-arwah yang telah meninggal dunia.

Wednesday, December 19, 2007

Lawatan ke Phattalung, Trang dan Krabi


Peta pelancungan Krabi dan Phuket

Salam hormat kepada semua pembaca blog ini. Sudah lama saya tidak bertemu saudara dengan artikel terkini. Baiklah, baru-baru ini saya telah membuat lawatan atas jemputan Konsul Malaysia Thailand untuk melawat Haadyai, Phattalung, Trang dan Krabi.Tujuan lawatan ini adalah untuk memelihara hubungan baik yang sedia terjalin diantara kedua buah negara.

Disana kami telah bertemu dengan Gabenor Krabi dan turut melawat beberapa penempatan orang-orang Islam. Memang terdapat ramai orang-orang Islam yang masih boleh bertutur dalam Bahasa Melayu Kedah dan juga Patani. Untuk makluman pembaca yang bukan dari Utara semenanjong, orang orang Kedah tidak memanggil Thailand sebagai Thailand. Mereka menyebutnya sebagai Siam kerana dari segi sejarah hubungan baik ini sudah sedia terjalin. Persempadanan yang ada hanya wujud 50 tahun sahaja berbanding hubungan sejarah sediada.

Pemandangan dan cuaca disana adalah sepertimana di Malaysia dengan ladang-ladang getah dan juga ladang kelapa sawit dikiri kanan jalan utama bandar-bandar diatas. Jalan utama dua hala kiri dan kanan bukanlah lebuhraya tertutup dan tiada tol yang dikenakan kepada semua kenderaan yang menggunakan laluan tersebut (hingga ke Bangkok). Namun kualiti jalanrayanya baik dan papantanda arah yang mudah difahami ditulis dalam dua bahasa.

Mungkin pemandangan yang kurang enak ialah kabel letrik yang terlalu banyak dan bertingkat-tingkat sepertimana digunakan di Malaysia di sekitar tahun 60an dahulu. Pekan Sadao pula sudah berubah menjadi bandar berbanding lawatan saya sekitar tahun 1973 dahulu. Lawatan terakhir saya pada tahun 2003 adalah melalui Padang Besar.

Masyarakat Islam dan Buddha di sebelah pantai barat ini rata-ratanya mesra dan peramah. Dari pengamatan kami perhubungan kedua kelompok masyarakat ini sudah sedia terjalin sekian lama, dengan itu asimilasi kaum mudah berlaku. Perhubungan kami dengan mereka menjadi mudah dengan rakan kami yang boleh bertutur bahasa Thai. Kami turut mengungjongi beberapa Masid disana dalam usaha mendekati masyarakat Islam secara dekat dan berhemah. Yang saya kira menarik ialah sekitar 60-70% penduduk di Krabi adalah beragama Islam. Malangnya, bahasa Siam Kedah pula sudah tidak difahami lagi disana.



Masjid Amman dalam perjalanan ke Pantai Ao Nang. Antara yang baru dengan yang lama



Dari aspek pemakanan pula, makanan asas seperti nasi berlauk dan ulam-ulaman memanglah sama namun kami tidak terlepas menjamah Tom Yam versi Thailand berhampiran Setesen keretapi Trang. Di samping itu makanan ringan seperti roti canai, roti pisang pun ada dijual oleh penduduk Islam disana. Soal mencari makanan halal tidak timbul bagi kami.


Penyediaan roti pisang pun kena tebar dulu.

Kami juga berpeluang melawat beberapa tempat percutian seperti Nopparat Thara Beach dan Ao Nang Beach. Disini jumlah pelancong dari Barat begitu ramai seolah-olah berada di Tanjong Bunga Pulau Pinang. Bot-bot untuk 'Island Hopping' pun banyak untuk pelancong melihat pulau-pulau kecil di sekitar lautan Andaman ini. Bagi pembaca yang belum pernah ke sana dicadangkan untuk pergi melihat sendiri kecantikkan alam semulajadi disana.

PS: Lawatan ini hanyalah untuk meninjau suasana kehidupan masyarakat Islam disana bukannya untuk mengkaji sejarah.

Thursday, November 29, 2007

BUKTI-BUKTI SEJARAH EMPAYAR BENUA SIAM ISLAM KEDAH

Sejarah negeri Kedah Darulaman banyak dilindungi oleh campurtangan penjajah Inggeris dan Thai pada awal abad ke 17 dan 18 dahulu menyebabkan banyak bukti-bukti sejarah negeri ini menjadi tidak selari dengan bukti-bukti yang mula dijumpai semula hari ini. Pada masa yang sama penemuan makam Sheikh Abdul Kadir ibni Hussain Syah Alirah bertarikh 904 masihi di Tanjong Inggeris, Langgar dan penemuan batu bertulis Ibnu Sirdan bertarikh 213 hijrah dalam celah-celah longgokkan batu candi oleh Dr Othman Md Yatim membuktikan agama Islam tiba jauh lebih awal dari tarikh 1400 masihi, tahun yang dikatakan Islam mula tiba ke Melaka.

Penjajah Thai pasti mempunyai muslihatnya apabila mereka membakar naskah Hikayat Merong Maha Wangsa. Tindakan ini diambil oleh tentera raja buddha Thailand Rama V Chakri Sokho Thai Chulalongkorn (Chula Luang Khun) pada tahun 1876 masihi selepas mereka berjaya membunuh Raja Maha Besar Benua Siam Kedah, Sultan Jaafar Mad Azam Syah ibni Sultan Syed Alang Alauddin di Gurun Kedah. Sayangnya nama baginda dan ayahanda baginda berdua tidak terdapat dalam sejarah Kedah, negeri yang pernah diperentah mereka sebagai Raja Besar. Nama Sultan Syed Alang Alauddin bergelar Panglima Bukit Gantang ada tercatat dalam sejarah Perak namun peranan dan sumbangan baginda telah di kecilkan.

Sultan Syed Alang Alauddin bergelar Panglima bukit Gantang telah memerentah dari tahun 1839 hingga 1862 Benua Siam (mengikut buku Konvensyen Sejarah Kedah)yang turut mencangkupi wilayah Perak hari ini. Baginda adalah putera sulong kepada Sultan Mudzafar Syah III ibni Khalifah Syarif Abu Bakar Syah, Raja Siam Ligor Nambang meliputi Kedah dan Perak. Sebelum menaikki takhta sebagai Raja Besar Benua Siam, baginda Sultan Mudzaffar Syah III ini pernah menjadi Raja Kemboja Cempakasari (bergelar Po Chan) dan kemudiannya sebagai Raja Kuala Kangsar. Nama sebenar baginda adalah Koya Long. Gelaran Koya mungkin asing bagi kita hari ini namun di Georgetown, Pulau Pinang ada sebuah masjid yang diberi nama Masjid Koya.

Pembakaran naskah Hikayat Merong Maha Wangsa pada 1876 ada tercatat di dalam buku ‘Sejarah Kedah Sepintas Lalu’ sementara catatan dari James Low mengatakan Rama V Chakri Sokho Thai Chula Luang Khun memerintahkan agar hikayat tersebut hendaklah dibakar habis habisan agar penulisan yang berunsur agama Islam dan dakwah islamiah ini segera dimusnahkan.

Kenapa Hikayat Merong Maha Wangsa di bakar?

Didalam naskah Hikayat Merong Mahawangsa ada tercatat bahawa negeri Siam Lancang dibuka oleh Podiset Sayyidina Jamalull Alam Badrul Munir, (lihat dibawah blog ini) iaitu anakanda kepada Raja Merong Mahawangsa yang beragama Islam. Sekaligus ia menafikan bahawa bangsa Siam bukanlah bangsa Thai hari ini kerana terdapat ke dua bangsa ini bertutur dalam dua bahasa yang berbeza. Pendek kata, jika Bahasa menunjukkan bangsa, orang-orang Siam beragama Islam sementara orang-orang thai (dari puak Sukuthai) pula beragama Buddha.

Dalam tahun 1767, ibu negeri Benua Siam Islam Ayuthia telah ditawan puak musuh yang beragama Buddha. Raja atau pemerentah mereka, Rama I adalah dari bangsa Sukuthai yang beragama Buddha. Ini berbeza dengan situasi sebelumnya dimana Ayuthia adalah sebuah kerajaan Islam yang diperentah oleh raja-raja Siam Islam. Ini yang disembunyikan oleh sejarah menyebabkan sejarah negara kita dan sejarah orang-orang Melayu dari rumpun Siam menjadi tidak tepat.

Hari ini kita dapati sejarah menjadi kucar-kacir apabila orang-orang Thai di Thailand pula mengakui mereka adalah orang Siam padahal raja mereka adalah dari bangsa Sukuthai yang menjajah negeri Siam bermula dari Rama I Yotfa Chulalok. Memang asalnya mereka orang Siam, rakyat negara Siam tetapi hari ini mereka dijajah oleh Raja Rama Thai, bukan Raja Siam yang beragama Islam seperti dizaman Ayuthia. Dengan sebab itu, apabila penguasaan mereka telah menyeluruh, mereka menukar nama negeri Siam kepada Thailand sempena nama suku kaum mereka.

Sekiranya diberi peluang, entah-entah, seluruh semananjong ingin di taikan oleh mereka. Langkah Inggeris menukar nama Semenanjong Malaka (jajahan Siam Islam) kepada Semenanjong Tanah Melayu adalah bagi menghentikan kemaraan ini dan menjaga kepentingan ekonomi mereka seperti bijih timah, ladang getah, lombong emas dll. Ada kemungkinan apabila Raja Thai berkuasa di Ayuthia, kemudiannya Bangkok mereka berhak kepada keseluruhan wilayah yang dulu berada dibawah Benua Siam Islam. Mereka lupa tentang perbezaan agama itu.

Kesemua maklumat-maklumat ini jika dianalisa dengan teliti ada tercatat dalam buku Undang-Undang Kedah yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa Dan Pustaka Kuala Lumpur dalam tahun 2005, selenggaraan Mariyam Salim. Undang-Undang Kedah merupakan manuskrip asal perlembagaan Benua Siam Islam Kedah. Ia mula ditulis berperingkat-peringkat semenjak tahun 222 Hijrah bersamaan tahun 812 masihi. Buku tersebut mula ditulis di zaman Saidina Ali Wa Maulana Jamalul Alam Badrul Munir (anakanda Podiset) berkerajaan di Acheh Darul Salam. Sebagai sebuah perlembagaan negara ia pasti di buat ‘amendment’, mengikut kehendak dan keperluan dari masa ke semasa.

Teks asal tulisan jawi Undang Undang Kedah ini telah tersimpan sekian lama di perpustakaan ‘School Of Oriental And African Studies (SOAS) London’, nombor rujukan MS 40329 dalam bentuk microfilm dan ia telah dibawa balik ke Malaysia untuk diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka.

Siapa Syarif Abu Bakar Syah, Yang Di Pertuan Yang Maha Mulia?

Di ms 42,ada tercatat,
“Dan, kebesaran Syarif dan menteri pada masa membaca surat utusan, duduknya diatas panglima negeri. Pada masa itu (d)ialah raja”.

Di ms 43 ada tercatat,

“Adalah adat segala hamba raja itu dipersalini oleh Syarif dan menteri kerana kanun Datuk Besar Kota Star adanya”

“Daripada hijrah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Seribu Seratus Sembilan Puluh Sembilan iaitu TAHUN HA (1788 M) pada dua puluh delapan haribulan Safar, hari isnin, bahawa pada ketika itu maka adalah titah Yang Dipertuan Yang Maha Mulia keatas jemala Datuk Bendahara (Koya Long Sultan Mudzafar Syah III Kedah anakanda kepada Raja Siam Ligor Nambang ) menyuruh muafakat dengan segala pegawai-pegawai mengaturkan segala adat pada fasal menyatakan aduran hamba Allah Taala”.

Nama Syarif yang dimaksudkan ialah Syarif Abu Bakar Syah, Raja Siam Nambang Ligor Ibni Khalifah Sultan Muhiyuddin Mansor Syah Chau Pija Sitamrat yang bersemayam di istana Kota Palas, Pulau Langkawi. Kita juga mengetahui terdapat gelaran yang tidak lagi digunakan hari ini iaitu Yang Dipertuan Yang Maha Mulia dan Syah Alam Yang Maha Mulia. Inilah gelaran bagi Raja Besar Benua Siam. Sebagai Raja besar dan juga Ketua agama Islam, mereka turut menggunakan gelaran Khalifah dan Maulana.

Di muka surat 17 tercatat,

“Hijrat al Nabi sallallahu alaihi wasalam pada seribu tujuh puluh delapan tahun, tahun Dal, pada bulan/Rabiulawal, hari isnin, zaman hadirat Maulana Syah Alam semayam di Kota Palas pada ketika itu bahawa titah Syah Alam Yang Maha Mulia pada segala pegawai yang tua-tua suruh perbuat undang-undang.”

Kota Palas kini dinamakan Padang Mat Sirat bertempat di Pulau Langkawi Kedah dan makam baginda masih lagi di kenali sebagai makam Purba, padahal baginda adalah Raja Besar Benua Siam seperti tercatat dalam Undang-Undang Kedah sebagai bukti bertulis. Papantanda pada makam purba (dikatakan kubur seorang wanita) di Pulau Langkawi harus ditukar dengan maklumat terkini dan di perelokkan bersesuaian dengan seorang raja besar yang bergelar Maulana. Dulu, makam baginda ditimbus dengan tanah untuk mengelakkan daripada dimusnahkan oleh gabungan tentera thai dan Burma yang menyerang Pulau Langkawi.

Di ms26 – 27 pula tercatat,

“.. raja segala hamba itu, adatnya disalin Seri Perdana Menteri daripada hukum kanun Datuk Besar Kota Star masa itu”.

Raja segala hamba bermaksud raja yang besar berbanding raja-raja wilayah dan rakyatnya sementara adat resamnya disalin/ditulis oleh Seri Perdana Menteri yang sememangnya ditugaskan berbuat demikian.

“Sebermula banyak emas ditempa Bunga Emas, dihantar ke Benua Siam Dua Puluh Emas masa Raja dahulu-dahulu, pada masa Sultan Muhammad Jiwa tambah sepuluh emas sebab sukar ia ditempahnya itu”

Dari bukti catatan diatas dapat kita fahami bahawa Sultan Muhammad Jiwa (1710 – 1778) hanyalah berjawatan sebagai Paduka Seri Perdana Menteri, BUKAN sebagai Sultan Kedah. Seterusnya di ms 40,

“Maka adat ini daripada raja-raja dahulu sampai pada Marhum naga (Sultan Rijaluddin) turun pada Datuk Besar, turun kepada Datuk Seri Paduka Tuan Tuha, turun kepada Datuk Maharaja Encik Yusuf dikurnia Paduka Marhum Kimbang akan datuk Maharaja segala adat ini dan suatu dikurnai kepada Datuk Seri Bongsu, iaitu Datuk Paduka Seri Perdana Menteri Anak Bukit. Tamat”.

Hari ini kita semua tahu siapa yang bersemayam di Istana Anak bukit itu.
Di ms27 -28 tercatat,

“Maka pada zaman Paduka Seri Sultan Ahmad Tajuddin Halim Syah Ibni Sultan Abdullah Mukaram Syah naik kerajaan pada tarikh seribu dua ratus dua puluh dua tahun Alif (1812 Masihi ) dilebihkan tinggi bunga emas dan bunga perak sebab baginda sampai sendiri mengadap Raja Maha Besar Benua Siam”.

Raja Maha Besar Benua Siam pada tahun 1812 masihi ialah Raja Siam Ligor Nambang Khalifah Syarif Abu Bakar Syah, Yang Dipertuan Yang Maha Mulia Raja Besar Benua Siam Kedah. Pada masa itu baginda bersemayam di Istana Kota Meang Kuang, mukim Wang Tepus, dalam daerah Kubang Pasu Kedah Darul Aman. Perkataan Meang Kuang ialah bahasa Siam yang bermaksud, ‘Negara Luas’. Negara luas yang dimaksudkan disini tak lain tak bukan ialah, Benua Siam Islam Kedah.

Jika diambil kira bukti yang terdapat di muka surat 51 dalam buku dokumentasi ‘Konvensyen Sejarah Negeri Kedah, 1981’, ada tercatat,

“Bagi seorang Seri Paduka Raja Laksemana pula tugasnya sebagai ketua tentera laut dan semasa di laut dia berkuasa penuh”.

Laksemana yang dimaksudkan itu ialah Paduka Seri Sultan Ahmad Tajuddin Halim Syah Ibni Sultan Abdullah Mukaram Syah. Pada masa peperangan itu angkatan laut Kedah Darul Aman dikatakan musnah semasa melancar siri pemberontakan menentang Siam pada tahun 1839 masihi. Siam yang dimaksudkan disini ialah Siam Islam, bukannya tentera Thai dari Bangkok.

Catatan penulisan J.F. Agustin bertajuk, ‘Kemusnahan Angkatan Laut Kedah Darul Aman’ ada menceritakan dengan lebih terperinchi dalam buku “Kedah Darul Aman Dari Segi Sejarah”, jilid 5, Ogos 1971,ms 16 – 18.

Dari buku Sejarah Warisan Mahawangsa Kedah, muka surat 1, ada tercatat seperti berikut,

‘Dalam tahun 1837, James Low melaporkan bahawa beliau telah menerima sebuah manuskrip Sejarah Kedah disebutnya sebagai ‘..Kedah Annals termed Merong Mahawangsa’ dari Sultan Ahmad Sajoodin Halim Shah (Sultan Ahmad Tajuddin Halim Shah II (1804’).

Dari buku Hikayat Merong Mahawangsa ruangan Pengenalan,ms xlviii, Siti Hawa Haji Salleh, Yayasan karyawan dan Penerbit Universiti Malaya, Kuala Lumpur, 1998, tercatat seperti berikut,

"Versi ini adalah versi yang disalin atas perintah Sultan Ahmad Tajuddin Halim Syah (disebut oleh James Low sebagai Sultan Ahmad Sajoodin (Aladin) Halim Syah untuk diserahkan kepada Leftenan Kolonel James Low pada tahun-tahun 1820an. Baginda mencari suaka di Pulau Pinang pada tahun 1821 setelah diusir oleh Siam dari Kedah (ini Siam Islam dari Ligor). Siam mendesak Kompeni Hindia Timur (Inggeris) supaya tidak melayani Sultan Ahmad Tajuddin dan menyatakan bahawa baginda tidak berhak ke atas negeri Kedah. James Low diarahkan menyiasat sama ada tuduhan itu benar dan meminta baginda menunjukkan dokumen untuk menguatkan pengakuan haknya ke atas negeri Kedah. Sultan Ahmad Tajuddin menyerahkan Hikayat Merong Mahawangsa sebagai dokumen tersebut."

Beginikah caranya bagi seorang Raja Laksemana Ketua Tentera Laut Kedah, Paduka Seri Sultan Ahmad Tajuddin Halim Shah yang dilantik oleh Maharaja Benua Siam Islam menggunakan manuskrip sejarah Kedah, Hikayat Merong Mahawangsa yang direka semula olehnya untuk menipu pihak Inggeris kononnya beliaulah Sultan Kedah, padahal beliau telah diusir oleh tentera Raja Benua Siam Islam Ligor dan duduk di dalam buangan di laut.

Realitinya, dalam tahun 1837 negeri Kedah Darul Aman belum wujud, hanya sebagai sebahagian wilayah Benua Siam Islam sahaja. Dengan menipu dan mendapat pengiktirafan pihak Inggeris pada tahun 1839, Seri Paduka Laksemana Ketua tentera laut Kedah menyusun siri pemberontakan menentang Raja Maha Besar Benua Siam Kedah iaitu Sultan Syed Alang Alauddin Syah Panglima Bukit Gantang ibni Sultan Mudzafar Syah III Kedah.

Dari Buku Sejarah, “Cempaka Sari, Sejarah Kesultanan Negeri Perak”, M.A Fawzi Basri memetik fakta dari tulisan Winstedt dan manuskript Riwayat Negeri Perak, ms 22

“Sultan Mudzafar Shah III Kedah meninggalkan Berahman Indera Balai Besar, Alor Star Kedah dan bersemayam di Kuala Kangsar. Manakala Raja Alang Putera raja dari Kedah menjadi bendahara” (Bendahara Kedah atau Raja Muda ialah Raja Siam Songkhla, Paduka Seri Sultan Syed Alang Alauddin, Panglima Bukit Gantang).

Pada tahun 1862 Long Jaafar, putera kepada Raja Siam Songkhla Sultan Syed Alang Alauddin Panglima Bukit Gantang menaikki takhta Benua Siam Islam Kedah bergelar Sultan Jaafar Madazam Syah. Ini adalah berikutan kemangkatan Syed Alang Alauddin di Istana Kuning Berahman Indera, Alor Star. Sebelum pada itu Sultan Jaafar ini menjadi Raja Larut Matang merangkap Bendahara Benua Siam Kedah dan disana baginda dikenali sebagai Long Jaafar (raja daerah juga digelar penghulu sebagaimana penghulu Kayang di Perlis). Mengikut Undang-Undang Kedah jawatan Bendahara adalah juga Raja Muda. Tak hairanlah ada catatan sejarah mengatakan Long Jaafar hanyalah penghulu atau orang kaya akan tetapi penghulu yang bagaimana? Sudah pasti bukan penghulu seperti hari ini.

Apabila Long Jaafar menaikki takhta kerajaan Benua Siam Islam, tempat baginda sebagai Raja Larut Matang telah diganti oleh Ngah Ibrahim. Bukti bertulis dimuka surat 21, buku yang sama ada tercatat,

“Bagaimana pun dalam tahun 1862 Masihi Sultan Jaafar memberikan jawatan menteri itu kepada Cik Ngah Ibrahim iaitu anak seorang pembesar yang bergelar Paduka Setia, Orang Besar Enam Belas Tuk Paduka Setia iaitu pengapit kepada Panglima Bukit Gantang.” Rujuk Winstedt, History of Perak,ms 43, halaman 145

Di ms 20 – 19 Halim Nasir, Ibid halaman 92 dan 93 tercatat,

“Dengan itu juga sejarah kerajaan melayu Beruas beransur luput, sebaliknya beberapa orang pembesar melayu telah memerintah kawasan masing-masing, sebelum tertubuhnya kerajaan Perak hari ini”.

Dari bukti tersebut ternyata negeri Perak hari ini tidak wujud sebaliknya hanya kerajaan Kesultanan Beruas dalam wilayah Benua Siam Kedah.

Dalam Bahasa Siam yang masih dituturkan di Kedah, perkataan BERUAS bermaksud, Puak Raja Siam Kaya, iaitu merujuk kepada Raja Kota Beruas yang pertama bernama Intaraja II (Songtam), Nai Hisbu Mad Azam Syah Ibni Maha Tammaraja Chief Khalifah Saiyidina Zahiruddin Mohd Bador Shah (Babur India Monghul,1569 Masihi).

Nai Hisbu Mad Azam Syah ialah Raja Siam dari Dinasti Ayut’ia Ke 21.Sila rujuk buku sejarah, “A History Of South East Asia”,1955 DGE Hall. Permaisuri Zahiruddin ialah Nor Aishah Begum Bavinnoung Mah In (Inta Tiral) puteri kepada Rama Tibodi II Dinasti Ayut’ia 1491 iaitu Sultan Rijaluddin ibni Muhammad Johan Shah III Kedah. Sultan Rijaluddin ini juga bergelar Parameswara Melaka.

Sejarah Keturunan Raja Kota Beruas

Raja Kota Beruas Nai Hisbu Mad Azam Shah bergelar Intaraja II Songtam Ayuthia telah berkahwin dengan puteri Sultan Langkasuka iaitu Sultan Yaacub Putera Jalil Shah bergelar Khun Waranwangsa. Baginda adalah Raja Dinasti Ayut’ia Ke 15, sekitar tahun 1548 Masihi. Hasil perkahwinan tersebut baginda dikurniakan tiga orang putera.

a) Raja Dinasti Ayut’ia Ke 26 iaitu Sri Su Tammaraja (1605), Khalifatullullah Akhirul Zaman, Sultan Mahmud Syah Melaka. Sila rujuk ms 98, Buku Undang-undang Kedah.

“Bermula disuruhnya titah Duli Yang Dipertuan Sultan Mahmud Syah Yang Maha Mulia di Negeri Melaka pada hijrah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Seribu Enam Puluh Tujuh, Tahun Jim, (1657 M) bulan ramadhan hari Abra’a fasal pada menyatakan Undang-Undang hubaya-hubaya jangan dilalui perkataan ini”.

Cop mohor yang dijumpai di Riau oleh kerajaan Melaka baru-baru ini adalah juga milik baginda, bukanya milik Sultan Mahmud Syah raja wilayah Melaka sekitar tahun 1400-1511. Sultan Mahmud Syah yang dimaksudkan diatas adalah Raja Besar Benua Siam Islam yang juga bergelar Khalifatullah Akhirul Zaman.

b) Putera kedua Raja Beruas ialah Raja Dinasti Ayut’ia ke 27 iaitu Narai, nama sebenar Tun Sa’ban, bergelar Laksemana Hang Tuah ketika di Melaka dan akhir sekali menjawat jawatan Sultan Acheh bergelar Sultan Iskandar Muda,1661.

c) Putera ketiga Raja Beruas ialah Dinasti Ayut’ia Ke-28 iaitu Pra Petraja Sultan Tengku Abu Narawanara. Di Melaka baginda digelar Hang Kasturi.

Istana Alam Shah di Kelang, telah siap dibina oleh Khalifahtullah Akhirul Zaman, Sultan Mahmud Syah, Raja Besar Benua Siam Islam pada tahun 1650 Masihi setelah baginda berpindah dari Kota Lukut, lokasi sebenar Kota Melaka berikutan serangan Belanda. A Farmosa bukan Kota Melaka sebaliknya ia Kota Portugis.

Sila rujuk ms 1, Buku Undang-undang Kedah.

“Pada tarikh seribu Enam Puluh Tahun, Tahun Zai (1650 Masihi) pada Tujuh Belas Hari Bulan Jamadilakhir, Hari Jumaat; Bahawa pada ketika itu adalah titah Syah Alam Yang Maha Mulia terjunjung ke atas jemala paduka raja suruh salin ambil taruh undang-undang perbuatan datuk besar di hulu, Alaihi Rahmatullah supaya sudahlah tahu hukum sedikit-sedikit”

Kenyataan diatas membuktikan bahawa Portugis tidak menyerang Melaka dalam tahun 1511, malah keberadaan mereka disana adalah dengan perentah Maharaja Benua Siam Islam untuk mengawal Selat Melaka setelah kemangkatan Laksemana Cheng Ho. Baginda berada di Kota Lukut sehingga diserang Belanda dalam tahun 1641 dan berpindah ke Kelang yang juga merupakan sebahagian dari Melaka. Sejarah kita ditulis versi kegemilangan Raja wilayah Melaka yang telah diusir oleh Portugis atas perentah Maharaja Benua Siam.

Terdahulu, tindakan Raja wilayah Melaka memerdekakan wilayah itu dengan pergi mengadap Maharaja China Yong Le tanpa pengetahuan Raja Besar Benua Siam sangat tidak di sukai olehnya. Malah tentera Raja Besar Benua Siam pernah menyerang pelabuhan Melaka untuk mengambil semula wilayahnya, namun dilarang oleh Maharaja China yang mungkin telah tersilap memberi pengiktirafan itu kepada Raja Melaka. Gelaran Paduka Seri Sultan (saudara kepada Raja Besar) membuktikan ini adalah gelaran raja daerah/wilayah sepertimana tercatat dalam Undang-Undang Kedah.

Pada tahun 1641 masihi tentera Belanda dan pemberontak Minangkabau mengusir Sultan Mahmud Syah dari Kota Melaka di Kuala Lukud, negeri Sembilan. Perkataan Siambilan ialah bahasa Siam yang bermaksud kerajaan Siam hebuh jatuh. Sultan Mahmud Syah berundur dan dalam perjalanan berundur itu baginda berhenti beristirihat atau berteduh di bawah satu pokok maka tempat tersebut kemudian dinamakan Selangor.

Dalam bahasa siam, Selangor bermaksud berteduh di bawah teduhan tumbuhan pokok. Kejadian ini telah direkodkan sebagai Parameswara berteduh dibawah pokok melaka dan menamakan kawasan itu Melaka. Sultan Mahmud Syah mangkat di Istana Syah Alam Kelang, Selangor pada tahun 1668 masihi dan dimakamkan di Kota Beruas.

Padahal sejarah yang kita pelajari tidak memaklumkan bahawa Melaka ialah nama lama bagi Semenanjong tanah melayu dan telah wujud dizaman Sultan Muhammad Johan Syah atau lebih dikenali sebagai Sultan Muhammad Syah Yang Adil. Duit emasnya ada disimpan di muzium Negeri Kedah. Sultan Muhammad Johan Syah adalah ayahanda kepada Sultan Rijaluddin yang bergelar Parameswara Melaka.

Putera Almarhum Sultan Mahmud Syah iaitu Syah Alam Yang Maha Mulia Sultan Muhiyuddin Mansor Shah, suami kepada puteri Raja China Hang Li Poh ketika itu bersemayam di Istana Jugra (sebahagian dari melaka). Dengan mangkatnya ayahanda baginda, maka pihak Belanda mengambil kesempatan untuk menyerang dan serangan mereka ditujukan kepada Istana Alam Syah Kelang dan Kota Jugra di Selangor.

Syah Alam Yang Maha Mulia Sultan Muhiyuddin Mansor Shah terpaksa berundur dan berpindah ke Istana Ayut’ia Kota Palas kepunyaan Raja Siam Khun Woran Wangsa Langkasuka, yang terletak di Padang Mat Sirat, Pulau Langkawi Kedah.

Di m.s 16, Buku Undang-undang Kedah tercatat zaman Sultan Muhiyuddin Mansor Syah dan di m.s 17 tercatat,

"Hijrah Al-Nabi Sallallahu Alaihi Wassalam pada Seribu Tujuh Puluh Delapan Tahun, Tahun Dal, (1668 Masihi) pada Bulan Rabiulawal hari Isnin, Zaman Hadirat Maulana Syah Alam Semayam di Kota Palas pada ketika itu bahawa titah Syah Alam Yang Maha Mulia pada segala pegawai yang tua-tua suruh perbuat undang-undang".

Dari buku sejarah "A History Of South East Asia",1955 DGE Hall ada menyatakan Sultan Muhiyuddin Mansor Syah digelar Dinasti Ayut’ia Ke 31 Maha Tammaraja II Boromokot. Putera baginda ialah Raja Siam Tong Oo (Burma) digelar Maha Dammaiyaza dari bahasa Arab yang bermakna pembesar darah dari lainan raja.
Maha Dammaiyaza juga dikenali dengan nama Syarif Abu Bakar Syah. Ketika itu baginda bersemayam di Istana Ayut’ia Mandalay Burma (Myanmar). Pada tahun 1752 Masihi baginda diusir oleh tentera Buddha Burma, Raja Aluang Praya Lanna Chakri Sokho Thai. Maha Dammaiyaza dan permaisurinya Suriya Marin iaitu puteri kepada Sultan Langkat, Sumatra Pasai.

Mereka kemudiannya berpindah ke Kota Ayut’ia Bangkok Siam. Sultan Langkat adalah putera Maharaja Ayut’ia sebelum ini iaitu Narai Tun Sa’ban atau Sultan Iskandar Muda Acheh (Hang Tuah). Dengan itu, Permaisuri Suriya marin adalah cucu kepada Narai Tun Sa’ban atau Sultan Iskandar Muda Acheh (Hang Tuah).

Pada tahun 1758 Masihi Sultan Mualana Muhiyuddin Mansor Syah mangkat di Kota Palas dan di makamkan di Kota Buluh Melaka, Langkawi. Kesempatan ini diambil oleh pihak tentera Raja Buddha Lanna Sokho Thai untuk menyerang Raja Siam Kemboja, Pho Chan Koya Long Sultan Mudzafar Syah ibni Sultan Syarif Abu Bakar Syah yang bersemayam di Kota Ayut’ia Funaan Siamreap. Dalam pertempuran ini Raja Buddha Lanna Sokho Thai Aluang Phraya terbunuh disatu tempat yang kemudiannya diberi nama Thaikala. Thaikala ialah dari bahasa siam yang bermaksud mati dibunuh.

Pho Chan Koya Long Sultan Mud Zafar III Kedah anakanda kepada Maha Dammaiyaza dan permaisurinya Suriya Marin kembali dari Kemboja bersama-sama pengikut dan tenteranya ke Istana Balai Besar (Berahman Indera) Alor Star Kedah dan bersemayam di situ. Baginda kemudiannya berpindah setelah ditabal menjadi Raja Kuala Kangsar.

Pada tahun 1767 Masihi Ayut’ia Bangkok diserang oleh tentera Sokho Thai yang dipimpin oleh general Taksin Burma. Boromoraja V Ekataat Syarif Abu Bakar Syah yang
bersemayam di situ terpaksa berundur ke Nakhon Si Tammarat dan bersemayam di Istana Ayut’ia Nambang Ligor Siam.

Pada tahun 1782 Masihi tentera laut Raja Buddha Rama I Chakri Sokho Thai menyerang Kota Nambang Ligor yang didiami oleh umat Islam dalam pertempuran ini tentera Islam telah menang dan medan pertempuran tersebut digelar Cherat Nakhon Si Tammarat Siam.

Sultan Syarif Abu Bakar Syah kemudiannya kembali ke Kedah dan membina istana di dalam bukit dan dinamakan Istana Kota Meang Kuang. Meang Kuang bermakna Kota Negara Luas Benua Siam Kedah. Kawasan kota tersebut berada di mukim Wang Tepus dalam daerah Kubang Pasu Kedah.

Pada tahun 1778 Masihi Syarif Abu Bakar Yang Dipertuan Yang Maha Mulia Benua Siam Kedah melantik Paduka Seri Sultan Abdullah Mukaram Syah untuk menjadi Raja Pulau Pinang, Kedah manakala kekandanya (dari bonda pertama) Paduka Seri Sultan Tengku Long Putera Laksemana Datu menjadi Raja Legeh merangkap Seri Paduka Perdana Menteri Benua Siam Kedah. Kedua-dua mereka adalah anak saudara Syarif Abu Bakar Yang Dipertuan Yang Maha Mulia Benua Siam Kedah dari berlainan ibu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...